Tommy Soeharto Tak Ingin Ada Partai Golkar Indonesia

Tommy Soeharto Tak Ingin Ada Partai Golkar Indonesia
Jakarta, Obsessionnews – Dalam seminggu terakhir ini santer merebak isu akan berdiri Partai Golkar Indonesia. Isu ini membuat suhu politik di Golkar semakin memanas menjelang digelarnya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk memilih ketua umum pada enam bulan mendatang. Isu rencana pendirian Partai Golkar Indonesia ramai muncul di media sosial. Entah siapa yang pertama kali menghembuskan isu ini. Diduga keinginan mendirikan Golkar baru dilakukan oleh kader-kader Golkar yang khawatir tokoh yang didukungnya kalah dalam Munaslub. Kader Golkar Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto mengaku prihatin dengan maraknya isu pendirian Partai Golkar Indonesia. Hal itu diungkapkan Tommy melalui staf khususnya, Tri Joko Susilo, kepada Obsessionnews.com, Sabtu (30/1/2016). “Pak Tommy tidak ingin ada partai sempalan yang kecewa atas Munaslub,” kata Tri yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) Himpunan Masyarakat Peduli Indonesia (HMPI). Tommy termasuk salah seorang yang disebut-sebut bakal maju di Munaslub. Yang paling gencar mendorong Tommy untuk merebut kursi ketua umum Golkar adalah HMPI. Organisasi kemasyarakatan (ormas) ini didirikan Tommy pada pertengahan 2015 dan memiliki puluhan ribu anggota yang tersebar di 34 provinsi. HMPI telah membentuk Poros Golkar-Tommy Soeharto untuk mendukung Tommy maju di Munaslub. Tri mengatakan, Poros Golkar-Tommy Soeharto untuk menampung aspirasi pengurus-pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat I dan II Golkar se-Indonesia dalam rangka menjadi poros alternatif Golkar. “Kami aktif berkomunikasi dengan para pengurus DPD Golkar se-Indonesia untuk mendukung Mas Tommy,” kata Tri. Menurutnya, sudah saatnya Golkar dipegang kembali oleh keluarga Cendana. Golkar membutuhkan figur pimpinan yang kharismatik dan disegani kawan dan lawan. Tommylah yang paling pas memimpin Golkar. “Saya berkeyakinan jika Golkar dipegang kembali oleh keluarga Cendana partai ini akan berjaya lagi,” tuturnya. Keluarga Cendana adalah julukan populer bagi keluarga mantan Presiden Soeharto yang tinggal di Jl. Cendana, Jakarta Pusat. Soeharto adalah pendiri Golkar dan ketua dewan pembina Golkar. Setelah berkuasa selama 32 tahun berkuasa, Soeharto akhirnya lengser keprabon dari Istana Presiden pada 21 Mei 1998. Beberapa bulan setelah tidak lagi menduduki kursi RI-1, jabatannya di Golkar pun dicopot. Seperti diketahui Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar di Jakarta, 23-25 Januari 2016, memutuskan akan menggelar Munaslub tahun ini untuk memilih ketua umum yang baru. Munaslub itu sebagai solusi paling tepat untuk mengakhiri konflik di tubuh Golkar. Pasca Pilpres 2014 Golkar terbelah menjadi dua kubu, yakni kubu Ical dan kubu Agung Laksono. Kubu Agung Laksono didukung oleh pemerintah. Sementara Golkar Ical yang semula berada di Koalisi Merah Putih (KMP) yang mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, kemudian berubah haluan mendudukung pemerintahan Jokowi-JK. Keputusan mendukung pemerintah itu diambil dalam Rapimnas Golkar pekan lalu. (arh)