Wah, Indonesia Alami Deflasi 0,45%

Jakarta, Obsessionnews - Akibat adanya penurunan harga bahan bakar, bahan makanan, dan sebagainya, membuat Indonesia alami deflasi 0,45%. Pada April 2016 Indonesia mengalami deflasi 0,45% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di level 123,19. Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 0,94%;kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,13%;dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 1,60%. “Berdasarkan hasil pantauan BPS di 82 kota terjadi penurunan IHK dari 123,75 pada Maret 2016, menjadi 123,19 pada April 206, karena 77 kota mengalami deflasi dan 5 kota mengalami inflasi,” jelas Kepala BPS Suryamin saat konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (2/5/2016). Baca juga:BI Beri Penghargaan 13 Klaster Pengendali InflasiBPS: Upah Buruh Secara Riil Turun Isu Kenaikan Suku Bunga FFR tak Pengaruhi Inflasi Maret Deflasi tertinggi terjadi di Sibolga (1,79%) dengan IHK 124,29 dan terendah di Singaraja (0,06%) dengan IHK 131,14. Inflasi tertinggi terjadi di Tarakan (0,45%) dengan IHK 132,98 dan terendah di Banjarmasin (0,04%) dengan IHK 122,84. Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,35%;kelompok sandang 0.22%;kelompok kesehatan 0,31%;dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,03%. Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada April 2016 adalah bensin, cabai merah, beras, ikan segar, tarif listrik, daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, kentang, tarif angkutan dalam kota, tarif angkutan udara, kacang panjang, sawi hijau, tarif angkutan antar kota, dan solar. Sedang komoditas yang mengalami kenaikan adalah bawang merah, tomat, sayur, bawang putih, wortel, apel, jeruk, pepaya, minyak goreng, rokok kretek, rokok kretek filter, dan kontrak rumah. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–April) 2016 sebesar 0,16% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2016 terhadap April 2015) sebesar 3,60%. Komponen inti pada April 2016 mengalami inflasi sebesar 0,15%;tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–April) 2016 sebesar 0,96%;dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (April 2016 terhadap April 2015) sebesar 3,41%.@reza_indrayana





























