Rektor Inspiratif 2017 Versi Men’s Obsession, Mochamad Ashari Membawa Telkom University Menuju Global

Rektor Inspiratif 2017 Versi Men’s Obsession, Mochamad Ashari Membawa Telkom University Menuju Global
Rektor Telkom University Prof. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng., Ph.D.

Mengemban tanggung jawab sebagai Rektor universitas berbasis ICT (information and communication technology), merupakan komitmen yang tidak ringan. Namun berbekal pengalamannya di dunia pendidikan tinggi, Prof. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng., Ph.D. mampu menjalankannya dengan sangat baik. Di bawah kepemimpinannya, nama dan kiprah Telkom University kian berkibar, tak hanya dikenal di dunia pendidikan nasional, namun juga telah berhasil meraih pengakuan dunia internasional melalui sertifikasi Standar Internasional ISO 20000- 1:2011. Sertifikasi tersebut belum pernah di raih oleh universitas manapun di Indonesia terkait manajemen layanan sistem informasi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjabat tangan dengan Rektor Telkom University Prof. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng., Ph.D.

Telkom University merupakan universitas retasan dari beberapa Perguruan Tinggi rintisan Telkom Indonesia melalui Yayasan Pendidikan Telkom (YPT). Diresmikan pada Agustus 2013 lalu, hasil penyatuan dari empat institut, yaitu; Institut Teknologi Telkom (IT Telkom), Institut Manajemen Telkom (IM Telkom), Politeknik Telkom, dan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom (STISI Telkom).

Profesor bidang Elektro ini kemudian menyinergikan semuanya menjadi satu, Telkom University. “Setelah semua berkomitmen bersatu, kita memulai dari awal. Artinya memulai dengan langkah baru yang memang berbeda sama sekali. Kemudian tugas rektor untuk menggabungkan ini, terwujud. Alhamdulillah menuju tahun ke 4 ini banyak sekali cita-cita atau visi yang sudah hampir terpenuhi,” terang Ashari mengawali perbincangan. Selanjutnya, Ashari memiliki visi misi besar, yakni ingin menjadikan Telkom University menjadi Perguruan Tinggi berkelas dunia yang ikut serta dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan seni berbasis Teknologi Informasi.

Untuk mewujudkan pencapaian terbesarnya, Ashari dan tim bekerja ekstra keras. Perjuangan mereka pun membuahkan hasil. Hanya dalam hitungan tiga tahun, nama Telkom University sudah masuk dalam daftar peringkat dunia dari data International College and University (ICU). Sementara di Indonesia, nama Telkom University berada pada posisi 14 nasional dari total 4500 Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia, dan peringkat nomor 2 untuk Perguruan Tinggi swasta di Indonesia.

Kemudian untuk penilaian kampus hijau green metric, Telkom University berada di peringkat 11 nasional, dan peringkat 172 di dunia yang dinilai dari puluhan ribu universitas yang ada di dunia. Yang juga sangat membanggakan adalah akreditasi institusi dari BAN PT, Telkom University mendapat nilai Unggul A, dan masuk ke dalam 50 Perguruan Tinggi yang mendapat akreditasi institusi BAN PT dari total 4500 Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia.

Tak hanya itu, dari sisi penelitian jumlah publikasi dosen internasional untuk Telkom University juga melonjak drastis, mampu mencapai 760 dosen dari semula tercatat hanya 61 dosen pada 2013 lalu, peringkat kedua Perguruan Tinggi Swasta yang terproduktif dalam publikasi ilmiah internasional, dan peringkat 16 untuk seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia.

“Komitmen kami mengemuka, dapat terlihat dari produktifitas riset yang bagi perguruan tinggi itu adalah harga yang mahal. Alhamdulillah, dosen di lingkungan Telkom University sangat antusias untuk kemajuan progresif. Kita dari manajemen juga satu suara, kemudian dari Yayasan juga support.” ujarnya penuh rasa syukur.

Meski begitu, Ashari belum berpuas diri, ia menyadari bahwa penelitian publikasi internasional yang masih rendah. Ia pun masih memiliki semangat untuk bisa terus meningkatkan kemampuan penelitian, dengan target masuk dalam 10 besar pada 2018 mendatang. Sementara untuk target jangka panjang, Ashari memaparkan, Telkom University akan menjadi excellent di pendidikan, excellent di riset, kemudian pada 2028 nanti akan bergeser menuju excellent di Entrepreneurial University.

Satu hal yang juga menjadi simbol kebanggaan bagi Telkom University adalah keberadaan Bandung Techno Park (BTP), sebuah kawasan inkubasi hasil riset. Dengan begitu, sebagian penelitian yang ada di Telkom University bisa dikembangkan untuk dipersiapkan produksi massal atau untuk menjadi perusahaan spin off, baik di BTP maupun di dalam Telkom University. “Ke depan nanti kami berharap Bandung Techno Park ini bisa sesuai dengan nawacitanya Pak Presiden yang ingin membangun 100 Science Technopark di Indonesia,” harap peneliti bidang elektronika daya dan energi terbaru ini.

Lebih lanjut, Ashari masih memiliki mimpi dan harapan di dunia pendidikan nasional. Ia berharap, suatu saat nanti akan semakin banyak industri lain, yang bisa membangun Perguruan Tinggi sejenis dengan tujuan bersama-sama membangun masyarakat Indonesia, dan dunia pendidikan di Indonesia, terutama pendidikan tinggi. “Saya selalu ingat kata-kata Pak M. Nuh ketika dulu menjabat Menteri Pendidikan. Beliau menyampaikan, kalau saja ada tiga atau empat BUMN lain yang mengerjakan hal yang sama dengan Telkom, maka 50% dunia pendidikan di Indonesia akan terbang, akan selesai permasalahan dunia pendidikan di Indonesia. Nah saya teringat sekali dengan kalimat itu, sehingga saya pikir betul juga,” pungkas peraih ranking scientists ke-65 dari 600 peneliti di Indonesia versi webometrics ini.

Kampus Berbasis ICT

Ada yang berbeda dari Telkom University jika dibandingkan dengan universitas swasta lain yang ada di Indonesia. Sebagai keluarga besar Telkom Indonesia, Telkom University memiliki semangat yang sama, ingin besar dan berkembang berbasis Teknologi Informasi (TI). Bukan sekadar slogan, Ashari bahkan sudah mendeklarasikan kampus ini memang benar berbasis IT. Hal tersebut dapat dilihat mulai dari fasilitas, seperti terdapat spot wifi lengkap, kemudian fasilitas perkuliahan, seperti absen yang tak lagi manual melainkan sudah menggunakan kartu RFID (radio frequency identification). Kemudian penelitian yang juga masih berhubungan dengan ICT.

Selain itu, untuk mata kuliahnya juga semua berbasis ICT. Misalkan pada Manajemen, para mahasiswa juga mendapat dan diwajibkan memahami literasi ICT hingga mampu membuat program komputer. Dengan begitu maka tak heran jika Teknik Telekomunikasi dan Manajemen Bisnis Teknologi Informasi (MBTI) merupakan program studi unggulan Telkom University yang telah berhasil mendapatkan akreditasi internasional pada 2016 lalu. “Jadi wawasannya global, kurikulumnya juga. Di sini mahasiswa harus mengetahui atau mampu di ICT. Kemudian yang kedua kita beri modal wawasan global. Kemudian satu lagi adalah entrepreneur. Nah tiga ini adalah wajib untuk digunakan di seluruh mahasiswa di Telkom ini,” tutup Ashari.  (Suci Yulianita)

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.