Sejumlah Sekolah di Kaligawe Semarang Ikut Terendam Banjir

Sejumlah Sekolah di Kaligawe Semarang Ikut Terendam Banjir
Semarang, Obsessionnews – Ahmad Rizqon, siswa SMA Fattah kelas sepuluh ini nampak kesulitan saat melangkahkan kaki keluar gerbang sekolah. Bukan tanpa sebab, Ahmad harus menyimpan sepatunya di dalam tas karena banjir menutup seluruh akses masuk sekolahnya. “Keganggu banget mas. Saya malah kepepet harus basah-basahan ini,” kata dia polos, Senin (11/4/2016). Tidak hanya waktu pulang sekolah saja, Ahmad bahkan harus terjebak macet saat akan berangkat sekolah pagi tadi. Memang, banjir juga membuat jalan raya Kaligawe sempat macet total akibat pengemudi melambatkan laju kendaraan. “Beruntung aja tadi ga terlambat. Ini pulang cepat karena sedang dipakai Ujian kelasnya,” tuturnya kepada obsessionnews.com. Ahmad Rizqon adalah satu dari sekian banyak siswa di kompleks sekolah Al Fattah yang terkena imbas banjir. Hal senada diungkapkan salah seorang guru SD Al Fattah, Neti Irawan yang saat disambangi sedang membersihkan sisa-sisa banjir. “Ya memang tidak sampai masuk kelas. Cuman di akses masuk sekolahnya aja ketutup air. Tapi para murid lepas sepatu daripada basah dan kedinginan di kelas,” jelas Neti. Semenjak jam 7 pagi, banjir memang sudah menutup seluruh area teras SD Al Fattah. Selain karena letaknya yang agak dibawah ketimbang jalan, volume banjir yang cukup banyak membuat air meluap hingga ke lorong sekolah. Kompleks sekolah Al Fattah terdiri dari jenjang terbawah yakni Taman Kanak-Kanak hingga SMA. Berada di Jalan Masjid Terboyo No.111, Kelurahan Sembungharjo, Kecamatan Genuk, kompleks sekolah ini bukan yang satu-satunya terkena banjir. Taman Kanak-Kanak PGRI 63, Tambak Rejo juga menjadi ‘korban’ banjir yang masih merendam hingga siang ini. Akibatnya, banyak siswa yang tidak masuk sekolah karena orang tua siswa sudah tahu, bahwa sekolah anaknya terendam banjir. “(siswa) yang masuk hanya 50 persen. Orang tuanya itu tau sendiri kalau banjir gini diperkirakan sekolah kemasukan air, anaknya diijinkan tidak masuk,” kata Dewi Kumalawati, guru TK PGRI 63 usai pelajaran berakhir. Meski begitu, murid-murid terlihat ceria bermain air banjir di sekitar sekolah. Diketahui banjir sampai menggenangi ruangan kelas tempat murid belajar. “Kalau tentang air sih senang ya, keceh (main air) senang,” tandasnya. (Yusuf IH)