Lawan Sassuolo, Dybala Menggila!

Dybala vs Sassuolo

Obsessionnews.com – Luar biasa! Kalimat itu cukup untuk menggambarkan aksi Paulo Dybala yang menggila di di Mapei Stadium, Minggu (17/9/2017).

Bertandang ke kandang Sassuolo, tandem Lionel Messi di Timnas Argentina itu mencetak hat-trick untuk membawa Juventus kembali bercokol di puncak klasemen sementara Serie A Italia.

Terus-terusan menekan, tim asuhan Massimiliano Allegri langsung unggul saat babak pertama baru berjalan 16 menit.

Mario Mandzukic yang menyisir sebelah kiri mengirim umpan ke tengah lapangan. Tepat searah jarum jam dari gawang Sassuolo, Dybala melakukan sepakan kencang yang sangat indah.

Bagi Dybala, gol tersebut spesial karena menjadi golnya yang ke-50 pada pertandingan ke-100 bersama Bianconeri.

Sassuolo bukan tanpa perlawanan. Pada menit ke-28, Falcinelli sempat membuat asa Neroverdi meninggi. Striker bernomor 11 itu lolos dari jebakan off-side dan melakukan sepakan yang mengancam gawang Gianluigi Buffon. Namun sayang, tendangannya terlampau lemah sehingga bola dengan mudah diantisipasi oleh penjaga gawang nomor satu Italia tersebut.

https://www.youtube.com/watch?v=bw6NmVXX9RI

Usai turun minum, Dybala makin menggila! Babak kedua baru berjalan empat menit, eks Palermo itu sukses menggandakan keunggulan bagi Bianconeri. Kali ini, Dybala sukses berkelit dari kepungan bek lawan untuk menuntaskan umpan Juan Cuadrado.

Unggul dua gol tak berarti mematahkan semanmgat Sassuolo. Dua menit berselang, Matteo Politano memperkecil kedudukan usai memanfaatkan situasi kemelut di depan gawang Juve.

Situasi 1-2 bagi tim tamu segera berubah saat pertandingan memasuki menit ke-63. Lagi-lagi Dybala menjadi protagonista.

Pelanggaran yang terjadi tak jauh dari kotak penalti menjadi awal proses terciptanya gol ketiga striker berkaki kidal itu. Tendangan melengkung dan kencang milik Dybala membuat Consigli berdaya.

Hingga wasit D Massa meniup peluit tanda laga usai, skor 1-3 tetap bertahan. Hat-trick Dybala membawa Juventus meraih poin yang sama dengan Inter Milan yang menang atas Crotone. (Fath)

Allegri: Kami Dihukum Barcelona!

Obsessionnews.com – Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, menilai timnya kurang efektif saat menghadapi Barcelona pada matchday pertama Grup D Liga Champions di Camp Nou, Rabu (13/9/2017) dinihari WIB. Dengan kalah 3-0 ia merasa seperti mendapat hukuman dari kelihaian pemain Barcelona.

“Kami dihukum karena kesalahan pertama, 30 detik jelang babak pertama usai, saat kami tidak menutup Lionel Messi atau melanggarnya,” kata Allegri, Rabu.

Barca memecah kebuntuan melalui gol Messi pada menit ke-45. Gol ini praktis menjadi penutup aksi di babak pertama. Memasuki paruh kedua, Barca masih menguasai permainan. Mereka mampu mencetak dua gol tambahan, masing-masing lewat Ivan Rakitic pada menit ke-56 dan Messi pada menit ke-69.

“Setelah istirahat kami segera mendapat peluang besar dengan Paulo Dybala, namun saat ruang terbuka, Barcelona menjadi sangat berbahaya. Permainan ini harus dimainkan dengan pikiran. Kami kebobolan gol pertama dan ketiga melalui serangan balik saat kami mencoba maju,” ucap Allegri.

Diakui Allegri bahwa kelemahan Juventus adalah tidak bisa mengawal permainan Lionel Messi dengan pertahanan yang lemah. “Ini tentang memiliki kekuatan untuk bertahan dalam permainan sampai akhir, karena Anda selalu bisa bangkit dan bahkan mengubahnya,” Allegri mengakhiri.

Dengan kemenangan ini, Barcelona sementara memimpin klasemen Grup D dengan tiga poin. Sementara Juventus berada di dasar klasemen dengan poin nol. (Albar)

Juventus Gagal Taklukkan Atmosfer Panas Kandang Barcelona

Barcelona

Jakarta, Obsessionnews.com – Momen besar menanti kiper andalan Juventus, Gianluigi Buffon. Ia dan rekan-rekannya harus menaklukkan atmosfer panas di rumah FC Barcelona dalam laga perdana fase grup Liga Champions 2017-2018. Namun sayang, penantian itu harus kandas. pasalnya,  pada pertandingan itu Juventus harus menelan kekalahan 3-0 dalam laga Grup D Liga Champions di Stadion Camp Nou, Barcelona, Rabu (13/9/2017) dini hari WIB. Dalam laga tersebut, gol Barcelona dicetak oleh Lionel Messi pada menit ke-45, 69′ dan Ivan Rakitic 56′.

Ternyata, pertandingan antara Barcelona versus Juventus itu menjadi trending topic di mesin pencari Google. Pantauan Obsessionnews.com pada Rabu (13/9) pukul 10:30 berita ini dicari lebih dari 100.000 orang.

Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde (53) mengatakan, secara keseluruhan Barcelona tampil bagus. “Tetapi kami memang mesti sabar dalam merebut bola dan menciptakan peluang,” ucap Valverde.

Gol Barcelona ke Kandang Juventus

Dia mengaku, gol Barcelona ke kandang Juventus yang dihasilkan oleh Messi mengubah segalanya. Setiap kali Messi memegang bola, Anda hanya akan berpikir bahwa sesuatu yang bagus bisa terjadi. “Saya sangat menderita ketika harus menghadapi Messi sebagai pelatih tim lawan. Namun, sekarang saya menikmati permainannya,” tutur Valverde.

