Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) – Kadarsah Suryadi

Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) – Kadarsah Suryadi
Kadarsah Suryadi.

erpilihnya Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA. sebagai rektor ITB untuk periode 2015 – 2020 tentu memiliki pengaruh besar terhadap dunia pendidikan tinggi di tanah air, terutama bagi perkembangan ITB sendiri untuk mencapai tujuan ITB menuju Entrepreneurial University.

Dalam mengemban amanah sebagai Rektor ITB, Kadarsah tentu turut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan pendidikan tinggi termasuk ITB di dalamnya memiliki peran tridharma (pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat). “Melalui fungsi tridharma ini, kita berperan mempersiapkan putra putri bangsa sebagai generasi penerus yang memajukan bangsa dan negara sehingga menjadi bangsa yang besar dan dihormati dunia,” ungkap lulusan S3 Universite de Droit, d’Economie et des Sciences d’Aix Marseille, Perancis ini.

Sejak memimpin pada 2015 lalu, Kadarsah ingin membawa ITB bergerak dari Research University menuju Entrepteneurial University. Untuk itu diperlukan tiga kebijakan dasar, yakni, Excellent in teaching and learning yang akan menghasilkan para profesional, Excellent in Research yang akan menghasilkan lulusan untuk penjadi peneliti, dan Excellent in innovation & entrepreneurship yang akan menghasilkan para inovator dan entrepreneur sebagai pencipta lapangan kerja. “Dan mereka inilah yang akan meningkatkan nilai tambah ekonomi dan sosial bagi masyarakat, bangsa dan negara,” ucapnya.

Di bawah kepemimpinannya, ITB juga telah menelurkan berbagai inovasi. Tercatat pada 2015 lalu terdapat 49 inovator, dan 37 inovator pada 2016 lalu. Sementara pada 2017 ini terdapat 77 start up company yang sedang dalam pembinaan inkubator bisnis di Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK ITB). Contohnya antara lain, katalis kimia yang bisa meningkatkan produktivitas industri kimia secara signifikan, kemudian handphone nasional, serta pesawat tanpa awak yang dikembangkan oleh dosen dan peneliti pada fakultas teknik mesin dan dirgantara.

Menurut Kadarsah, di usia negeri tercinta Indonesia yang sudah menginjak 72 tahun, dunia pendidikan di Indonesia sudah sangat baik, banyak prestasi-prestasi yang mengharumkan nama bangsa di dunia internasional. Apalagi dengan adanya dukungan penuh dari Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi RI terhadap pendidikan tinggi di Indonesia untuk mewujudkan world class university maupun inovasi dan entrepreneurship.

Adanya beragam beasiswa bagi masyarakat ekonomi menengah untuk melanjutkan pendidikan tinggi hingga jenjang S3 juga sangat berkontribusi besar dalam menurunkan kesenjangan ekonomi di Indonesia. “Ini tentunya sejalan dengan pencapaian tujuan negara, yaitu memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa” ujar pria kelahiran Kuningan, 22 Februari 1962 ini.

Kini, lanjut Kadarsah, banyak dari hasil penelitian sejumlah perguruan tinggi Indonesia pun, jumlahnya semakin meningkat dari waktu ke waktu dan itu banyak pula yang mendapat pengakuan serta reputasi internasional. Hal ini tentu mengharumkan nama bangsa dan negara di kancah internasional. “Demikian pula para generasi muda, mereka sudah mulai banyak yang berminat menjadi entrepreneur. Dengan semakin banyaknya entrepreneur, maka akan semakin meningkatkan pula penciptaan lapangan kerja,” terang Kadarsah.

Di usia 72 tahun Kemerdekaan ini, Kadarsah berharap kepada pemerintah untuk tetap memperioritaskan pendidikan dalam penganggaran APBN. “Peningkatan Dukungan dan peningkatan sarana prasarana serta infrastruktur pendidikan ini akan mendukung percepatan peningkatan kualitas pendidikan. Demikian pula diharapkan peran pemerintah daerah semakin meningkat bg peningkatan kualitas pendidikan,” pungkas Kadarsah mengakhiri. (Ita)

Artikel ini dalam versi cetak dimuat di Majalah Men’s Obsession edisi Agustus 2017.

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.