Waspadai ISPA dan Diare Masuki Musim Hujan

Bandung, Obsessionnews - Kepala Dinas Keseahatan (Kadinkes) Kota Bandung DR. dr Ahyani Raksanagara, Minggu (15/11) menghimbau warga Kota Bandung mewaspadai penyakit ISPA dan Diare. Ahyani mengatakan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Diare hanya dapat dihindari dengan memperkuat daya tahan tubuh, makan bergizi, istirahat yang cukup dan menggunakan pelindung/penghangat. Ahyani menyerukan harus segera berobat apabila mengalami keluhan cukup berat atas kedua penyakit tersebut. "Infeksi saluran pernapasan akut atau sering disebut sebagai ISPA adalah terjadinya infeksi yang parah pada bagian sinus, tenggorokan, saluran udara, atau paru-paru," tandasnya. Menurut Ahyani, infeksi yang terjadi lebih sering disebabkan oleh virus dan bakteri. "Fatalnya kondisi ini akan menyebabkan fungsi pernapasan terganggu jika tidak segera ditangani, ISPA dapat menyebar ke seluruh sistem pernapasan tubuh," ucapnya. Ia menambahkan, tubuh tidak bisa mendapatkan cukup oksigen karena infeksi yang terjadi dan kondisi ini bisa berakibat fatal, bahkan mungkin mematikan. Menurutnya, ISPA harus dianggap sebagai kondisi darurat, jika mencurigai terjadinya serangan ISPA, segera cari bantuan medis. Kondisi ini berpotensi menyebar dari orang ke orang. Sehingga jelas dia, bagi yang mengalami kelainan sistem kekebalan tubuh dan juga orang yang lanjut usia akan lebih mudah terserang penyakit ini. "Terlebih lagi pada anak-anak, di mana sistem kekebalan tubuh mereka belum terbentuk sepenuhnya," tegasnya. Memasuki musim hujan terjadi perubahan udara, sehingga udara yang dihirup bisa saja mengandung virus atau bakteri, gejalanya hidung tersumbat atau berair, para-paru terasa terhambat, batuk-batuk dan tenggorokan terasa sakit dan sering terasa lelah. Selain itu, penyakit yang sering timbul memasuki musim penghujan ini adalah Diare, yaitu buang air besar dengan tinja encer atau berair dengan frekuensi lebih sering dari biasanya, tidak normal atau sering disebut mencret. Menurut Ahyani penyakit Diare biasanya berlangsung beberapa hari dan sering sembuh atau hilang tanpa pengobatan. Akan tetapi adapula penyakit diare yang berlangsung selama berminggu-minggu atau lebih, gejalanya buang air besar encer dan sering kram perut, nyeri perut, demam, darah dalam tinja dan kembung. Ia menerangkan diare juga disebabkan infeksi virus atau bakteri dan terkadang efek dari keracunan makanan atau cuaca dingin. "Kami sudah menyiapkan pertolongan pertama bagi penderita dua penyakit ini agar mendatangi Puskesmas yang tersebar di 30 kecamatan di kota Bandung," pungkasnya. (Dudy Supriyadi)





























