Seribu Minang Mart Segera Hadir di Sumbar

Seribu Minang Mart Segera Hadir di Sumbar

Padang, Obsessionnews – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) segera meluncurkan 1.000 Minang Mart. Menciptakan Minang Mart dengan konsep bekerjasama dengan pedagang yang telah memiliki toko untuk di branding Minang Mart.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan Minang Mart merupakan program untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan dengan jalan Pemprov melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) membeli hasil pertanian, perkebunan, perikanan dan kerajinan masyarakat untuk dipasok pada pedagang yang dijual kembali ke konsumen dengan harga wajar.

“Keuntungannya ekonomi kerakyatan hidup. Kita beli dari masyarakat produsen dengan harga wajar, kita jual ke masyarakat dengan harga lebih murah. PT Grafika bertugas mengelola atau membeli barang sekaligus memasok ke pedagang. Bank Nagari ditugaskan memberikan suntikan pinjaman dana bagi pedagang yang membutuhkan perkuatan modal dengan bunga rendah hanya 7 persen, sedangkan Jamkrida berfungsi untuk menjamin pedagang mendapatkan kredit jika tidak memiliki agunan,” ungkapnya usai rapat persiapan peluncuran Minang Mart di Gubernuran, Senin (23/5).

Irwan Prayitno mengatakan kerjasama saling menguntungkan itu dimana pedagang yang telah memiliki toko mendapat pasokan dengan harga murah. Pemerintah sekaligus memfasilitasi Informasi Teknologi (IT) untuk kebutuhan transaksi pembayaran rekening listrik dan air dan keperluan lain.

Terdapat empat kelompok Minang Mart yang direncanakan, yakni kelas A yaitu toko yang memiliki bangunan besar dan buka selama 24 jam. Kemudian, kelas B, dengan kapasitas dibawah kelas A. Sementara untuk kelas C untuk warung, selanjutnya kelas D yakni pedagang gerobak yang diberikan modal dari bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) senilai Rp 2 Juta.

“Kita bukan membangun, tapi merangkul pedagang untuk ikut bergabung, kita pastikan kita akan memasok barang dengan harga murah dibanding distributor lainnya. Kalau mereka kurang modal, kita sediakan bantuan kredit berbunga rendah. Tapi ini bukan bisnis waralaba, ini semacam konsolidasi. Kalau pedagang itu hanya ambil pasokan dari kita sebagian saja tidak apa-apa,” jelasnya.

Tahap awal, 100 Minang Mart akan diluncurkan. Peluncuran yang dilaksanakan Selasa 24 Mei 2016 sekaligus penandatangan kerjasama (MoU) dengan Bank Nagari, PT Grafika Jaya Sumbar dan Jamkrida.

Irwan Prayitno menjelaskan, kerjasama dengan Bank Nagari sebagai pemberi modal. Khusus manajemen serta pengelolaan barang dilakukan PT Grafika Jaya Sumbar dan Jamkrida akan memberikan jaminan bagi masyarakat yang membutuhkan jaminan kredit.

Di tahap awal, Minang Mart dimaksud merupakan toko-toko yang menjadi bagian unit usaha yang sudah ada di setiap koperasi di masing-masing dinas di lingkungan Pemprov Sumbar.

“Kita manfaatkan potensi yang sudah ada di Dinas dulu, baru sosialisasi ke pedagang-pedangang,” katanya.

Untuk menjalankan Minang Mart, sedikitnya dibutuhkan anggaran Rp 5 Miliar. Dana itu sebagai modal untuk membeli barang dari produsen. Dana dimaksud tidak didapat melalui APBD, melainkan kucuran dari penanam modal asal Sumatera Barat.

“Modal awal kita dari investor lokal, kalau dari luar Sumbar susah untuk mengajaknya karena ini tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat, bukan sekedar mencari untung. Saya yakin kalau ini berjalan mulus, banyak manfaat yang didapat. Ekonomi kerakyatan hidup, inflasi dapat ditekan karena rantai distribusi diperpendek,” tandas Irwan Prayitno. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.