Teman Ahok Sesalkan Kekalahan Ahok

Teman Ahok Sesalkan Kekalahan Ahok
Para pendiri komunitas Teman Ahok. (Foto: Twitter @temanAhok)

Jakarta, Obsessionnews.com –  Pilkada DKI Jakarta 2017 telah berlalu. Pasangan calon (paslon) petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) –Djarot Saiful Hidayat takluk melawan duet Anies Baswedan- Sandiaga Uno pada putaran kedua yang digelar pada Rabu (19/4).

Kekalahan Ahok  mengejutkan para pendukungnya, termasuk yang tergabung dalam komunitas Teman Ahok. Teman Ahok menyesalkan kekalahan Ahok dalam pesta demokrasi lima tahun sekali itu. Teman Ahok memang sangat terpukul atas tumbangnya Ahok, karena merekalah yang sejak awal mendorong Ahok maju di Pilkada DKI 2017.

Teman Ahok didirikan pada 16 Juni 2015. Dan pada tahun itu juga Teman Ahok bergerilya mengumpulkan sejuta KTP agar Ahok bisa maju di Pilkada DKI 2017 melalui jalur independen. Ketika itu banyak pihak yang memandang sebelah mata pada perjuangan Teman Ahok. Pihak-pihak tersebut menganggap mustahil Teman Ahok dapat mengumpulkan sejuta KTP.  Namun, Teman Ahok berhasil memperoleh sejuta KTP.

Tetapi, kenyataan  ternyata tak seindah harapan. Meski telah punya modal dukungan sejuta KTP untuk maju lewat jalur independen, Ahok ternyata memutuskan memilih lewat jalur partai. Teman Ahok mendukung pilihan Ahok itu.

Teman Ahok mengungkit perannya mendukung Ahok itu saat memperingati dua tahun berdirinya komunitas pendukung Ahok itu melalui rangkaian kicauan di akun Twitter  @temanAhok, Jumat (16/6/2017).

“8. Bahkan kita berhasil mengumpulkan 1jt KTP yg dulu dianggap mustahil. Tapi kita semua ternyata bisa mewujudkannya. #DuaTahunTemanAhok,” tulisnya.

Tweet berikutnya,”9.  Meski keadaan mengharuskan pak Ahok pilih jalur partai, tp kita ttp dukung pak Ahok,kita tepikan ego kita……demi kepentingan masyarakat Jakarta. #DuaTahunTemanAhok.”

Selanjutnya @temanAhok menulis,”10. Meski byk hasil tdk sesuai harapan, byk harapan bangsa yg dikubur hidup2, namun haruskah kita berhenti dan menyerah? #DuaTahunTemanAhok.”

Seperti diketahui Pilkada DKI 2017 diikuti tiga paslon, yakni Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Ahok-Djarot, dan Anies-Sandi. Agus-Sylvi diusung Partai Demokrat, PPP, PKB, dan PAN. Sedangkan Ahok-Djarot diusung PDI-P, Golkar, Nasdem, dan Hanura. Sementara itu Anies-Sandi diusung Partai Gerindra-PKS.

Pemungutan suara dilakukan pada Rabu (15/2).  Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI  pada Senin (27/2/2017) mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara, yakni Agus-Sylvi memperoleh  937.955 suara atau 17,05%, Ahok-Djarot (nomor urut 2) mendapat 2.364.577 (42,99%} dan Anies-Sandi (nomor urut 3) memperoleh  2.197.333 ( 39,95%).

Ketiga pasangan calon tidak ada yang memperoleh suara lebih dari 50 persen sebagai persyaratan untuk ditetapkan sebagai gubernur dan wagub sebagaimana ditetapkan dalam UU 29/2007 tentang Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Untuk itu pada rapat pleno Sabtu (4/3) KPU DKI memutuskan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi maju di putaran kedua pada Rabu (19/4).

Di pemilihan putaran kedua, Rabu (19/4), di luar dugaan Ahok-Djarot tumbang.  KPU DKI  mengesahkan hasil rekapitulasi penghitungan suara, Minggu (30/4). Anies-Sandi memperoleh 3.240.987 suara atau 57,96%. Sedangkan Ahok-Djarot mendapat 2.350.366 suara atau 42,04%.

Jumat (5/5) KPU DKI menetapkan Anies-Sandi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih. Anies-Sandi akan dilantik pada Oktober mendatang untuk periode 2017-2022.

Ahok Menodai Agama Islam

Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Peribahasa ini bermakna orang yang mendapat musibah secara beruntun.  Itulah nasib Ahok. Setelah kalah dalam Pilkada ia dipenjara karena terbukti menodai agama Islam.

Dalam sidang ke-22, Selasa (9/5/2017), Ahok dinyatakan terbukti bersalah melakukan penodaan agama tentang Alquran Surat Al Maidah 51. Untuk itu dia dihukum 2 tahun penjara. Hakim ketua Dwiarso Budi Santiarto menyatakan Ahok  terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan penodaan agama dengan penyebutan surat Al Maidah 51.

“Dari ucapan tersebut terdakwa telah menganggap surat Al Maidah adalah alat untuk membohongi umat atau masyarakat, atau surat Al Maidah 51 sebagai sumber kebohongan dan dengan adanya anggapan demikian maka menurut pengadilan terdakwa telah merendahkan dan menghina surat Al Maidah ayat 51,” papar hakim dalam pertimbangan hukum.

Setelah divonis dua tahun penjara, Ahok  langsung meringkuk di hotel prodeo(arh)

Baca Juga:

Keterlaluan! Ahoker Hina Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai Mirip Monyet

Amien Rais: ‘Ahok Itu Songongnya Menyundul Langit’

Ahok Harus Segera Diadili dalam Dugaan Korupsi RS Sumber Waras

Ahok Bukan Sosok Bersih

Amien Rais Duga Ahok Lakukan Korupsi‎

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.