Surat dari Pentolan Gerindra untuk Jokowi

Surat dari Pentolan Gerindra untuk Jokowi
Arief Poyuono.

Berikut adalah surat dari Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono, yang ditujukan kepada Presiden RI Ir H Joko Widodo (Jokowi). Surat ini sempat dikirim oleh pentolan Gerindra tersebut kepada obsessionnews.com lewat WhatsAap pada Kamis (12/10/2017). Berikut ini surat tersebut :

 

 

Surat untuk Sahabatku Kangmas Joko Widodo di tiga tahun pemerintahannya

 

Tiga tahun Pemerintahan Joko Widodo memang kalau diperhatikan ada lucunya, ada gaduhnya dan ada kerjanya.

Lucunya misalnya salah ngangkat menteri ESDM Archandra yang masih warga negara Amerika dan selang enggak berapa lama diganti dan diangkat lagi jadi Wakil menteri. Lucunya lagi ada yang berperan jadi posisi STER dalam pemerintahan Joko Widodo, kalau dalam catur. Siapa dia? Yaitu Luhut Panjaitan, satu satunya tokoh yang bisa berganti posisi di tiga tempat eh empat ya, dalam Pemerintahan, mulai dari Kepala KSP, Menkopolkam, Menko Maritim dan Caretaker Menteri ESDM.

Nah, gaduhnya masih ingat gaduh KPK vs Polri saat Mas BG mau jadi Kapolri. Aneh KPK langsung aja jadiin tersangka Mas BG dalam kasus Rekening Gendut, dan gaduhnya setelah Mas BG mengajukan Praperadilan KPK dan menang, kok Mas BG enggak dilantik jadi Kapolri. Gaduh lagi, akhirnya Komisioner KPK dicari juga kesalahannya sama Polisi.

Akhir untuk membalas rasa bersalah, Kangmas Joko Widodo memberikan jabatan Kepala BIN ke Mas BG dan bintang nya jadi empat alias Jenderal.

 

Nah, jelang tiga tahun gaduh lagi antara TNI dan Polri terkait kasus impor 5000 senjata yang mau dipake Polri.

Nah, sekarang kerja nya apa ayo si Kangmas Joko Widodo. Kalau saya suruh menilai kerja Kangmas Joko Widodo sih enggak jelek-jelek amat ya. Kalau dinilai ya 7,5 lah, belum sampai 10.

Memang kalau saya perhatikan Kangmas Joko Widodo ini senang kerja tak kenal waktu. Maklum, karena latar belakang beliau sebagai Pengusaha Mebel yang memang membuat dia hjarus Kerja Keras untuk bisa membuat mebel yang indah dan unik serta berproduksi tepat waktu dan memasarkannya dengan tidak mudah, karena mebel ‘kan sebuah barang yang tidak masuk kebutuhan primer bagi keluarga.

Saya menilai kalau Kangmas Joko Widodo itu sebenarnya sosok orang jujur dan baik yang mau mencoba menyelesaikan semua persoalan negara terutama masalah Ekonomi dan kesejahteraan Rakyat. Dia seorang decision maker yang hebat, bukan peragu kayak SBY.

Tapi sayang teramat sayang, Kangmas Joko Widodo terlalu risk taker dalam mempercepat perbaikan Ekonomi Nasional dan tidak pake tim Ekonomi berkelas Mercy baru, tapi menggunakan Tim Ekonomi second hand yang sebenarnya mereka lah bersama SBY yang membuat Ekonomi Indonesia susah untuk Take Off.

Sudah bagus sih alokasi Dana Subsidi BBM dialokasikan ke pembangunan Infrastruktur, tapi beresin dulu sebenarnya daya beli masyarakat nya dan pendapatan Masyarakat nya sehingga tidak kaget ketika harga BBM dan Listrik naik tinggi.

Begitu juga Kangmas Joko Widodo yang mencanangkan pertumbuhan 7 persen dalam Trisakti dan Nawacita nya dengan mengandalkan pembangunan Infrastruktur. Nah, akhirnya enggak kesampaian sampai tiga tahun ini, tumbuh hanya 5 persen aja.

Nah, sekarang Kangmas Joko Widodo baru sadar kalau proyek pembangunan Infrastruktur akhirnya memberatkan APBN dan menambah utang negara kan.

Nah, terus akhirnya target pembangunan Proyek Listrik 35.000 MW dalam Nawacita dikurangi. Lha, ini salah satu mesin pertumbuhan ekonomi lho… Nah, kalau dikurangi berarti pertumbuhan ekonomi akan jadi menurun dari 5 persen lho tahun depan.

Begitu juga targetnya swasembada pangan tahun 2017 tapi justru impor pangan kok besar banget ya, apa swasembada pangannya dihasilkan dari kebun dan sawah Negara lain ya…

Tapi di tiga tahun Pemerintahan Joko Widodo, saya nilai pak Joko Widodo hebat dan lihai dalam memimpin Negara ini. Semoga ya Kangmas tidak ada krisis Politik dan Ekonomi hingga Pilpres 2019,  Jangan sedih Kangmas, walau Tingkat Elektabilitas Kangmas kata beberapa Lembaga Survei terus turun, hiraukan itu dan Kerja Kerja Kerja … untuk Rakyat, yang penting ojo mikir Pilpres sik, yo.

 

Salam Hormat

Arief Poyuono
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra

 

Arief Poyuono saat bersama Jokowi pada Pilkada DKI lalu

 

 

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.