Mahir Menulis Mudah Kerja di Perusahaan Pers

Mahir Menulis Mudah Kerja di Perusahaan Pers
Payakumbuh, Obsessionnews – Lembaga Pers Pemuda Nanbungsu Payakumbuh dan Limapuluhkota, Sumatra Barat (Sumbar), mengadakan Seminar Nasional Jurnalistik di Lapangan Universitas Andalas (Unand) Kampus II Payakumbuh, Minggu (4/10/2015). (Baca: Unand Bekali Mahasiswa Keterampilan Menulis) Tampil sebagai narasumber Muhammad Subhan, motivator kepenulisan dan pegiat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Turut hadir pimpinan LPP Nanbungsu Yohannes Arnaz dan Staf Ahli Walikota Payakumbuh Bidang SDM, Ruslayeti, yang membuka seminar. (Baca: Muhammad Subhan, Motor Penggerak Forum Aktif Menulis Indonesia) [caption id="attachment_64807" align="alignnone" width="640"]Ratusan pelajar dan mahasiswa di Payakumbuh dan Limapuluh Kota mengikuti Seminar Jurnalistik di Lapangan Universitas Andalas Kampus II Payakumbuh, Sumatera Barat, Minggu (4/10/2015). Ratusan pelajar dan mahasiswa di Payakumbuh dan Limapuluh Kota mengikuti Seminar Jurnalistik di Lapangan Universitas Andalas Kampus II Payakumbuh, Sumatera Barat, Minggu (4/10/2015).[/caption] Ketua Panitia, Vemil Amri, dalam sambutannya mengatakan, Seminar Nasional Jurnalistik tersebut diikuti ratusan pelajar dan mahasiswa se-Kota Payakumbuh dan Limapuluh Kota. “Antusias pelajar dan mahasiswa sangat tinggi mengikuti acara ini,” ujar Vemil dalam siaran pers yang diterima Obsessionnews.com Senin (5/10). Pendiri LPP Nanbungsu Surya Dwi Putra mengungkapkan, lahirnya Nanbungsu ditujukan sebagai wadah bagi aspirasi masyarakat khususnya kaum muda Payakumbuh dan Limapuluhkota. “Bagi teman-teman yang ingin mengembangkan diri dan menyalurkan aspirasi untuk Payakumbuh dan Limapuluhkota bisa menyalurkannya di Nanbungsu,” ujar Surya. Sementara itu Muhammad Subhan yang juga redaktur budaya di sebuah harian terbitan Sumbar mengatakan, memiliki kemampuan dasar menulis dan menyunting berita akan memudahkan calon wartawan bekerja di perusahaan pers yang diinginkan. (Baca: Potret Orang-orang Susah Dalam Novel ‘Rumah di Tengah Sawah’) “Dunia pers itu kompetitif. Jadi, yang mahir menulis yang akan dengan mudah memasuki dunia paling asyik dan menyenangkan itu,” katanya. Salah seorang peserta, Yuli, menyatakan antusiasnya mengikuti seminar tersebut. “Saya menjadi lebih paham dunia jurnalistik dan kerja seorang jurnalis,” katanya. Senada dengan Yuli, peserta lainnya, Niko Sujono dan Nuratul Adawiyah menyampaikan terima kasih kepada panitia yang mengangkat acara itu karena materi yang disampaikan narasumber menambah soft skill yang dimilikinya. “Semoga acara serupa dapat diadakan lagi di lain waktu,” harapnya. (arh)