Rita Widyasari Bangun Citra Indonesia Melalui Film

Rita Widyasari Bangun Citra Indonesia Melalui Film
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari.

Jakarta, Obsessionnews.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Rita Widyasari, adalah sosok yang tidak pernah berhenti berkarya, tidak hanya untuk daerahnya tapi juga untuk masyarakat luas. Tak heran, selama menjabat dua periode sebagai Bupati Kukar, Rita sudah banyak mendapat sederat penghargaan di tingkat nasional maupun internasional.

Untuk membangun daerahnya dan mengangkat citra Indonesia, Rita tidak melulu bekerja melalui pendekatan birokratis. Namun, di balik itu, ia juga punya jiwa seni yang tinggi, dengan ‎membentuk sebuah film sebagai pendekatan yang halus, menghibur tapi penuh makna.

Terakhir misalnya, Rita menggagas sebuah film anak berjudul “Ayu Anak Titipan Surga” Film ini mengisahkan Ayu sebagai anak Pramuka Penggalang yang punya jiwa pemberani, jujur dan patang menyerah sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Dasa Dharma Pramuka.

Sebagai anak Pramuka, Ayu aktif memerangi kejahatan termasuk membongkar kasus perdagangan manusia. Film yang akan tayang secara serentak di bioskop pada 12 Januri 2017 ini dibuat oleh Rumah Produksi Griya Pelopor Budaya. Rita sendiri menjabat sebagai Ketua Umum Forum Pemuda Pelopor.

“Saya bangga saya haru apa yang dilakukan oleh Ayu, telah membuat semua orang tua bangga, d‎an mudah-mudahan Ayu menjadi teladan semua anak Indonesia,” ujar Rita dalam komentarnya di youtube cuplikan Ayu Anak Titipan Surga.

Rita punya gagasan berlian tentang film anak Pramuka, karena ia juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kukar. Tidak heran, Rita dalam Jambore Nasional ke X 14 Agustus 2016 lalu, ia mendapat penghargaan Satya Lencana Melati dari Presiden Joko Widodo selaku Ketua Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Nasional.

Satya Lencana Melati adalah tanda penghargaan orang dewasa  (TPOD) dalam gerakan pramuka yang hanya diberikan kepada seseorang yang memberikan perhatian, sumbangsih dan kepedulian terhadap perkembangan gerakan pramuka di daerahnya.

Rita Widyasari menjadi salah satu dari 38 orang pejabat negara atau tokoh nasional dan tokoh pramuka dari beberapa daerah serta tokoh dan pimpinan organisasi kepanduan dari beberapa negara tetangga yang mendapatkan kehormatan penghargaan tersebut yang diserahkan dihadapan kurang lebih 25 ribu peserta Jamnas 2016 di Cibubur 14 Agustus 2015. ‎

‎Sama halnya dengan Ayu, Rita di masa kecil juga aktif sebagai anggota Pramuka. Ia mengatakan, Gerakan Pramuka merupakan gerakan pendidikan pada jalur pendidikan non formal yang tak terpisahkan dari sistem pendidikan dan berkesinambungan pada gerakan kepanduan nasional Indonesia di masa lampau.

Ia juga mengatakan gerakan ini bertujuan untuk menumbuhkan tunas bangsa yang menjadikan generasi muda berkepribadian, berwatak, berbudi luhur, memiliki  ketegasan, kemampuan  yang tinggi, cerdas, berfungsi pengabdian kepada masyarakat dan membentuk karakter kepemimpinan sejak dini.

“Bagi saya pembentukan karakter memang harus dimulai dari dini sehingga dapat membentuk generasi muda yang mandiri, bersosialisasi dan bermanfaat untuk masyarakat. ‎Dan film Ayu Anak Titipan Surga adalah cermin dalam pendidikan karakter di usia dini,” jelasnya.

Film ini mendapat respons positif dari sejumlah kalangan. Termasuk Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault. Ia mengatakan, dirinya bangga karena ada tokoh yang peduli untuk membuat film tentang kisah perjuangan anak Pramuka. Bagi Adhyaksa filim ini sangat edukatif.

“Ayu adalah remaja Indonesia, yang memahami dan mengamalkan Dasa Dharma Pramuka, di mana, dari Dasa pertama adalah Takwa Kepada Tuhan, sampai terakhir Suci Dalam Pikiran Perkataan dan Perbuatan.  ‎Jadi ayu ini diharapkan jadi model yang menginspirasi anak-anak  Indonesia untuk bisa seperti itu,” tutur Adhyaksa.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto. ‎ Melalui film ini ia menyimpulkan bahwa ternyata di jaman sekarang masih cukup banyak dijumpai anak-anak  yang memiliki idealisme yang luar biasa seperti Ayu.

“Bahwa setiap tindak kejahatan atau kebencian tidak harus dibalas dengan kejahatan atau kebencian juga, tapi justru di balas  dengan kasih sayang, dan kekuatan cinta. Dan ini semua terjadi pada diri Ayu,” ungkapnya.

Menariknya, film ini sudah mendapatkan ‎penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Film dengan Penonton Terbanyak sebelum Tayang Resmi”.  Predikat ini diraih berkat acara nonton bareng sebelum ditayangkan secara resmi di seluruh bioskop nasional. Dan tiket yang terjual lebih dari 100 ribu lembar.

‎Film Ayu Anak Titipan Surga dibuat di daerah Purwakarta, Jawa Barat, pada 2015 lalu, dan dibintangi oleh Luthfiyah Putri dan Zila Zafila.

Sebelum film ini dirilis,‎ Rita juga sebelumnya sudah membuat film untuk mempromosikan wisata di daerah Kutai Kartanegara. Melalui film ini, Rita meyakini akan bisa mengangkat potensi wisata dan keindahan alam Kukar baik di tingkat nasional dan juga internasional.

Menurut Rita, Film bisa menjadi sebuah medium komunikasi yang paling tepat untuk mempromosikan sesuatu. Dengan kekuatan visual dan audionya, orang-orang akan lebih mudah menerima informasi yang disampaikan.‎ Dan film ini sukses ditayangkan secara serentak pada 8 Januari 2015 di seluruh bioskop Indonesia.‎ (Albar)‎

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.