Renungan Bagiku, Saudaramu

Renungan Bagiku, Saudaramu
Ustadz Felix Siauw..

Oleh: Ustadz Felix Siauw, Pengemban Dakwah

 

Lihat pada dirimu sendiri sebelum engkau membawa dirimu pada orang lain, sebab manusia tak bisa melihat kata yang selalu bertentangan dengan perbuatan.

Bila engkau katakan Islam adalah hidupmu, maka pastikan engkau dikenal oleh jamaah di masjid. Maklumi amal saleh, kenalilah pula mana yang halal mana yang haram.

Bila engkau katakan Allah dan Rasul adalah yang paling engkau cintai, wajarkan yang paling banyak engkau sebut adalah Allah dan Rasul, Kitabullah dan Sunnah.

Sebab yang paling banyak disebut, itulah yang paling banyak mengisi hatimu, yang paling engkau perjuangkan, itulah yang terpenting dalam hidupmu, sadari itu.

Kalau engkau baik, pastilah engkau banyak berteman dengan orang baik. Bila engkau inginkan ilmu, maka pada orang berilmu engkau akan menata pola perilaku.

Karena yang berilmu tak menghakimi, yang toleran tak memaksa orang lain. Bila Allah yang menjadi sebab perbuatan, maka kita takkan lepas dari Kitabullah dan Sunnah.

Tapi saat yang paling banyak engkau sebut bukan Islam, tidak pula engkau dekat dengan mereka yang memperjuangkan Islam, tidak pula dekat dengan Al-Quran dan Hadits.

Gaulmu dengan mereka yang munafik, bahkan yang kafir dan musyrik, lalu engkau sematkan kedudukan mulia bagi mereka, engkau bela mereka, maka apa sangkaan bagimu?

Manusia mendengar apa yang engkau ucap, juga melihar apa yang kau buat. Bila keduanya tidak senada, pastilah mereka heran. Maka jangan salahkan orang, tahu diri saja.

Sekalipun engkau melabeli dirimu dengan semua label yang mampu engkau pikir, ketahui manusia bisa melihat mana yang sungguh-sungguh dan mana yang mengolok-olok.

Dan yang benar cintanya pada agama ini, mereka menikmati tiap-tiap berkah yang Allah siapkan dalam dakwah. Tak ada yang salah dalam dakwah, semua kebaikan.

Sebab kisah Musa takkan lengkap tanpa Firaun, begitu juga Ibrahim tak lengkap tanpa Namrud terkisah. Begitu ucap seorang bijak, begitu pula kita nikmati kisah saat ini.

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.