Selipkan Sedikit Uang dan Kartu ATM di dalam Tasmu

Selipkan Sedikit Uang dan Kartu ATM di dalam Tasmu
Ilustrasi kartu ATM.

Teman saya mendapat pengalaman yang mungkin dapat menjadi pelajaran  bagi kita yang sering bepergian. Dia mendarat di Bandara Husein Sastranegara Bandung karena baru tiba dari Lampung. Setelah keluar dari Bandara dan mau pulang, dia merogoh sakunya, ternyata dia baru tersadar kalau dompetnya ketinggalan di wisma di Lampung.  Masalahnya dia sama sekali tidak mempunyai uang seperser pun untuk naik taksi atau sekadar naik angkot. Mau ambil uang di ATM tetapi kartu ATM berada di dalam dompet yang ketinggalan itu.

Lalu dia coba mengobok-ngobok isi tas ranselnya, mencari-cari siapa tahu ada terselip uang receh. Alhamdulillah, ternyata ada satu lembar uang 2.000-an dan satu uang logam seribuan. Lumayan cukup untuk naik angkot dari bandara sampai ke jalan terdekat ke kampus ITB, nanti bisa disambung jalan kaki. Setiba di kampus dia bisa pinjam uang temannya untuk pulang ke rumah.

Saya sendiri kalau bepergian ke luar kota selalu menerapkan pepatah yang mengatakan “jangan taruh semua telur di dalam satu keranjang”. Jika keranjang jatuh, maka semua telur pecah. Saya sering merasa khawatir kalau sedang bepergian  lalu dompet saya hilang, dicopet, atau ketinggalan, padahal semua uang dan kartu ATM ada di dompet tersebut. Bayangkan kalau kita berada di suatu tempat di mana kita tidak mengenal satu orang pun. Kalau dompet hilang, ke mana kita mencari pinjaman uang sekadar untuk naik taksi atau makan? Oke, bisa saja kita minta tolong istri kita atau saudara kita untuk mentransfer uang ke rekening kita, tapi masalahnya kita tidak bisa mengambilnya di mesin ATM karena kartu ATM pun hilang. Mau ambil di bank, kita tidak membawa buku tabungan.

Maka, biasanya saya menaruh beberapa kartu ATM di dalam tas. Saya punya tiga kartu ATM dari bank berbeda. Satu kartu saya taruh di dalam dompet, satu kartu lagi di dalam tas ransel, dan satu kartu lagi di tempat lainnya (misalnya saku celana). Kadang-kadang sedikit uang juga saya taruh di dalam tas untuk berjaga-jaga. Jadi, jika saya kehilangan dompet, maka saya tidak terlalu khawatir menjadi orang yang paling bingung di dunia, karena ada cadangan kartu ATM lain di dalam tas atau saku celana.

Biasanya di dalam dompet kita juga menyimpan kartu-kartu lain seperti KTP, SIM, STNK, kartu kredit dan macam-macam kartu yang lain. Maka, untuk meminimalkan kehilangan, kartu-kartu yang tidak penting dibawa (karena tidak dibutuhkan) saya tinggalkan di rumah. Biasanya SIM, STNK, kartu asuransi kesehatan, dan kartu NPWP yang saya tinggal di rumah.

Kebiasaan “jangan menaruh semua telur di dalam satu keranjang” saya terapkan juga kepada anak saya. Uang jajan anak saya (atau uang  keperluan lainnya) tidak semuanya saya masukkan ke dalam dompet atau saku celananya, tetapi sebagian saya taruh di dalam tasnya. Jadi, jika dia mau naik angkot atau ojek dan dompetnya ketinggalan di rumah, maka masih ada sedikit uang di dalam tas untuk membayar angkot atau ojek. Malang sekali kan jika turun dari angkot ternyata tidak bisa membayar sama sekali berhubung dompet ketinggalan. Bisa-bisa anak kita dimaki-maki supir angkot atau dituduh menipu. (Rinaldi Munir, Dosen Teknik Informatika ITB)

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.