Wisata Pantai Banyuwangi Digemari Wisman

Jakarta, Obsessionnews.com – Sejumlah tempat wisata di Banyuwangi memiliki reputasi internasional, Hal ini dikarenakan dukungan dengan kebijakan pemerintah setempat. Pada Januari 2016 yang lalu, Kabupaten Banyuwangi meraih penghargaan dari Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO) dalam ajang internasional “12th UNWTO Awards Forum” yang berlangsung di Madrid, Spanyol dan meraih “UNWTO Awards for Excellence and Innovation in Tourism”.

Tak dapat dipungkiri, pemerintah Banyuwangi sungguh getol dan terdepan dalam mengembangkan potensi kepariwisataannya. Pesona wisata Banyuwangi terdapat pada kekayaan wisata alam serta pesona baharinya. Beberapa destinasi pantai di Banyuwangi adalah yang populer di kalangan wisatawan, seperti Pantai Plengkung, Pantai Pulau Merah, hingga Teluk Hijau. Juga, aneka kuliner Banyuwangi serta wisata budaya yang ada di kabupaten ini adalah objek yang sayang untuk dilewatkan.

Pantai Plengkung adalah pantai di Banyuwangi yang terkenal sebagai pantai terbaik untuk surfing dan ramai dikunjungi oleh wisatawan mancanegara (Wisman). Tempat wisata Banyuwangi yang satu ini memiliki reputasi pantai yang begitu baik hingga ke mancanegara sebagai tempat surfing. Jika Anda ingin surfing di pantai ini, maka bulan Mei hingga Otober adalah medio terbaik untuk surfing. Terletak di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, ombak di Pantai Plengkung memiliki 3 tingkatan, yakni Kong Waves (tinggi ombak mencapai 6-8 meter), Speedis Waves (5-6 m), dan Many Track Waves (3-4 m). Ombak tingkat terakhir (many track) ini lazim digunakan para peselancar pemula.

Di kawasan pantai ini, tersedia banyak cottage dan jungle camp. Pantai Plengkung adalah juga salah satu objek wisata Jawa Timur yang telah dikenal luas oleh publik dunia.

Selanjutnya, masyarakat Banyuwangi menyebutnya sebagai Pulau Merah, sebab tanahnya berwarna merah. Bentuknya menyerupai sebuah bukit kecil, terletak tak jauh dari bibir pantai. Anda dapat menginjakkan kaki di Pulau Merah ini tatkala air sedang surut, berjarak sekitar 100 meter dari bibir pantai. Cukup hanya dengan berjalan kaki saja. Pantai ini dahulu bernama Pantai Ringin Pitu, sekarang disebut sebagai Pantai Pulau Merah.

Pantai Pulau Merah memiliki ketinggian gelombang hingga 4-5 m, sebuah tempat berselancar di Banyuwangi yang direkomendasikan bagi para pemula. Berjarak sekitar 80 km dari pusat kota Banyuwangi, Anda dapat masuk ke kawasan pantai ini dengan harga tiket masuk ke Pantai Pulau Merah adalah Rp 3 ribu per orang, saat weekend menjadi Rp 5 ribu. Untuk ke tempat wisata di Banyuwangi yang satu ini, Anda dapat menggunakan transportasi publik.

Dan juga Wisata Teluk Hijau (Green Bay). Di Teluk Hijau ini, Anda akan merasakan udara segar pantai yang bercampur dengan udara hutan hutan tropis Taman Nasional Meru Betiri. Dari kota Banyuwangi, durasi perjalanan sekitar 3-4 jam. Perjalanan ke Teluk Hijau terbilang cukup memerlukan tenaga fisik, namun Anda akan menyaksikan panorama laut yang memikat. Teluk ini adalah tempat wisata di Banyuwangi yang masih sangat terjaga kemurniannya, belum banyak wisatawan yang datang ke tempat ini. Inilah daya tarik memikat yang dapat Anda temukan di sana.

Saat perjalanan ke Taman Nasional Meru Betiri dan Sukamade, Anda akan melewati Teluk Hijau ini. Tetapi Anda hanya dapat menyaksikannya dari kejauhan, karena eksotisme Teluk Hijau sesungguhnya berada di area pantainya. Air laut yang begitu jernih dengan warna hijau kebiruan, pasir pantai yang bersih dan putih, ombak yang tenang, semuanya menawarkan suasana asri yang sungguh damai.

Selain tiga pantai itu, ada juga objek wisata pantai yang ramai dikunjungi oleh Wisman atau wisatawan nusantara adalah Grand Watu Dodol di Kecamatan Wongsorejo. Grand Watu Dodol merupakan wisata pantai dengan panorama selat Bali. Di tepi pantai terdapat puluhan kapal jukung milik nelayan.

Tiga tahun ke belakang, Grand Watu Dodol mengalami pemugaran agar terlihat lebih cantik. Pembangunan di sana meliputi tiga zonasi area. Zona privat akan dibangun resort, zona umum untuk wisatawan, dan zona minat khusus bagi pengunjung yang ingin membuka tenda.

