Kronologis Meninggalnya Allya Siska Hingga Tertangkapnya Randall

Jakarta, Obsessionnews.com – Allya SiskaNadya menghembuskan nafas terakhirnya di sebuah rumah sakit di Jakarta, Jumat (7/8/2015). Allya Siska meninggal dunia setelah menjalani terapi di klinik Chiropratic First, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Di klinik itu ia ditangani terapis asal Amerika Serikat, Randall Cafferty. Randall diduga menyebabkan nyawa Allya Siska melayang. Berikut kronologis meninggalnya Allya Siska hingga tertangkapnya Randall:
- Allya Siska kelahiran Bandung, 28 Desember 1982. Menyabet Bachelor of Creative Industries (Media and Communication) Queensland University of Technology, Brisbane, Australia. Setelah bekerja beberapa tahun di Jakarta, pada 18 Agustus 2015 Siska akan terbang ke Paris untuk melanjutkan program MBA di Edhec Bussiness School Lille di Roubaix cedex, sebuah kota kecil di perbatasan Perancis dan Belgia.
- Allya Siska beberapa kali mengeluh karena ada bagian otot di lehernya terkadang terasa pegal.
- 14 Juli 2014, Allya Siska melakukan pemeriksaan medis di RS Pondok Indah, Jakarta.
- Seorang pamannya menyarankan Allya Siska mencoba terapi di Chiropratic First. Pada 5 Agustus 2015, untuk pertama kalinya Allya Siska melakukan konsultasi dengan Dr Randall Cafferty, praktisi chiropratic asal AS. Setelah melakukan interview dan mengisi formulir pengetahuan terhadap Chiropratic, serta masalah yang dihadapi, pada 6 Agustus, Allya kembali ke klinik kalangan the have Ia membayar uang sejumlah Rp17 juta untuk pembayaran Therapy Adjustment sebanyak 40 kali sesuai dengan yang direkomendasikan Dr Randall Cafferty.
- Allya Siska diantar ke Chiropratic First oleh ayahnya, Alfian Helmy Hasjim, mantan Vice President Communication PT PLN (Persero), dan ibunya, Arnisda Helmy.
- Dalam sehari terapi dilakukan sampai dua kali, yakni sekitar pukul 13.00 dan 18.30 WIB.
- Arnisda Helmy menggambarkan salah satu metode terapi yang dilakukan meminta Allya Siska pada posisi tengkurap di ranjang. Kemudian sang terapis menggerakkan kepala Allya ke kanan dan ke kiri beberapa kali, hingga pada tulang leher terdengar suara: kreeek.
- Kamis (6/8/2015) seusai melakukan terapi Chiropratic First dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Bintaro, Jakarta Selatan, Allya Siska tak merasakan apa-apa. Tetapi sampai di rumah sekitar pukul 23.00 WIB ia meringkih akibat kesakitan sangat di bagian lehernya, hingga berteriak dan tersedu sedan.
- Alfian Helmy Hasjim membawa Allya Siska ke ICU RS Pondok Indah, Kamis (6/8/2015) malam.
- Di RS Pondok Indah, Jumat (7/8/2015) pukul 06.15 WIB Allya Siska berpulang ke rahmatullah.
- Alfian Helmy Hasjim melaporkan kasus malpraktik yang mengakibatkan anaknya meninggal itu ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada 12 Agustus 2015.
- Ditreskrimum Polda Metro Jaya tanggal 8 September 2015 memanggil Alfian Helmy Hasjim, Arnisda Helmy, dan saudara Allya Siska, Elvita, diperiksa sebagai saksi oleh penyidik/penyidik pembantu AKP Arief Vidyanto, SH/Bripka Arif Saifudin, SH.
- Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti, kepada wartawan, Senin (18/1/2016), menjelaskan Randall Cafferty telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya, atasan dua perkara. Yakni, terkait kasus malpraktik yang dilakukan kepada Siska di Cheroprctic Firs cabang Pondok Indah Mal I Jakarta Selatan, dan terkait klinik Chiropraktic Firs itu sendiri.
- Randall Cafferty sudah dipanggil dua kali oleh pihak kepolisian untuk dimintai ketengan, tapi dia mangkir. Randall pertama kali dipanggil pada tanggal 26 November 2016, berikutnya panggilan kedua sekitar bulan Desember.
- Randall Cafferty diduga telah meninggalkan Indonesia. Dia kabur menuju negara asalnya, Amerika Seikat, melalui Singapura.
- Kepala Bagian Pembangunan Kapasitas Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional Polri, Brigjen Pol Krisna Mukti, mengatakan kepada Obsessionnews.com, Selasa (3/10/2017), Randall Cafferty telah ditangkap di India, Jumat (29/9/2017). Praktisi chiropractic yang buron selama setahun lebih itu ditangkap berkat kerja sama Interpol Indonesia dan kepolisian India.





























