Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie

Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie
BJ Habibie.

Kendati tak lagi menduduki kursi RI-1 Habibie masih punya pengaruh. Ia seringkali memberikan solusi kepada para tokoh yang beragam latar belakang atas persoalan yang dihadapi bangsa ini.

Pemerintahan Orde Baru yang dipimpin Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun berakhir pada 21 Mei 1998. Soeharto mengundurkan diri dari kursi kekuasaannya karena tuntutan reformasi yang dipelopori para mahasiswa. Setelah Soeharto mundur, BJ Habibie naik kelas menjadi Presiden dan membentuk Kabinet Reformasi Pembangunan.

Presiden BJ Habibie melakukan reformasi di berbagai bidang. Di bidang politik, misalnya, Habibie mengizinkan berdirinya partai-partai baru. Sebelumnya di era Orde Baru hanya terdapat tiga partai, yakni Golkar, PPP, dan PDI.

Selain itu Habibie mempercepat pelaksanaan pemilu dari seharusnya tahun 2002 menjadi tahun 1999. Hal ini berarti jabatan Habibie hanya sampai 1999. Setelah tidak lagi menjadi presiden, mantan Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) ini lebih memilih tinggal di Jerman daripada di Indonesia. Tetapi, ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terpilih sebagai Presiden ke-6 RI dalam Pilpres 2004, pilpres pertama yang langsung oleh rakyat, Habibie kembali ke Indonesia. Ia menjadi penasihat Presiden untuk mengawal proses demokratisasi di Indonesia lewat organisasi yang didirikannya, Habibie Center. Berbagai masukan yang disampaikan Habibie kepada Presiden SBY ikut mewarnai kebijakan yang diputuskan oleh SBY untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

Habibie dikenal dekat dengan insan-insan film. Rudy, demikian orang-orang terdekat memanggilnya, mendorong film Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Bermaksud menginspirasi masyarakat Habibie mengizinkan biografinya diangkat ke layar lebar dengan judul Habibie & Ainun tahun 2012. Film ini diangkat dari buku karya Habibie tahun 2010 dengan judul sama. Film Habibie & Ainun mendapat sambutan hangat dari para penonton. Kemudian dilanjutkan dengan film Rudy Habibie (Habibie & Ainun 2) tahun 2016 yang juga memperoleh sambutan gegap gempita dari masyarakat.

Habibie dilahirkan di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936. Ia anak keempat dari delapan bersaudara pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA Tuti Marini Puspowardojo. Ayahnya yang bersuku Gorontalo adalah ahli pertanian, sedangkan ibunya beretnis Jawa.

Habibie menikah dengan Hasri Ainun Besari dan dikaruniai dua orang putra, yaitu Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie. Istrinya meninggal dunia di Munchen, Jerman, 22 Mei 2010.

Habibie kuliah di RWTH Aachen, Jerman Barat, mengambil studi teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang. Ia meneruima gelar diplom ingenieur pada 1960 dan gelar doctor ingenieur pada 1965 dengan predikat summa cum laude.

Habibie pernah bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman, sehingga mencapai puncak karier sebagai seorang wakil presiden bidang teknologi. Pada tahun 1973, ia kembali ke Indonesia atas permintaan mantan presiden Soeharto. (ARH)

Artikel ini dalam versi cetak dimuat di Majalah Men’s Obsession edisi Agustus 2017.

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.