Selain menjadi rest area sebelum menyeberang di pelabuhan Ketapang, Grand Watu Dodol menawarkan wisata pondok apung. Di sana pengunjung dapat melihat penangkaran hiu sekaligus snorkeling melihat biota bawah laut.

Untuk bisa menikmati pemandangan dari pondok apung, wisatawan hanya perlu merogoh kocek Rp 5.000 per orang. Sementara jika ingin menyewa alat snorkeling dikenakan tarif Rp 25.000.

Selain wisata pantai ada juga wisata pegunungan yang juga digemari oleh Wisman. Sepeti Taman Wisata Alam Kawah Gunung Ijen. Kawah Ijen adalah kawah danau terbesar di pulau Jawa. Kawah ini secara administratif terletak di 3 kabupaten, yaitu Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi. Berada pada ketinggian 2.443 m dpl dengan kedalaman kawah 200m. Kawah Ijen memiliki pesona luar biasa, yakni adanya danau belerang yang berwarna tosca dan api biru (blue fire). Anda dapat menyaksikan panorama memikat ini pada saat malam hari hingga menjelang subuh.

Agar dapat tiba di Kawah Ijen, Anda dapat memilih 2 jalur, yaitu dari utara dan selatan. Jalur utara dapat dilalui dari Situbondo menuju Sempol (Bondowoso) dan berakhir di Paltuding, waktu tempuh sekitar 2,5 jam. Jika dari arah selatan, dapat dilalui dari Banyuwangi menuju Licin yang berjarak sekitar 35 km. Untuk mencapai kawah, Anda harus mendaki setinggi 3 km, ini memakan waktu sekitar 1,5 jam. Rasa lelah mendaki akan terbayar lunas tatkala mendapati pesona indah blue fire di salah satu tempat wisata di Banyuwangi terpopuler ini.

Pengunjung Taman Wisata Ijen yang memiliki ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut (mdpl) berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi-Bondowoso, Jawa Timur itu. Berdasarkan data BKSDA Wilayah III tercatat jumlah kunjungan Gunung Ijen terbanyak untuk wisatawan mancanegara sebanyak 7.636 orang pada bulan Agustus 2016, sedangkan untuk wisatawan nusantara atau domestik terbanyak pada bulan Juli 2016 sebanyak 23.607 orang.

Kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara di Kawah Ijen mengalami peningkatan setiap tahunnya karena objek wisata tersebut merupakan salah satu destinasi wisata andalan di Jawa Timur.

Biasanya wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kawah Ijen paling banyak pada bulan Agustus dan Oktober yang didominasi dari warga negara Prancis dan Belanda yang menyukai wisata khusus seperti pendakian. Ada tiga kategori kunjungan wisata ke Kawah Ijen yakni untuk rekreasi, penelitian, dan pendidikan. Sehingga pemberian izin kepada wisatawan sesuai dengan kebutuhannya.

Untuk tingkat kunjungan wisata di Banyuwangi benar-benar membeludak dan di luar prediksi. Tingginya animo wisatawan lantaran Banyuwangi menawarkan berbagai destinasi wisata mulai dari wisata pantai.

Sementara Pemkab Banyuwangi mengapresiasi wisatawan yang telah menyerbu kabupaten berjuluk The Sunrise of Java itu pada liburan akhir 2016. Di sejumlah destinasi, lonjakan wisatawannya mencapai 300-500 persen. Ada destinasi yang hari biasa dikunjungi 1000 wisatawan, libur akhir tahun ini dijejali 5000 orang per hari terus-menerus. Ini berkah bagi masyarakat Banyuwangi.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi MY Bramuda menyampaikan, kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, telah melampaui target. HinggaakhirNovember, jumlah turismancanegarayangberlibur di Banyuwangi tembus 75 ribu, padahal target 2016 ini sebanyak 45 ribu.

Mayoritas mereka, yaitu sekitar 30 persennya, mengunjungi Gunung Ijen. Adapun wisatawan domestik mencapai 2,7 juta dari target 2,3 juta. Liburan akhir tahun ini akan semakin menambah daftar kunjungan wisatawan yang masuk ke Banyuwangi.

Sementara itu, untuk segi transportasi pesawat Jakarta langsung ke Banyuwangi kini telah tersedia, pesawat akan mendarat di terminal Bandara Blimbingsari Banyuwangi. Pembukaan bandara itu digadang-gadang akan berbarengan dengan realisasi rute penerbangan langsung Jakarta-Banyuwangi.

Penerbangan langsung rute penerbangan Jakarta-Banyuwangi awalnya ditargetkan bisa beroperasi pada April 2017. Namun ada beberapa spesifikasi ideal panjang runway dan PCN (Pavement Classification Number) yang harus terlebih dahulu dirampungkan. (Poy)

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.