Sekedar untuk diketahui, sebelum membesut Barcelona, Valverde menangani Athletic Bilbao. Dia sempat melakoni tujuh partai di Liga Spanyol melawan Barcelona. Dalam kurun waktu tersebut, Messi mengemas empat gol dan lima assist ke gawang Bilbao asuhan Valverde. Bahkan, tujuh pertandingan itu selalu dimenangi Messi dan kawan-kawan. (Poy)

Ivan Rakitic: Kemenangan Barcelona Kado Spesial

Obsessionnews.comBarcelona berhasil membalaskan dendam atas Juventus dengan meraih kemenangan 3-0 tanpa balas di ajang penyisihan Group D Liga Champions pada Rabu (13/9/2017) dini hari. Kemenangan ini disebut sebagai kado spesial Barcelona untuk pelatih barunya Ernesto Valverde.

“Sangat penting untuk memulai kompetisi dengan kemenangan. Namun, kami baru saja berganti pelatih, jadi kemenangan ini terasa spesial,” ujar pemain Barcelona, Ivan Rakitic seperti dilansir dariFootball Italia, Rabu.

Diakui Rakitic tidak mudah bagi tim untuk menyesuaikan ritme permainan dengan adanya pelatih dan pemain yang baru. Namun ia melihat, sekuadnya berhasil memberikan performa terbaik saat menghadapi Juventus diawal musim ini.

“Jika kami bisa mempertahankan penampilan seperti dalam pertandingan melawan Juventus. Barcelona akan sangat sulit dikalahkan,” ucap pemain asal Kroasia tersebut.

Ivan Rakitic turut menyumbang satu gol pada laga melawan Juventus. Rakitic berhasil memanfaatkan asis yang diberikan Leonel Messi dengan baik. Dua gol lainnya disumbangkan oleh Messi sebagai pemain terbaik Barcelona sepanjang sejarah.  (Albar)

Ditekuk Barca, Allegri Kritik Pertahanan Juventus

Pelatih Juventus Massimiliano Allegri kurang puas terhadap lini pertahanan timnya saat takluk 3-0 dari Barcelona di laga perdana Grup D Liga Champions, Rabu (13/9) dini hari WIB.

Messi menjadi bintang kemenangan Blaugrana sekaligus melampiaskan dendam kekalahan lawan Juventus di Liga Champions musim lalu.

Barcelona gagal menaklukkan Juventus musim lalu, tapi kini Lionel Messi menciptakan hasil yang berbeda di Camp Nou.

Juventus mampu membuat Barca tidak berdaya selama 180 menit sehingga mereka sukses menang agregat 3-0 di laga perempat-final Liga Champions musim lalu, tapi kini juara Serie A Italia itu harus mengakui keunggulan klub raksasa Spanyol tersebut.

Gol brilian dari Lionel Messi membawa Barca unggul di penghujung babak pertama, di babak kedua mereka bahkan mampu tampil lebih mendominasi lagi.

Messi turut berperan dalam gol kedua Barca yang Ivan Rakitic ciptakan, bintang asal Argentina itu kemudian mampu mencetak gol keduanya di laga ini. Pertahanan Juve yang tidak diperkuat Giorgio Chiellini yang cedera, dan Leonardo Bonucci yang telah hengkang ke AC Milan, nampak kehilangan kekuatannya.

“Kami bermain bagus di babak pertama tapi ketika Anda bermain di laga seperti ini, Anda harus bisa memaksimalkan kesempatan,” ujar Allegri seperti dikutip dari Goal Internasional.

“Kami tidak melakukannya dan kemudian kami dihukum di akhir babak pertama. Ironisnya kami kebobolan tiga gol dari serangan balik tapi ini adalah kesalahan terburuk kami karena seharusnya kami bisa tetap kompak setelah Barcelona mencetak gol.”

“Tentu mereka memiliki pemain yang bisa mengubah jalannya setiap laga, tapi kami seharusnya menampilkan yang lebih baik di babak kedua.”

“Anda tidak bisa berharap bisa datang ke sini dan mendominasi jalannya laga, jadi kami harus lebih baik lagi dalam hal mental, selalu mencoba tetap fokus di pertandingan meski segalanya nampak sulit.”

“Jika Anda memberikan ruang untuk Messi, Anda akan dihukum.”

Lionel Messi dihadang dua pemain Juventus. (goal.com)

Barca Gunduli Juve 3-0

Barcelona membuka kampanye mereka di Liga Champions musim ini dengan meyakinkan setelah membukukan kemenangan 3-0 atas Juventus di Camp Nou, Rabu (13/9) dini harwi WIB. Hasil ini sekaligus membalas sakit hati mereka disingkirkan Juventus di perempat-final edisi musim lalu.

Sama-sama menatap laga ini dengan bekal tren positif, kedua tim menyuguhkan permainan menarik sejak awal permainan dengan Barcelona lebih banyak memegang penguasaan bola ketimbang Juventus.

Hanya saja, meski lebih dominan dalam menguasai bola, pasukan Ernesto Valverde tak begitu efektif dalam menyerang. Justru Juventus yang lebih mengancam gawang tuan rumah melalui dua tembakan ke gawang dalam periode 15 menit pertama.

Menit ke-20, Barcelona punya kans terbuka untuk bisa unggul setelah adanya pelanggaran Blaise Matuidi pada Andres Iniesta. Eksekusi tendangan bebas Lionel Messi sedikit di luar kotak penalti membentur pagar hidup dan bola sambaran Luis Suarez secara cemerlang ditepis Gianluigi Buffon.

Momentum permainan Juventus mulai terganggu dengan cedera yang dialami Mattia De Sciglio, Stefano Sturaro masuk mengisi posisi bek kanan yang bukan favoritnya. Hal itu dimanfaatkan Barcelona utuk bisa membuka keunggulan beberapa saat sebelum turun minum berkat sepakan mendatar Messi setelah umpan satu dua dengan Suarez.

Aksi positif Messi setelah membobol gawang Buffon untuk pertama kali dalam kariernya berlanjut di awal babak kedua dan hampir menggandakan keunggulan apabila tembakannya dari luar kotak penalti tak digagalkan tiang gawang. Bola sempat membentur tubuh Buffon, namun beruntung bagi Juventus karena kemudian meninggalkan lapangan.

Dominasi tekanan yang terus dilancarkan Barcelona membuat pertahanan Juventus semakin goyah dan kembali bobol pada menit ke-56. Berawal dari pergerakan Messi, umpan silangnya menciptakan kemelut dan bisa dihalau Andrea Barzagli, tapi bola liar yang dieksekusi Ivan Rakitic bersarang ke gawang Juventus.

