Tablik Akbar Garut Simbol Perlawanan Buat PDI-P di Pilgub Jabar

Tablik Akbar Garut Simbol Perlawanan Buat PDI-P di Pilgub Jabar
Faizal Assegaf

Oleh: Faizal Assegaf (Ketua Progres 98)

Arus gerakan solidaritas Bela Islam mulai terkonsolidasi di Jawa Barat dengan mengambil momen Tablik Akbar di Garut sebagai deklarasi perlawanan atas arogansi PDI-P.

Walaupun Tablik Akbar tersebut tidak mengusung tema gerakan anti PDI-P tapi hakikinya Aksi Bela Islam merupakan ekspresi kemuakkan terhadap Megawati dan PDI-P. Fakta tersebut tidak terbantahkan.

Kebangkitan kesadaran umat dalam solidaritas Bela Islam yang kini mulai merambah ke Jawa Barat dan akan berlanjut ke Jawa Timur dan Jawa Tengah, membuat PDI-P menuai kepanikan luar biasa.

Reaksi kemarahan umat dipicu oleh sikap PDI-P yang dinilai terlampau menzalimi rakyat dan getol menunjukan kebencian membabi buta kepada Islam.

Sikap bobrok PDI-P muncul secara sporadis di Pilgub DKI Jakarta mengusung narapidana penista Al Qur’an alias Ahok. Bukan hanya itu, tapi serangkaian kedengkian lainnya yang berakumulasi pada munculnya Perppu pembubaran Ormas.

Walhasil PDI-P ditempatkan sebagai barang haram dan menjadi musuh bersama mayoritas umat Islam. Bila gerakan tersebut membesar, maka PDI-P yang punya kerjasama strategis dengan Partai Komunis Cina terancam dibubarkan.

Kalau umat terus menggalang solidaritas secara gigih, maka sudah pasti PDI-P akan terpojok sebagai musuh utama dan akhirnya kehilangan dukungan rakyat. Langkah ke arah itu tampaknya terus bergulir.

Wajar saja umat bersatu dalam gerakan anti PDI-P, dalam demokrasi hal itu tidak dilarang bila pendekatan yang dilakukan melalui jalur damai dan konstitusional.

Bahkan, kemarahan umat Islam tersebut diperkirakan akan jauh lebih agresif dan revolusioner dari Pilgub DKI Jakarta. Dan kini apa yang tengah terjadi di Jabar, Jateng dan Jatim, jutaan umat Islam mulai bangkit secara masif.

Realitas tersebut akan menjadi gelombang besar yang terus bergerak menggulung arogansi PDI-P jelang Pilpres 2019. Hasilnya Jokowi tumbang dan PDI-P kehilangan legitimasi serta kursinya di parlemen. (***)

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.