Sidang MKD 'Adili' Novanto Terbuka dan Dipasang TV

Jakarta, Obsessionnews - Awak media sangat antusias memantau perkembangan sidang kasus pelanggaran kode etik Ketua DPR Setya Novanto yang tengah dilakukan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Setiap informasi yang keluar dari MKD langsung bisa dikonsumsi oleh publik dengan berbagai sisi. Siang ini Rabu (2/12/2015), MKD membuka sidang perdananya dengan memanggil Menteri ESDM Sudirman Said sebagai saksi untuk dimintai keterangan tentang isi laporan pelanggaran etik Setya Novanto yang sudah diserahkan ke MKD beberapa waktu yang lalu.
MKD memutuskan sidang terbuka untuk umum. Namun, karena ruang sidang yang sempit dan tidak cukup menampung semua wartawan. Maka pihak MKD menyediakan siaran langsung jalannya sidang dengan mengunakan layar televisi yang dipasang persis di depan ruang MKD. Dari pantauan obsessionnews, puluhan awak media matanya terfokus melihat kearah layar televisi. Mereka seolah ingin mengetahui apa kiranya yang akan disampaikan Sudirman Said untuk mengungkap skandal Freeport yang melibatkan pimpinan DPR.
Sudirman sebelumnya sudah tiba di MKD pukul 12.45 WIB. Kepada wartawan ia mengaku siap untuk menyampaikan keterangan dan bukti-bukti tentang kejahatan Setya Novanto berupa rekaman pembicaraan antara dirinya dengan petinggi Freeport dan pengusaha minyak. "Kami sudah siapkan, jika diminta kami serahkan," jelas Sudirman. (Albar)
MKD memutuskan sidang terbuka untuk umum. Namun, karena ruang sidang yang sempit dan tidak cukup menampung semua wartawan. Maka pihak MKD menyediakan siaran langsung jalannya sidang dengan mengunakan layar televisi yang dipasang persis di depan ruang MKD. Dari pantauan obsessionnews, puluhan awak media matanya terfokus melihat kearah layar televisi. Mereka seolah ingin mengetahui apa kiranya yang akan disampaikan Sudirman Said untuk mengungkap skandal Freeport yang melibatkan pimpinan DPR.
Sudirman sebelumnya sudah tiba di MKD pukul 12.45 WIB. Kepada wartawan ia mengaku siap untuk menyampaikan keterangan dan bukti-bukti tentang kejahatan Setya Novanto berupa rekaman pembicaraan antara dirinya dengan petinggi Freeport dan pengusaha minyak. "Kami sudah siapkan, jika diminta kami serahkan," jelas Sudirman. (Albar)





