Organisasi permainan Juventus semakin kacau setelah tertinggal dua gol dan alih-alih bangkit mengejar skor, justru mereka kembali kecolongan melalui aksi individu Messi pada menit ke-69 setelah tembakan kaki kirinya yang meneruskan umpan Iniesta membuat Buffon terpaku.

Suarez sempat membuat publik Camp Nou bersorak keempat kalinya, tapi golnya dianulir setelah posisi Jordi Alba sebagai pengumpan off-side. Dalam sepuluh menit akhir, Juventus terus mencari gol konsolasi, termasuk memainkan penyerang muda Fabrizio Caligara, tapi hasilnya nihil.(*/goal.com/Red)

Baca Juga:

Kalahkan Juve, Barcelona Sukses Tuntaskan Dendam

Messi - Juve

Obsessionnews.com – Barcelona sukses melampiaskan dendam atas kekalahan dari Juventus pada gelaran perempat-final Liga Champions Eropa musim lalu. Brace Lionel Messi dan satu gol dari Ivan Rakitic membungkam Bianconeri di Camp Nou, Rabu dini hari (13/9/2017).

Bertandang ke markas Barcelona, pelatih Juve Massimiliano Allegri tak membawa seluruh pemain andalannya. Giorgio Chiellini, Sami Khedira, dan Claudio Marchisio berada di meja perawatan dengan alasan cedera yang berbeda.

Sebaliknya, Blaugrana yang tampil di hadapan publiknya sendiri bermain full team. Minus Neymar yang hengkang ke Paris Saint-Germain, praktis komposisi Blaugrana tak ada yang berubah dari tahun lalu.

Meski mengawali laga dengan mendominasi ball possession, namun tim asuhan Ernesto Valverde tak bermain secara efektif. Faktanya, Bianconeri lebih banyak mengancam gawang Blaugrana.

Keunggulan Blaugrana baru tercipta saat babak pertama jelang masa injury time. Berawal dari cederanya bek kanan Mattia De Sciglio, permainan Juve hilang keseimbangan. Stefano Sturaro yang menggantikan De Sciglio tak bermain apik karena bek kanan bukanlah pos idealnya.

Celah inilah yang dimanfaatkan Messi Cs. Jelang turun minum, Blaugrana membuka keunggulan melalui Messi. Pemain Argentina ini melakukan placing indah usai umpan satu dua dengan Suarez.

Di babak kedua, permainan Juve tak jua membaik. Sebaliknya, El Barca semakin meningkatkan serangannya melalui Suarez, Rakitic, Messi, dan pemain anyar Dembele.

Tekanan demi tekanan yang diberikan Blaugrana akhirnya berbuah hasil. Pada menit ke-56, pergerakan Messi yang tak mampu diantisipasi lini pertahanan Juve menciptakan kemelut di muka gawang. Ivan Rakitic yang tak terkawal pun dengan mudah menceploskan bola ke gawang yang dijaga Buffon.

Unggul dua gol membuat permainan Barcelona menggila. Di sisi lain, permainan Juventus justru kalang-kabut karena aksi individu Messi. Alih-alih memperkecil ketinggalan, justru Buffon harus kembali memungut bola setelah Messi kembali menorehkan gol di menit ke-69. Messi yang melakukan aksi individu menuntaskannya dengan tembakan keras di pojok kiri gawang.

Public Camp Nou bahkan sempat bersorak saat Suarez menjebol gawang Buffon. Hanya saja wasit menilai gol Suarez dianulir setelah melihat Jordi Alba yang bertindak sebagai pengumpan berada dalam posisi off-side.

Skor 3-0 ini tetap bertahan hingga akhir pertandingan. Selain bisa menuntaskan dendam, Barcelona pun mengunci poin sempurna untuk mengawali gelaran Liga Champions Eropa musim ini. (Fath)

Zidane Sesali Tandukannya Pada Matterazzi

Obsessionnews.com – Legenda Perancis, Zinedine Zidane, mengaku tak sedikitpun bangga atas apa yang telah dilakukannya terhadap Marco Materazzi di final Piala Dunia 2006 silam.

Pelatih Real Madrid itu bahkan menyesalinya dan meminta agar tak seorangpun meniru perbuatannya tersebut.

“Sedikitpun saya tidak bangga. Sama sekali saya tidak bangga dengan apa yang sudah saya lakukan,” ungkap Zidane kepada Telefoot, Minggu (3/9/2017).

“Saya juga harus meminta maaf kepada anak-anak muda, kepada semua orang, kepada semua pelatih yang membuat sepakbola berbeda,” lanjutnya menyesal.

Insiden Zizou saat menanduk Materazzi di final Piala Dunia 2006.

Secara bijak, eks legenda Juventus menyebut insiden itu bagian dari sejarah hidupnya, suka ataupun tidak.

“Insiden itu bagian dari hidup saya, karier saya. Tentu ada hal-hal yang tak menyenangkan. Dan anda harus menerima dan menyerapnya,” urainya.

Di partai puncak Piala Dunia 2006, Zidane yang saat itu merupakan kapten Timnas Perancis memimpin laga melawan Italia. Pada laga yang digelar di Jerman tersebut, Zidane terlibat insiden bersama Materazzi.

Bintang Internazinale Milano itu dinilai menghina Zidane, sehingga pemain berdarah Aljazair marah dan menanduk Materazzi.

Tindakan Zidane berbuah kartu merah. Imbasnya, Zidane berada di bench ketika timnya menelan kekalahan dengan skor 5-3 di babak adu penalti. (Fath)

Juventus Awali Musim dengan Poin Maksimal

Turin, Obsessionnews.com – Peraih Scudetto musim 2016/2017, Juventus, mengawali musim dengan kemenangan telak 3-0 atas Cagliari. Tiga gol kemenangan Juve dicetak Mario Mandzukic, Paulo Dybala, dan Gonzalo Higuain.

Bermain di hadapan pulik Turin, Minggu dini hari WIB (20/8/2017), pasukan Massimiliano Allegri tampil penuh percaya diri sejak kick-off babak pertama. Instruksi sang pelatih agar Juve bermain dengan penuh kemarahan, usai dikalahkan Lazio di Piala Super Copa, direspon dengan baik.

