Rupiah Menguat Ditopang Sejumlah Saham Unggulan dan Properti

Jakarta, Obsessionnews - Selama sepekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound 1,5 persen setelah pekan sebelumnya terkoreksi 0,76 persen. Pengamat pasar modal, David Setyanto, menjelaskan pembelian bersih asing sepekan kemarin mencapai Rp 875,81 miliar. Selain Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), rupiah pekan lalu kembali menguat 0,3 persen di Rp 13048 per US dolar. "Sepanjang tahun ini rupiah telah menguat 5,4 persen. Penguatan IHSG pekan kemarin terutama ditopang penguatan sejumlah saham unggulan seperti TLKM, ASII, BBCA dan sejumlah saham lapis dua yang bergerak di properti," jelasnya. Senin (21/3/2016). Selain itu juga ditopang saham sektor energi dan logam seiring tren penguatan harga komoditasnya. Melanjutkan perdagangan awal pekan terakhir Maret, David menuturkan IHSG akan bergerak bervariasi rawan koreksi akibat aksi ambil untung jangka pendek. Sentimen pasar akan digerakan dengan sejumlah isu individual seperti rilis kinerja keuangan 2015 emiten yang banyak dirilis menjelang akhir Maret. IHSG akan bergerak di kisaran support 4860 dan resisten di 4910 rawan koreksi. Berikut beberapa saham pilihan yang direkomendasikan pada perdagangan hari ini, Minggu (21/3/2016) antara lain, S1 4860 S2 4810 R1 4910 R2 4940 Saham Pilihan ASII 7250-7500 BoW, SL 6900 BBCA 13500-13900 BoW, SL 13400 BBRI 11000-11400 Buy, SL 10800 UNVR 44000-46100 TB, SL 42900 UNTR 15450-16400 Buy, SL 14800 INTP 20400-21400 BoW, SL 20000 BSDE 1880-1940 TB, SL 1790 SMRA 1660-1740 BoW, SL 1650 WSKT 1980-2080 TB, SL 1900 TOTL 660-730 TB, SL 600





























