Teman Ahok Tepis Rumor Hentikan Kumpul KTP

Jakarta, Obsessionnews- Relawan Teman Ahok diterpa rumor tak sedap. Di media sosial (medsos) beredar isu Teman Ahok menghentikan aktivitasnya menggalang dukungan sejuta KTP sebagai syarat Ahok-Heru maju di Pilkada DKI Jakarta 2017 melalui calon independen atau non-partai. [caption id="attachment_114372" align="alignleft" width="401"]
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bersama Teman Ahok.[/caption] Isu itu ditiupkan netizen bernama Mustofa Nahrawardaya. Lewat tulisannya di akun Twitternya @TofaLemon, Rabu (6/4/2016), yang di-mention ke akun Teman Ahok, @temanAhok, Mustofa menyatakan aktivitas Teman Ahok berhenti total dalam pengumpulan KTP. “Aktifitas @temanAhok berhenti total. Info valid,” kicaunya. Kicauan akun @TofaLemon tersebut membuat geger para pendukung Ahok. Banyak yang menduga info berhentinya aktivitas Teman Ahok terkait dengan badai isu miring yang menerpa Ahok, panggilan akrab Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, akhir-akhir ini. Ahok acap kali ditembak berbagai isu miring untuk menggagalkannya maju berkompetisi di Pilkada. Serangan terhadap Ahok semakin gencar pasca kasus operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap, M Sanusi, politisi Partai Gerindra dan anggota DPRD DKI. Sanusi ditangkap saat menerima suap dari pengusaha di Jakarta, Kamis (31/3/2016). Kasus suap ini terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Zonasi dan Wilayah Pesisir Pantai Utara (RZWP3K) serta revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pelaksanaan Reklamasi dan Rencana Tata Ruang Pantura Jakarta. Lawan-lawan politiknya menuding Ahok terlibat dalam kasus yang menjerat Sanusi tersebut. Sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) menggelar demonstrasi di Gedung KPK dan menuntut Ahok ditangkap, Senin (4/4). Teman Ahok dengan santai menepis isu yang dilontarkan akun @TofaLemon di medsos. “infonya dari teve yang selalu beda pasti ya om.. *tepuktangan,” kicau akun @temanAhok. Tanggapan juga datang dari juru bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas yang berakun @amaliaayuningtyas. “Ngarang lu,” kicaunya. [caption id="attachment_114373" align="alignright" width="373"]
Warga memberikan dukungan kepada Teman Ahok.[/caption] Amalia mengungkapkan, unjuk rasa ormas dan isu miring yang ditembakkan ke Ahok tak berpengaruh pada antusiasme warga Jakarta mengumpulkan KTP. Aktivitas warga di markas Teman Ahok tetap berjalan normal. Begitu pula dengan warga di Posko dan Booth Teman Ahok tetap ramai mengumpulkan KTP untuk Ahok-Heru. “Sentimen politik yang dibangun elite ini ternyata tidak berpengaruh. Kami tetap stabil mengumpulkan lebih dari 15 ribu KTP per-hari. Ini lebih dari dua kali lipat target harian kami. Tidak ada yang berubah. Ini sama seperti kasus-kasus lalu yang heboh juga. KTP tidak terpengaruh, justru semakin membludak.” kata Amalia dalam keterangan tertulisnya yang diterima Obsessionnnews.com, Rabu (6/4). Mengalahkan Perolehan Suara 10 Parpol Teman Ahok resmi mengusung duet Ahok-Heru di Pilkada DKI Jakarta 2017 melalui jalur independen atau non-partai, Senin (7/3). Ahok menggandeng Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Heru Budi Hartono sebagai wakilnya. Formulir dukungan untuk Ahok-Heru mulai efektif diedarkan pada Jumat (11/3/2016). Data yang dirilis Teman Ahok menyebutkan telah diperoleh sebanyak 462.726 KTP hingga Selasa (5/4). Perolehan KTP tersebut secara mengejutkan mengalahkan perolehan 10 partai politik (parpol) peserta Pemilu 2014 di DKI. Yakni, PKPI yang memperoleh 42.217 suara, PBB (60.759 suara), PAN (172.784 (suara), Nasdem (206.117 suara), PKB (260.159 suara), Hanura (357.006 suara), Partai Demokrat ( 360.929 suara), Golkar (376.221 suara), PKS (424.400 suara), dan PPP (452.224 suara). Tinggal dua parpol yang perolehan suaranya di atas KTP Ahok-Heru, yakni Partai Gerindra (592.568 suara), dan PDI-P (1.231.843 suara). Teman Ahok optimis perolehan KTP akan terus bertambah dalam waktu dan melebihi target sejuta, serta dapat melampaui Gerindra dan PDIP Teman Ahok menargetkan syarat minimum yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebanyak 532.000 KTP tercapai pada akhir Mei 2016, dan target sejuta KTP terealisir pada akhir Juni 2016. Pendaftaran calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) di KPUD DKI pada Agustus 2016. Sedangkan Pilkada akan digelar pada 15 Februari 2017. Ahok meminta para relawannya mengumpulkan sejuta KTP sesuai target awal. Alasannya apabila ada KTP yang diverifikasi KPUD DKI dan dianggap tak memenuhi syarat, masih ada stok. Ahok juga mendapat dukungan dari Hanura. Parpol besutan Wiranto ini mendeklarasikan dukungannya pada Ahok Sabtu (26/3). Sebelumnya dukungan pun diberikan oleh Nasdem. Papol pimpinan Surya Paloh ini secara resmi mendeklarasikan dukungannya pada Ahok Jumat (12/2). Hanura dan Nasdem sepakat mendukung Ahok tanpa syarat, yakni mempersilakan Ahok maju melalui jalur independen. Kedua parpol tersebut membantu Teman Ahok mempercepat pengumpulan sejuta KTP. (arh, @arif_rhakim)Baca juga:Ditembak Isu Miring, Perolehan KTP Ahok Semakin MembludakLuar Biasa! KTP Ahok-Heru Taklukkan Perolehan Suara 10 ParpolKTP Ahok-Heru Kalahkan Perolehan Suara PKSKTP Ahok-Heru Dekati Syarat Minimum KPUDahsyat! Elektabilitas Ahok Kalahkan YusrilLuar Biasa! Dukungan KTP Ahok-Heru MeroketAhok Tetap Tegar di Tengah BadaiDarwis Triadi: Wajah Ahok Jujur, Tegas, dan Komitmen
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bersama Teman Ahok.[/caption] Isu itu ditiupkan netizen bernama Mustofa Nahrawardaya. Lewat tulisannya di akun Twitternya @TofaLemon, Rabu (6/4/2016), yang di-mention ke akun Teman Ahok, @temanAhok, Mustofa menyatakan aktivitas Teman Ahok berhenti total dalam pengumpulan KTP. “Aktifitas @temanAhok berhenti total. Info valid,” kicaunya. Kicauan akun @TofaLemon tersebut membuat geger para pendukung Ahok. Banyak yang menduga info berhentinya aktivitas Teman Ahok terkait dengan badai isu miring yang menerpa Ahok, panggilan akrab Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, akhir-akhir ini. Ahok acap kali ditembak berbagai isu miring untuk menggagalkannya maju berkompetisi di Pilkada. Serangan terhadap Ahok semakin gencar pasca kasus operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap, M Sanusi, politisi Partai Gerindra dan anggota DPRD DKI. Sanusi ditangkap saat menerima suap dari pengusaha di Jakarta, Kamis (31/3/2016). Kasus suap ini terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Zonasi dan Wilayah Pesisir Pantai Utara (RZWP3K) serta revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pelaksanaan Reklamasi dan Rencana Tata Ruang Pantura Jakarta. Lawan-lawan politiknya menuding Ahok terlibat dalam kasus yang menjerat Sanusi tersebut. Sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) menggelar demonstrasi di Gedung KPK dan menuntut Ahok ditangkap, Senin (4/4). Teman Ahok dengan santai menepis isu yang dilontarkan akun @TofaLemon di medsos. “infonya dari teve yang selalu beda pasti ya om.. *tepuktangan,” kicau akun @temanAhok. Tanggapan juga datang dari juru bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas yang berakun @amaliaayuningtyas. “Ngarang lu,” kicaunya. [caption id="attachment_114373" align="alignright" width="373"]