Hasilnya langsung terlihat saat babak pertama baru berjalan 12 menit. Menerima umpan silang Stephen Lichsteiner di sisi kanan, Mario Mandzukic sukses membenamkan bola ke jala gawang lawan.

Tertinggal, Cagliari tak tinggal diam. Kerjasama Barella dan Diego Farias sesekali merepotkan barisan pertahanan Juve. Bahkan, untuk mementahkan serangan Cagliari, penjaga gawang Gianluigi Buffon berkali-kali melakukan penyelamatan gemilang.

Salah satunya terlihat pada menit ke-39. Pengadil lapangan F. Maresca menunjuk titik putih setelah melihat adanya pelanggaran oleh Alex Sandro melalui VAR. di momen krusial inilah Buffon tampil cemerlang dengan mementahkan ekskusi yang dilakukan Farias.

Petaka justeru kembali menghantam Cagliari. Enam menit berselang, La Vecchia Signora menambah keunggulan melalui pemilik No. 10 yang baru, Paulo Dybala. Striker timnas Argentina itu melesakkan bola dengan kaki kirinya, usai memaksimalkan long passing eks AS Roma, Miralem Pjanic.

Kedudukan 2-0 bagi Juve bertahan hingga wasit menghentikan babak pertama.

Pada interval kedua, Dybala Cs. kembali bermain spartan. Memanfaatkan mental lawan yang terlihat down, pasukan Hitam-Putih berkali-kali mengurung pertahanan Cagliari. Itu juga terlihat dari ball position yang mencapai 72:28 untuk Juve.

Peluang pertama lahir dari kaki Dybala. Tendangan melengkung khas miliknya hampir saja menambah pundi-pundi golnya. Sayang, percobaannya itu hanya membentur mistar gawang.

Tambahan keunggulan benar-benar terjadi pada menit ke-66. Gonzalo Higuain yang gagal mendapatkan peluang sejak babak pertama kali ini menjadi protaginsta bagi tuan rumah. Menerima umpan matang Alex Sandro, El Pipita sukses membobol gawang lawan.

Di waktu sisa, Juve bermain lebih santai. Max Allegri juga memainkan dua pemain anyar, Douglas Costa dan Blaise Matuidi, untuk membantu keduanya lebih memahami permainan tim.

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir, kedudukan 3-0 tetap tak berubah. Poin maksimal pun menjadi modal berharga bagi I Bainconeri untuk mengarungi musim 2017/2018.

 

Susunan Pemain

Juventus (4-2-3-1): Buffon; Lichtsteiner, Rugani, Chiellini, Sandro; Marchisio (Khedira 62′), Pjanic; Cuadrado (Costa 74′), Dybala, Mandzukic; Higuain (Matuidi 71′).

Cagliari (4-3-1-2): Cragno; Padoin (Joao Pedro 63′), Andreolli, Pisacane, Capuano; Frago, Cigarini (Dessena 82′), Ionita; Barella; Farias, Cop (Sau 81′).

(Fath)

Bek Milan Sebut ‘Sang Mantan’ Masih Perkasa

Obsessionnews.com – Meski menepikan Juventus demi menjaga konsentrasi penuh membela AC Milan, Leonardo Bonucci, tetap menyebut ‘sang mantan’ sebagai kandidat terkuat peraih Scudetto 2017/2018.

Di belakangnya, eks pujaan Juventini itu menilai Napoli sebagai pesaing terkuat berikutnya.

Serie A Italia edisi 2017/2018 segera bergulir pekan depan. Milan diprediksi banyak kalangan bisa mengganggu dominasi Juve usai menggelontorkan lebih dari 200 juta euro di bursa transfer.

Namun demikian, Bonucci sama sekali tak berpikir soal I Rossoneri sebagai salah satu klub penantang gelar Serie A. klub Kota Mode itu diyakininya masih berada di bawah level Juve dan Napoli.

“Juventus masih menjadi favorit dan juga Napoli yang memiliki peluang cukup besar untuk Scudetto,” ungkap Bonucci kepada Gazzetta dello Sport. “Sementara Milan masih ada di bawah Juve dan Napoli. Setelah itu, ada Milan lalu Roma dan Inter Milan,” tambahnya.

Menurut pemain 30 tahun itu, I Rossoneri masih membutuhkan sosok penyerang top untuk dapat menyaingi Juve dan Napoli.

“Jika Andrea Belotti atau Pierre-Emerick Aubameyang tiba? Belotti adalah seseorang yang membawamu maju, dia pekerja keras. Penyerang papan atas akan membuat banyak hal lebih mudah,” ujarnya.

Di laga pembuka musim 2017/2018, Juventus akan melawan Cagliari pada Sabtu (19/8/2017). Sementara, Milan akan bertandang ke markas Crotone pada hari Senin dini hari WIB. (Fath)

Lazio Akhiri Dominasi Juventus di Piala Super Italia

Obsessionnews.com – Juventus harus mengakui keunggulan Lazio usai dipermak tim ibu kota 2-3 dalam laga Piala Super Italia, Senin dini hari (14/8/2017). Kedua tim mencetak brace melalui Ciro Immobile dan Paulo Dybala dengan Murgia menjadi pembeda pada laga tersebut.

Berlaga di kandang Lazio, Olimpico Roma, kedua tim langsung bermain ofensif. Tim asuhan Massimiliano Allegri mengambil inisiatif terlebih dahulu memulai Alex Sandro di tiga menit awal.

Pemain Timnas Brasil itu menyisir sektor kiri dan mengirimkan umpan cantik untuk dicocor Juan Cuadrado. Beruntung bagi Lazio karena kipper andalannya, Thomas Strakosha, sukses membendung ancaman itu dengan kakinya.

Serangan berikutnya datang dari Gonzalo Higuain. Eks Napoli itu melepaskan sepakan keras, meski lagi-lagi Strakosha bisa menghalaunya.

Setelah itu giliran Tim Elang Biru gentian menyerang. Di titik inilah Juve harus sadar betapa pentingnya sosok Leonardo Bonucci di lini belakang. Cuadrado yang melakukan kesalahan fatal dimanfaatkan secara maksimal oleh tima suhan Simone Inzaghi.

