Traveloka Terancam Bangkrut?

Traveloka Terancam Bangkrut?
ilustrasi traveloka. (BBC)

Panggung media sosial diriuhkan dengan tagar #UninstallTraveloka — buntut kontroversi di Perayaan 90 tahun Kolese Kanisius.

Bos Traveloka, Derianto Kusuma, dituding warganet ‘mendukung walk out Ananda Sukarlan dan ‘menyalami Ananda’. Pihak Traveloka melalui Busyra Oryza membantah, sebab menurutnya Derianto tidak hadir menerima penghargaan di acara tersebut.

Pianis Ananda Sukarlan ke luar meninggalkan tempat acara saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan pidatonya pada peringatan 90 tahun Kolese Kanisius, Sabtu (11/11).

”Kami bangga salah satu pendiri kami menerima penghargaan dari Alumni Kanisius. Akan tetapi beliau berhalangan hadir karena sedang melakukan perjalanan dinas,” ungkap Busyra kepada BBC Indonesia lewat jawaban tertulis. Dia tidak berkomentar lebih jauh soal dampak tagar tersebut terhadap bisnis Traveloka.

Namun, tagar yang bersandar pada informasi hoaks tersebut tetap bersirkulasi dan duduk di topik utama pembicaraan Twitter.

Sepanjang Selasa siang (14/11) tagar yang intinya mengajak warganet mencopot aplikasi Traveloka digaungkan dan sejauh ini lebih dari tiga ribu pengguna Twitter yang memakai tagar #UnisntallTraveloka dalam kicauan mereka.

Yang ramai berbincang dengan tagar tersebut kebanyakan adalah pengguna yang membela Anies dan sejumlah pengguna yang menilai walkout Ananda Sukarlan sebagai simbol protes ‘wajar’. Ada segelintir pengguna Traveloka yang bersikap netral dan membela supaya situs tersebut dipertahankan.

Derianto dan Ananda Sukarlan merupakan alumni Kanisius yang dalam acara itu menerima penghargaan bersama dengan Franz Magnis Suseno, Irwan Ismaun Soenggono, dan Boenjamin Setiawan.

Sebelumnya Ananda Sukarlan dalam wawancara dengan BBC Indonesia sudah menjelaskan bahwa tindakannya didasari keputusan pribadi dan penerima penghargaan lain tidak terpengaruh. Dia menyebutkan bahwa penghargaan Derianto diwakili oleh ibunya, Franz Magnis pulang lebih awal karena tidak enak badan, dan dua lainnya ‘santai-santai saja’. (bbc.com)

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.