Warga memberikan dukungan kepada Teman Ahok.[/caption] Amalia mengungkapkan, unjuk rasa ormas dan isu miring yang ditembakkan ke Ahok tak berpengaruh pada antusiasme warga Jakarta mengumpulkan KTP. Aktivitas warga di markas Teman Ahok tetap berjalan normal. Begitu pula dengan warga di Posko dan Booth Teman Ahok tetap ramai mengumpulkan KTP untuk Ahok-Heru. “Sentimen politik yang dibangun elite ini ternyata tidak berpengaruh. Kami tetap stabil mengumpulkan lebih dari 15 ribu KTP per-hari. Ini lebih dari dua kali lipat target harian kami. Tidak ada yang berubah. Ini sama seperti kasus-kasus lalu yang heboh juga. KTP tidak terpengaruh, justru semakin membludak.” kata Amalia dalam keterangan tertulisnya yang diterima Obsessionnnews.com, Rabu (6/4). Mengalahkan Perolehan Suara 10 Parpol Teman Ahok resmi mengusung duet Ahok-Heru di Pilkada DKI Jakarta 2017 melalui jalur independen atau non-partai, Senin (7/3). Ahok menggandeng Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Heru Budi Hartono sebagai wakilnya. Formulir dukungan untuk Ahok-Heru mulai efektif diedarkan pada Jumat (11/3/2016). Data yang dirilis Teman Ahok menyebutkan telah diperoleh sebanyak 462.726 KTP hingga Selasa (5/4). Perolehan KTP tersebut secara mengejutkan mengalahkan perolehan 10 partai politik (parpol) peserta Pemilu 2014 di DKI. Yakni, PKPI yang memperoleh 42.217 suara, PBB (60.759 suara), PAN (172.784 (suara), Nasdem (206.117 suara), PKB (260.159 suara), Hanura (357.006 suara), Partai Demokrat ( 360.929 suara), Golkar (376.221 suara), PKS (424.400 suara), dan PPP (452.224 suara). Tinggal dua parpol yang perolehan suaranya di atas KTP Ahok-Heru, yakni Partai Gerindra (592.568 suara), dan PDI-P (1.231.843 suara). Teman Ahok optimis perolehan KTP akan terus bertambah dalam waktu dan melebihi target sejuta, serta dapat melampaui Gerindra dan PDIP Teman Ahok menargetkan syarat minimum yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebanyak 532.000 KTP tercapai pada akhir Mei 2016, dan target sejuta KTP terealisir pada akhir Juni 2016. Pendaftaran calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) di KPUD DKI pada Agustus 2016. Sedangkan Pilkada akan digelar pada 15 Februari 2017. Ahok meminta para relawannya mengumpulkan sejuta KTP sesuai target awal. Alasannya apabila ada KTP yang diverifikasi KPUD DKI dan dianggap tak memenuhi syarat, masih ada stok. Ahok juga mendapat dukungan dari Hanura. Parpol besutan Wiranto ini mendeklarasikan dukungannya pada Ahok Sabtu (26/3). Sebelumnya dukungan pun diberikan oleh Nasdem. Papol pimpinan Surya Paloh ini secara resmi mendeklarasikan dukungannya pada Ahok Jumat (12/2). Hanura dan Nasdem sepakat mendukung Ahok tanpa syarat, yakni mempersilakan Ahok maju melalui jalur independen. Kedua parpol tersebut membantu Teman Ahok mempercepat pengumpulan sejuta KTP. (arh, @arif_rhakim)Baca juga:Ditembak Isu Miring, Perolehan KTP Ahok Semakin MembludakLuar Biasa! KTP Ahok-Heru Taklukkan Perolehan Suara 10 ParpolKTP Ahok-Heru Kalahkan Perolehan Suara PKSKTP Ahok-Heru Dekati Syarat Minimum KPUDahsyat! Elektabilitas Ahok Kalahkan YusrilLuar Biasa! Dukungan KTP Ahok-Heru MeroketAhok Tetap Tegar di Tengah BadaiDarwis Triadi: Wajah Ahok Jujur, Tegas, dan Komitmen




