Melalui counter attack, Immobile merangsek melewati barisan pertahanan Juve sebelum akhirnya dijatuhkan Gianluigi Buffon di kotak penalti. Kesempatan emas itu pun tak disia-siakan Immobile yang maju sebagai eksekutor.

https://www.youtube.com/watch?v=pJU1-KnJ_Lo

Lini pertahanan Juve benar-benar kendor di pertandingan ini. Kurangnya koordinasi antarbek kerap terlihat. Beruntung Juve memiliki Buffon yang tampil cukup baik.

Di paruh kedua, Lazio langsung menebar ancaman. Hasilnya langsung terlihat di menit ke-54. Immobile unggul dalam perebutan bola atas dengan para bek Juve. Immobile yang sejatinya berasal dari akademi Juventus itu sukses menanduk umpan silang Marco Parolo ke gawang Buffon.

Tertinggal dua gol membuat Juve tersengat. Max Allegri melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Douglas Costa, Federico Bernardeschi, dan Mattia De Sciglio. Tamabhan tiga pemain ini membuat daya gedor Juve meningkat drastis, terutama dari sektor sayap.

Hasilnya, Dybala sukses mencetak gol balasan lewat tendangan bebas di dekat kotak penalti. Bahkan, pemain penerus Alessandro Del Piero dengan no.10 itu mencetak brace untuk menyamakan kedudukan melalui titik putih di menit tambahan.

Laga berjalan seru di menit tersisa. Adalah Alessandro Murgia yang menjadi protagonista bagi Tim Elang Biru. Pemain muda Italia itu berhasil memaksimalkan umpan silang Jordan Lukaku dengan sepakan cukup keras di area kotak penalti untuk menjebol gawang Buffon ketiga kalinya.

Hasil 2-3 untuk Lazio bertahan hingga wasit D Massa membunyikan peluit panjang tanda laga usai. Lazio pun sukses mengakhiri dominasi Juve di Piala Super Italia. (Fath)

Kenakan Nomor 10, Del Piero Ucapkan Selamat Kepada Dybala

Obsessionnews.com – Paulo Dybala mendapat kesempatan emas kala diberikan nomor 10 oleh Juventus. Dybala resmi mendapat nomor punggung tersebut dan akan memakainya mulai musim 17/18.

Sebelumnya, santer terdengar nomor kramat tersebut akan diberikan pada Federico Bernardeschi. Namun ia menolak dan lebih memilih nomor punggung 33. Setelah itu, nomor punggung 10 tersebut rencananya akan diberikan pada Dybala sejak kedatangannya di tahun 2015.

Namun, kenyataannya justru diberikan pada Paul Pogba. Sayangnya, hanya semusim sang pemain mengenakan nomor tersebut, ia memilih hengkang ke Manchester United pada musim 2016.

Lewat akun twitternya, hari ini Juventus resmi merilis pengumuman pemberian nomor punggung tersebut pada pesepakbola berusia 23 tahun tersebut.

Disisi lain, pemain legenda Juventus, Alessandro Del Piero, juga mengucapkan selamat pada Dybala atas kesempatannya mengenakan nomor punggung 10 yang menjadi keramat di Juventus.

“Semoga beruntung Paulo Dybala. Nikmati layaknya Juventino sejati. Dan menghibur kami!” tulis Del Piero di akun twitter pribadinya. (Indah)

 

Juventus Resmi Berikan Nomor Keramat Kepada Dybala

Obsessionnews.com – Setelah sekian lama menjadi teka-teki, kabar tentang pemakai kostum keramat di Juventus akhirnya tersingkap. Pihak klub resmi menunjuk Paulo Dybala sebagai penerus para “Jenderal Turin” di skuad Hitam-Putih mulai musim ini.

Dybala didaulat berdasarkan prestasinya selama membela I Bianconeri. Tak cuma itu, sosok striker Timnas Argentina yang mulai digandrungi para Juventini itu juga menjadi faktor lain.

“Bermain dalam 94 penampilan untuk Juventus, penyerang Argentina itu telah mencetak 42 gol fenomenal. Dybala bertransformasi dari seorang penyerang tradisional menjadi penyerang yang lebih ke dalam, di mana kreativitas dan sorotan untukya membuat ia layak menjadi pemain Juventus bernomor 10 yang baru,” demikian tulis pernyataan resmi Juventus.

Sebelumnya, Dybala sempat diisukan bakal mengenakan nomor 10 ketika Paul Pogba hengkang ke Manchester United. Namun Pogba hanya semusim mengenakannya dan sejak saat itu nomor tersebut tak ada yang memilikinya.

Kedatangan winger Fiorentina, Federico Bernardeschi, ke Turin sempat memantik kabar jika nomor tersebut akan diberikan kepadanya. Namun nyatanya Bernardeschi lebih memilih nomor 33.

Di Juventus, nomor 10 menjadi “keramat” karena dikenakan para legendaris dengan skill di atas rata-rata. Sebelum Pogba yang hijrah ke United dengan memecahkan rekor banderol transfer, terdapat sejumlah nama beken, seperti Omar Sivori, Michel Platini, Roberto Baggio, dan Alessandro Del Piero. (Fath)

Real Madrid Turut Incar Paulo Dybala

Paulo Dybala

Real Madrid turut meramaikan perburuan tanda tangan penyerang Juventus, Paulo Dybala, yang juga tengah menjadi incaran Barcelona.

Tidak hanya itu, tim asuhan Zinedine Zidane tersebut juga menyiapkan tawaran menarik yang disiapkan untuk Juventus.

Dybala sendiri memang telah menjadi incaran Real Madrid sejak beberapa waktu silam. Namun, mereka harus bersaing dengan Barcelona yang juga mengincar sang penyerang sebagai pengganti Neymar.

Setelah ditinggal hengkang ke PSG, dikabarkan Lionel Messi merekomendasikan nama Paulo Dybala untuk menggantikan posisi Neymar.

Seperti dilansir Mundo Deportivo, Senin (7/8/2017) waktu setempat, Los Blancos menawarkan dana sebesar 85 juta euro untuk sang penyerang. Tidak hanya itu, mereka juga akan memberikan Mateo Kovacic kepada Bianconeri.

