Ulama Tidak Ingin Ada Kekuatan Ketiga Tambah Konflik PPP

Ulama Tidak Ingin Ada Kekuatan Ketiga Tambah Konflik PPP
Panitia Munas Alim Ulama PPP di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (11/5/2017

Jakarta, Obsessionnews.com – Ulama dan para tokoh serta para kader tidak menginginkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus menerus mengalami konflik yang berkepanjangan antar dua kubu yang terlibat, yakni Romahurmuziy atau Romy dan Djan Faridz.

Hal itu dikatakan oleh Anggota Majelis Tinggi PPP Zarkasih Nur. Sebab itu ia tidak ingin ada pihak ketiga yang dengan sengaja ingin menambah konflik PPP. “Kami hindari terbentuknya kekuatan ketiga, karena kalau itu terjadi maka PPP bukan bertambah kuat namun bisa semakin hancur,” kata Zarkasih Nur di Jakarta, Minggu (14/5/2017 ).

Zakarsih mengatakan telah melaksanakan Rapat Majelis Tinggi PPP yang dilaksanakan pada Sabtu (13/5). Dalam rapat tersebut dibahas
terbentuknya Majelis Penyelamat PPP oleh beberapa pihak termasuk dirinya atas dasar keprihatinan dan teguran dari para ulama terkait kondisi partai.

Namun, dia enggan menamakannya Majelis Penyelamat karena hanya berbentuk forum kader yang ingin terwujud keutuhan dan kembalinya citra partai. “Kami memang berembuk dan berkumpul, namun istilahnya bukan penyelamat partai namun lebih pada bagaimana mengembalikan keutuhan dan citra partai,” ujarnya.

Ia yakin untuk menyatukan kembali PPP antar dua kubu bisa dilakukan tanpa melalui jalur Muktamar Luar Biasa (MLB), karena semua pihak di PPP harus mengikuti aturan yang diatur dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Menurutnya, forum itu hanya sebagai gerakan moral untuk menjaga keutuhan partai dan meningkatkan citra PPP sehingga akan terus berlanjut. Dia menjelaskan dalam Rapat Majelis Tinggi PPP juga disimpulkan bahwa pasca Pilkada terasa adanya perbedaan di internal sehingga butuh penguatan dan perbaikan citra.

Sebelumnya beberapa kader internal dan eksternal PPP membentuk Majelis Penyelamat Partai Persatuan Pembangunan (MP-PPP) dan berniat menyelenggarakan musyawarah nasional ulama untuk mendamaikan dua kubu yang bertikai.

MP-PPP ini dimotori petinggi kedua kubu seperti Anwar Sanusi (anggota majelis tinggi kubu Romahurmuziy), Habil Marati (wakil ketua umum kubu Djan), Sukri Fadholi (Ketua DPP PPP kubu Djan).Selain itu ada Rudiman (Ketua DPP kubu Romahurmuziy), Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam, dan anggota DPRD DKI Abraham Lunggana alias Haji Lulung.

Rencananya dalam munas itu akan mengundang seribu ulama dari seluruh provinsi di Indonesia dan para ulama akan menentukan sikap terkait konflik di PPP. Namun pihak dari MP-PPP ini menampik mencoba membuat partai baru. (Albar)

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.