Travel Agen Asing Mulai Serbu Indonesia

Travel Agen Asing Mulai Serbu Indonesia
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono.

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua DPP ASITA (Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies) Aswani Bahar mengungkapkan, semakin banyak wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke Indonesia ternyata menggunakan biro perjalanan asing ilegal, dan kebanyakan biro perjalanan ilegal tersebut tidak menaati peraturan wisata di Indonesia dengan memberikan paket wisata murah.

Selain itu, keberadaan agen ilegal semakin menggerus bisnis perjalanan Indonesia lainnya yang legal, pasalnya banyak wisman yang di bawa oleh biro perjalanan ilegal tidak membawa kembali para wisatawannya. “Dari biro perjalanan ilegal (yang membawa wisman dari Tiongkok) itu banyak yang tidak pulang. Setelah mereka yang datang ke Indonesia harusnya pulang. Tapi kalau ilegal banyak yang tidak kembali,” kata Aswani kepada wartawan seperti dilansir situs online, Selasa (10/1/2017).

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono menyatakan prihatin. Kini travel agen asing mulai menyerbu Indonesia. “Jadi, ini sebuah konsekuensi dari adanya MEA, namun karena pemerintah yang kurang cerdas dan cekatan dalam melihat opportunity dan ancaman terhadap serbuan corporation dan sektor usaha milik asing, ya akhirnya pangsa pasar Indonesia diambil oleh mereka dengan cara mudah,” paparnya kepada Obsessionnews.com, Selasa (10/1).

Terkait masalah banyaknya konsumen jasa traveling dan wisata yang dimakan habis oleh travel agen asing ilegal, maka semakin menunjukkan kalau pemerintah sekarang ini knock out di arena MEA di bidang perlindungan usaha travel agen domestik. “Tentu saja banyak masyarakat Indonesia lebih tertarik menggunakan travel agen asing yang ilegal dan legal mungkin saja dari sisi harga, kemudahan kualitas dan layanan jauh lebih baik dari travel agen milik asing,” tutur Arief Poyuono.

Apalagi, lanjutnya, saat ini kemajuan teknologi informasi komunikasi dan telekomunikasi (ICT) berkembang pesat terutama travel agen dan jasa layanan transportasi dari luar negeri yang sudah banyak menggunakan informasi teknologi dan komunikasi untuk melakukan marketing, promotion dan penjualan produk-produk mereka sehingga mudah diakses dan dilihat produknya oleh konsumen dari Indonesia.

“Sementara travel agen kita dan airlines kita kurang bisa melihat sebuah strategi penggunaan ICT untuk merebut pasar jasa perjalanan dan transportasi di luar negeri,” tandasnya.

Menurut Arief, ketidakmampuan pemerintah Joko Widodo (Jokowi) terutama anak buahnya yang mengurusi sektor kominfo dan pajak serta industri pariwisata menyebabkan negara dirugikan puluhan triliun, karena mereka tidak bisa melihat adanya opportunity penerimaan negara dari travel agen yang menjual produknya melalui online serta banyaknya real transaksi keuangan menggunakan teknologi online.

“Yang pasti kalau anak buah Joko Widodo cerdas dan bisa menangkap setiap opportunity dari globalisasi, maka tidak perlu Presiden ‘memeras’ rakyat dengan menaikkan harga BBM, menaikkan pajak kendaraan bermotor serta mencabut subsidi listrik 900 KW yang tidak mungkin warteg dan pedagang kaki lima serta pedagang bakso keliling dipalakin juga lewat pajak oleh Joko Widodo karena minimnya penerimaan negara,” ujarnya.

Arief mengingatkan, yang pasti belajar dari kasus travel agen asing dampaknya jelas akan mengurangi kesempatan kerja bagi masyarakat Indonesia terutama tour guide dan pekerja di sektor Jasa travel agen. “Jadi tinggal tunggu saja satu per satu sektor usaha di Indonesia dibrondolin oleh serbuan pengusaha asing, karena ketidakmampuan Presiden kita dalam menghadapi pasar bebas,” tegas pentolan Gerindra ini. (Red)

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.