Kedua tawaran ini diharap mampu membuat Juventus tertarik dan melepas sang gelandang. Pasalnya, tim asuhan Massimiliano Allegri tersebut memang dikabarkan meminati jasa Kovacic dan berniat memboyongnya ke kandang mereka.

Tawaran menarik yang dikirim Real Madrid diharapkan mampu mengalahkan tawaran Barcelona yang bersedia mengeluarkan dana sebesar 120 juta euro untuk bia memboyong Dybala ke Camp Nou.

Meski begitu sejauh ini tim yang lekat dengan warna hitam putih ini belum berniat melepas gelandang berusia 23 tahun tersebut. Keuangan mereka yang stabil juga membuat tim tidak memiliki alasan untuk menjual para pemainnya. (Indah)

Leicester Tolak Tawaran AS Roma Atas Mahrez

Leicester City kembali menolak tawaran dari AS Roma untuk bisa menggandeng gelandang mereka, Riyad Mahrez, dengan nilai 35 juta euro atau sekitar 31,6 juta pounds. Padahal tawaran ini telah naik dari nai sebelumnya yang hanya 30 juta euro.

Seperti dilansir Sky Sport Italia penolakan terus dikirim pihak Leicester, karena pihaknya tidak akan melepas sang gelandang kurang dari 40 juta euro.

Kebutuhan AS Roma terhadap pemain sayap memang terbilang sangat mendesak. Hal ini dikarenakan mereka telah resmi melepas Mohammed Salah yang hengkang ke Liverpool baru-baru ini.

Melihat tekad Leicester yang tidak kunjung menurunkan bandrol tersebut, AS Roma pun mencantumkan nama lain di daftar mereka, seperti Juan Cuadrado (Juventus) dan Lucas Vazquez (Real Madrid).

Disatu sisi, sang pemain sebenarnya ingin membuka perbincangan dengan AS Roma, namun ia tidak bisa melakukan hal tersebut, karena timnya tidak menerima penawaran yang dikirim oleh mereka.

Mahrez pun mengaku senang telah diminati oleh salah satu klub besar. Meski begitu, ia tetap tidak bia melakukan apapun sebelum timnya menerima tawaran transfer atas dirinya. (Indah)

Inter Milan Siap Boyong Patrik Schick

Inter Milan dikabarkan siap menggelontorkan dana senilai 30 juta euro untuk bisa memboyong penyerang Sampdoria, Patrik Schick, ke San Siro dibursa transfer musim ini.

Sebelumnya Schick sempat direkrut oleh Juventus, namun perjanjian dibatalkan karena Schick terindikasi memiliki masalah pada jantungnya saat pemeriksaan medis. Ia pun dikembalikan ke Sampdoria kala itu.

Kini, setelah melewati serangkaian perawatan dan tes bersama Sampdoria, Football Italia, Minggu (6/8/2017), melansir Inter Milan ikut meramaikan perburuan tanda tangan sang penyerang berkebangsaan Ceko tersebut.

Nilai pembelian yang ditawarkan I Nerazzurri senilai 30 juta euro dengan bayaran 2 juta euro per musim dan ditambah bonus spesial.

Dalam kontrak tersebut dicantumkan perjanjian bahwa mereka hanya akan membeli bila masalah jantungnya berhasil teratasi. Selain itu, proses pembayaran ini juga diklaim akan diangsur selama tiga kali dengan kontrak pemain selama lima tahun.

Di sisi lain, Inter Milan nampaknya tengah bersiap kehilangan gelandang mereka, Gary Medel, yang kini dikabarkan menyepakati kesepakatan pribadi dengan klub Besiktas. Selain tidak memperpanjang kontrak, sang gelandang juga tidak masuk dalam squad tim 17/18. (Indah)

Klub Raksasa Turki Minati Gelandang Juventus

Obsessionnews.com – Surplus lini tengah yang dialami Juventus, coba dimanfaatkan oleh Galatasaray. Kabarnya, klub raksasa Turki itu meminati bek yang kerap berperan sebagai gelandang, Kwadwo Asamoah.

Galatasaray tak hendak langsung membeli pesepakbola 28 tahun tersebut. Kwadwo akan disunting Galatasarat dengan cara dipinjam dengan opsi pembelian di akhir musim.

Seperti dilansir Tuttosport, pada Sabtu (5/8/2017), Football Italia menyebut jika raksasa Istanbul tersebut ingin meminjam Asamoah dengan opsi pembelian senilai 9 juta euro. Kwadwo dikabarkan segera menerima pinangan tersebut lantaran mendapat garansi sebagai starter. Kontraknya dengan Juve berakhir pada musim panas Eropa tahun depan.

Posisi Kwadwo di Juve memang tengah riskan. Sejak musim lalu, pemain asal Ghana itu tak bermain reguler dalam skema pelatih Massimiliano Allegri. Apalagi musim ini dengan masuknya Douglas Costa, nasib Kwadwo semakin tak menentu.

Juve tampaknya hanya akan kehilangan pelapis Alex Sandro, jika Kwadwo hengkang. Meski Giorgio Chiellini juga pandai berperan di sektor kiri. Allegri tentunya harus cari pemain baru agar formasi yang akan diterapkan lebih bervariasi. (Fath)

Laga Sengit, Juve Kalahkan Raksasa Perancis

Obsessionnews.com – Raksasa Serie A, Juventus, akhirnya menuai poin maksimal di laga pramusim International Championship Cup 2017 di Hard Rock Stadium Florida, Amerika Serikat, Kamis (27/7/2017).

Setelah di pertandingan pertama menyerah dari Barcelona 1-2, Juve sukses mengungguli perlawanan Paris Saint-German (PSG) dengan skor 2-3.

Laga kedua tim berjalan seru hingga akhir. Gelombang serangan datang bergantian dari kedua kubu sejak peluit pertama kali dibunyikan. Percobaan pertama dilakukan anak-anak asuh Unai Emery melalui sundulan Blaise Matuidi dan tendangan Angel Di Maria dari luar kotak penalti.

Kendati PSG banyak melakukan ancaman, namun keberuntungan lebih dulu menyambangi Juventus. Adalah striker asal Argentina, Gonzalo Higuain, yang sukses mengoyak jala PSG di menit ke-45.

