Bojonegoro Berhasil Karena Program Berbasis Rakyat

Depok, Obsessionnews – Keberhasilan Kabupaten Bojonegoro dalam meningkatkan kesejahteraan rakyatnya sudah lama dikenal publik luas, baik di dalam negeri maupun dunia internasional. Hal itu tak terlepas dari dilaksanakannya sejumlah program inovatif berbasis rakyat. Demikian dikemukakan Bupati Bojonegoro Suyoto, atau lebih akrab disapa Kang Yoto, saat menjadi salah satu pembicara dalam International Workshop on Innovation Governance in Indonesia yang dilangsungkan di Auditorium Juwono Sudarsono, FISIP Universitas Indonesia, Depok, pada Rabu (30/3/2016). (Baca: Suyoto Berbagi Kisah Sukses Tangani HAM) Menurut Kang Yoto, dalam menjalankan roda pemerintahan, Pemkab selalu berorientasi kepada rakyat. “Kami layani mereka, kami lindungi mereka, kami beri pencerahan kepada mereka, kami berdayakan mereka, kami mendengar, kami bekerja bersama mereka, kami gunakan semua alat dan sumberdaya untuk pembangunan berkelanjutan,” katanya di hadapan audiens. (Baca: Suyoto Berbagi Pengalaman Tanggulangi Bencana) Adanya tantangan yang besar dengan keterbatasan sumber daya manusia, biaya, waktu, tekanan publik, dan spirit, pada akhirnya memaksa Pemkab Bojonegoro melakukan serangkaian program inovatif dengan melibatkan partisipasi rakyat. “Caranya dengan melakukan 4D, yaitu direct than represent, dialogic than debate, distribute secara adil, dan digital untuk mempercepat proses,”ujarnya. (Baca: Kang Yoto: Partnership Antarlembaga Penting Untuk Cegah dan Berantas Korupsi) Hasilnya, sambung Kang Yoto, saat ini Bojonegoro berhasil keluar dari kesulitan, membangun secara inklusif, dimana rakyat bisa berperan bersama-sama sebagai subyek pembangunan, dan Bojonegoro merasakan pembangunan social dan ekonomi, pembangunan inklusif dan berkelanjutan sesuai indikator Gini Ratio 0,24. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi pun meningkat positif, peningkatan kualitas hidup dan penyediaan lapangan kerja ditunjukkan dari variabel menurunnya penduduk miskin di bawah 14% dan tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 3,10 %, serta banyak indikator positif lainnya. (Baca: Bupati Bojonegoro Suyoto Bicara Demokrasi di Afsel) “Kami percaya bahwa inovasi itu akibat, reformasi itu jalan, pelayanan terbaik itu ruhnya, menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi sesama manusia dan planet itulah tujuannya. Dan percaya atau tidak, keterbatasan itulah cambuknya, fleksibilitas itulah anginnya,”pungkasnya. (Fath@imam_fath)





























