Postur Kabinet Kerja Jokowi Disambut "Dingin" Pasar

Jakarta - Postur 'kabinet kerja' Presiden Joko Widodo yang diusung Presiden Jokowi kurang mendapat sambutan dari pasar. Meski sempat dibuka melonjak 16 pon, namun Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Senin (27/10/2014) tercatat melemah 48,78 poin atau 0,96% ke level 5.024,29. Atas hal ini,Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono menilai,kabinet ekonomi Jokowi kurang mendapat sambutan pasar."Sulit berharap ada euforia pasar secara signifikan," ujar Tony di Jakarta, Senin (27/10/2014). Tony melihat susunan menteri Jokowi akan sulit untuk menguatkan rupiah di bawah Rp 12.000 dan melambungkan IHSG ke 5.200. "Tidak mudah bagi Presiden Jokowi untuk membuat kabinet ekonomi impian. Yang ada adalah keterbatasan-keterbatasan beliau di tengah antusiasme banyak pihak yang memberi masukan," paparnya. Tony mencontohkan, sebagian besar pelaku pasar tidak mengenal figur Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago. Dia mengatakan, sejauh ini Andrinof tidak memiliki rekam jejak di bidang ekonomi, apalagi di sektor finansial. "Saya tidak habis pikir, kenapa Presiden Jokowi tidak menunjuk ekonom senior di bidang perencanaan, misalnya Lukita Dinarsyah Tuwo untuk posisi ini?" ujar Tony mempertanyakan. Sementara pengamat ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti figur Saleh Husin sebagai Menteri Perindustrian. Menurutnya, sosok menperin baru belum banyak dikenal luas oleh insan perindustrian. Padahal sektor industri, memainkan peran paling strategis dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Tantangan ekonomi yang harus dibenahi adalah membenahi transaksi defisit fiskal berjalan. Artinya, dibawah kepemimpinan menperin,harus menjamin bahwa kapasitas produksi industri dalam negeri mampu digenjot untuk mengurangi banjirnya impor konsumsi. "Kalau jaman pemerintah SBY, responnya kan malah mengurangi pertumbuhan ekonomi.Itu salah.Jadi jangan diulangi," harapnya. Dia berharap, Bambang PS Brodjonegoro sebagai Menteri Keuangan mampu mereformasi struktur fiskal tanpa mengurangi ruang yang memadai bagi sektor rill bergerak.Meski secara umum pasar akan sulit merespons positif susunan kabinet yang telah dibentuk Jokowi,sambung Tony kembaku, pasar akan memantau beberapa saat, misalnya 100 hari. "Apakah para menteri tersebut bisa bekerja dengan baik? Jika baik, maka capital inflows akan terjadi, sehingga rupiah dan IHSG bakal menguat," pungkasnya.





