Kerja sama eks Real Madrid itu dengan kompatriotnya, Paulo Dybala, berujung sukses. Duo Argentina tersebut melakukan aksi satu-dua sebelum Higuain menaklukkan kiper PSG Alphonse Areola.

Tak mau kembali kalah di ajang ini, PSG langsung tancap gas di awal babak kedua. Hasilnya, delapan menit sejak kick-off babak kedua, PSG mampu menyamakan kedudukan melalui Goncalo Guedes yang sukses memanfaatkan assist Angel Di Maria.

Laga kali ini benar-benar berjalan seru. Juventus kembali unggul 10 menit kemudian. Penyerang belia Moise Kean berhasil merebut bola dari kesalahan passing yang dilakukan Layvin Kurzawa. Setelah sedikit menggiring bola, striker 17 tahun itu memberikan assist cantik untuk dimaksimalkan Claudio Marchisio. Tendangan keras kapten kedua Juve pun tak bisa dijangkau kiper PSG.

Kembali tertinggal, Emery menginstruksikan anak-anak asuhnya bermain lebih menekan. Berkali-kali lini pertahanan Juve dikepung dari berbagai sisi. Upaya untuk menyamakan kedudukan di antaranya datang dari sepakan Giovano Lo Celso. Juga dari sundulan Jese Rodriguez di muka gawang yang masih bisa dihalau dengan kematangan reflek yang sangat baik dari kiper Juve, Carlo Pinsoglio.

Akhirnya, upaya PSG pun membuahkan hasil pada menit ke-80. Pemain pengganti, Javier Pastore, mencetak gol setelah menjangkau bola kiriman Kurzawa dengan kepalanya. Pastore beruntung tidak mengalami cedera karena saat berebut bola, pelipisnya sempat membentur ujung sepatu Barzagli yang coba menghalau bola dengan melakukan salto.

Penentuan siapa yang jadi pemenang diketahui saat laga memasuki menit ke-89. Lewat aksi counter attack, Kean melakukan solo run. Kesulitan mengimbangi kecepatan Kean, bek PSG Presnel Kimpembe pun menjatuhkannya. Sayangnya, Kean dijatuhkan di kotak penalty, sehingga wasit T Unkel segera menunjuk titik putih.

Marchisio yang menjadi algojo sukses menjalankan eksekusi dengan sangat baik. Penjaga gawang PSG, Remy Descamps, bergerak ke arah yang salah saat Marchisio mengarahkan bola ke tengah gawang. Juve pun kembali unggu 2-3.

Di sisa laga, PSG tak mampu menyamakan kedudukan. Untuk kali kedua, PSG kembali kalah setelah di pertandingan sebelumnya kalah dari Tottenham Hotspur 2-4. Sementara bagi Juve, kemenangan ini menjadi yang pertama.

Selanjutnya, Bianconerri ditantang lawan ‘lokal’ sesama kompetitor di Serie A Italia, AS Roma, pada Senin dini hari WIB (31/7/2017) mendatang. Adapun PSG akan melawan juara Ligue 1 musim lalu AS Monaco pada Minggu dini hari WIB (30/7/2017) nanti. (Fath)

Bermasalah dengan Jantung Jadi Hambatan Schick Gabung Juve

Obsessionnews.com – Keputusan manajemen Juventus untuk tidak meneruskan proses transfer Patrik Schick berbuntut banyak dugaan. Pasalnya, sang pemain telah menjalani tes medis dan dinilai sedikit lagi bergabung dengan Juventus.

Belakangan muncul sangkaan bahwa Schick tak lolos tes medis sehingga Juve pun tak meneruskan hasratnya. Pihak Bianconeri sendiri tak secara jelas merilis apa sebab mereka tak jadi menggaet Schick.

Menanggapi rumor itu rekan Schick di timnas Ceko, Jakub Jankto, mengatakan bahwa Schick memang benar bermasalah dengan kesehatan. Jankto menyebut masalah jantung menjadi sebab gagalnya Schick bergabung.

Namun menurut pemain Udinese ini, kadar masalah jantung yang dimiliki rekannya sangat ringan. “Seharusnya tidak terlalu serius,” ujarnya dalam wawancara dengan TV klubnya, dikutip dari Football Italia, Rabu (19/7/2017).

Sebelumnya, Juventus memutuskan tak jadi meminang Schick setelah sang pemain menjalani tes media. Hasrat Juve untuk menjadikan Schick sebagai ‘the next Zlatan Ibrahimovic’ kolaps.

Saat ini, untuk menutupi kebutuhan di lini depan, Juve kembali melirik Keita Balde Diao dari Lazio. Keita merupakan pemain yang saat ini justru dikabarkan selangkah lagi bergabung dengan Inter Milan.

Kendati demikian, meski Inter sudah mencapai kata sepakat dengan Lazio untuk transfer Keita di angka €22 juta, namun diyakini jika Juve memiliki peluang lebih besar. Pasalnya, sang pemain pernah mengutarakan tujuan klub berikutnya adalah Juventus. (Fath)

Tolak Schick, Juve Serobot Keita dari Inter Milan?

Obsessionnews.com – Saga transfer rising star Patrik Schick yang melibatkan Juventus dan Sampdoria berakhir kolaps.

Sang pemain dipastikan tak akan ditebus Juve meski sebelumnya telah menjalani tes medis bersama jawara Serie A tersebut.

Juve kini ditengarai kembali mengalihkan radarnya pada bintang Lazio, Keita Balde Diao.

Ini tentu bukan kabar baru, mengingat La Vecchia Signora sudah dikaitkan sejak lama dengan winger enerjik tersebut.

Jika benar demikian, maka Inter Milan menghadapi ancaman serius. Pasalnya, Nerazzurri sedikit lagi merampungkan proses kepindahan Keita dari klub ibu kota, Lazio.

Apalagi sejak awal Keita hanya ingin hijrah dan bermain untuk Bianconeri.

Calciomercato.com melansir kabar bahwa kemungkinan Juventus mengalihkan radarnya pada Keita. Meski Inter sudah mencapai kata sepakat dengan Lazio untuk transfer Keita di angka €22 juta, namun diyakini jika Juve memiliki peluang lebih besar. (Fath)

Szczęsny Jalani Tes Medis di Markas Juventus

Obsessionnews.com – Juventus segera mendapatkan pelapis Gianluigi Buffon. Penjaga gawang Arsenal yang dua tahun terakhir membela AS Roma, Wojciech Szczęsny, saat ini tengah berada di markas La Vecchia Signora untuk merampungkan kepindahannya.

Kabar terkait transfer kiper timnas Polandia ini memang sudah lama beredar. Juve memang butuh kiper pelapis setelah Neto hengkang. Apalagi Szczęsny juga sudah tak menjadi rencana Arsene Wenger usai tersingkir oleh Petr Cech di Arsenal.

Kendati hanya menjadi kiper pelapis, namun peluang Szczęsny menjadi penjaga gawang utama di Juve terbuka lebar. Pasalnya, sinyalemen Buffon pensiun di akhir musim begitu kuat.

Usai menjalani negosiasi secara maraton dalam sebulan terakhir, Arsenal dan Juve sepakat soal transfer Szczęsny. Sang pemain sudah tiba di markas Juve untuk menjalani tes medis.

Kabar yang dilansir Tuttomercato menyebut Juve setuju menebus Szczęsny diangka €10 juta plus tambahan €2 juta sebagai bonus. Kiper berusia 27 tahun itu diyakini bakal menerima kontrak lima tahun, dengan gaji €3,5 juta per musimnya. (Fath)

Douglas Costa Senang Gabung Juventus

Obsessionnews.com – Douglas Costa mengaku senang bergabung dengan Juventus. Selain senang bakal dilatih Massimiliano Allegri,  pemain sepakbola kelahiran 14 September 1990 tersebut juga mengagumi sejarah dan proyek jawara Serie A enam musim berturut-turut itu.

“Saya mengagumi Juventus bahkan jauh sebelum ini. Saya merasa senang saat mendengar ketertarikan mereka pada saya. Arturo Vidal dan Alex Sandro mengatakan kepada saya soal gairah dan cinta suporter,” ujar penyerang kelahiran Brasil tersebut.

Tidak hanya itu, pada kesempatan perkenalannya ke publik sebagai pemain baru Juventus, ia mengatakan ia ingin membawa tim barunya tersebut ke level yang lebih tinggi di erbagai kompetisi.

“Saya berharap, pada waktunya, saya bisa menjadi salah satu pemain favorit mereka,” tukasnya.

Saya bahagianya dapat bergabung terlihat dari postingan di akun Instagram miliknya dan postingan akun Twitter Juventus yang memperlihatkan momen-momen latihan pertama Douglas sebagai pemain Juventus.

 

Diboyong dari bursa transfer pemain musim ini, status kepindahan Costa saat ini masih sebagai pemain pinjaman. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan Juventus menjadikannya pemain tetap di musim depan.

Sebelum bergabung bersama Bianconeri ia membela Bayern Munchen sejak tahun 2015 silam. Selain itu, ia juga bermain untuk timnas Brasil U-20 sejak tahun 2009. (Indah)

Ngotot di Bursa Transfer, AC Milan Wajib Juara! Mampukah?

Obsessionnews.com – Publik sepak bola terperangah dengan aktivitas AC Milan di bursa transfer musim panas tahun ini. Belum sempat hilang kekagetan terhadap kepindahan Leonardo Bonucci dari Juventus, kini jagad ‘bola bundar’ itu diramaikan perburuan Rossoneri atas para pemain lainnya.

Pada Minggu (16/7/2017) waktu setempat, manajemen Il Diavolo Rosso telah menuntaskan transfer Lucas Biglia dari Lazio. Gelandang 31 tahun ini menjadi pembelian ke-10 tim asuhan Vincenzo Montella sepanjang bursa transfer kali ini.

Berada di Milan sejak Jumat (14/7/2017), keesokan harinya Biglia menjalani tes medis bersamaan dengan Bonucci. Tak seperti eks Juventus yang dikontrak untuk lima tahun ke depan, Biglia ‘hanya’ menandatangani kontrak untuk tiga tahun.

Kabarnya, pemain asal Argentina ini ditebus dengan harga 17 juta euro dengan tambahan bonus sebanyak 3 juta euro. Pemain yang mencetak lima gol dan memberikan empat assist untuk Lazio dari 34 penampilan di Serie A itu menjadi pembelian ke-10 AC Milan pada bursa transfer kali ini.

Sebelumnya, manajemen AC Milan telah merekrut sembilan pemain untuk beragam posisi. Mereka adalah Andre Silva (38 juta euro), Hakan Calhanoglu (22 juta euro plus bonus), Andrea Conti (24 juta euro plus bonus), Mateo Musacchio (18 juta plus bonus), Ricardo Rodriguez (18 juta plus bonus), Franck Kessie (28 juta plus bonus), Fabio Borini (6 juta euro plus bonus), Antonio Donnarumma, dan Leonardo Bonucci (42 juta plus bonus).

Seolah tak puas, radar peraih 18 Scudetti mengarah pada pemain yang tajam di lini depan. Hal ini dikonfirmasi CEO AC Milan, Marco Fassone, yang mengaku tengah mempertimbangkan Pierre-Emerick Aubameyang, Andrea Belotti, dan Alvaro Morata sebagai target.

Melihat kengototan Milan tersebut, Walter Zenga menilai jika Montella saat ini tengah berada dalam tekanan hebat. Menurutnya, manajemen Rossoneri sudah pasti memberikan target tinggi kepada Montella.

“Jika mereka juga mendapatkan seorang striker, maka Montella praktis dibebani kewajiban untuk juara, dan itu tidak mudah. Tuntutan pasti meningkat,” kata Zenga seperti dikabarkan Corriere della Sera yang dikutip Football Italia.

Statement Zenga juga menjadi ‘warning’ bagi Montella akan hadirnya ekpektasi tinggi dari manajemen dan fans. Montella yang telah menangani klub sejak musim lalu itu harus memutus dominasi Juventus sekaligus menghadirkan trofi Scudetto bagi Il Diavolo Rosso.

Tak hanya itu, Milan yang finis di posisi keenam musim ini juga menembus zona kualifikasi Liga Europa. Dan tentu saja ekpektasi bakal semakin melambung dengan target menjuarai Liga Europa musim ini.

Mampukah? (Fath)