Polisi Buru Pengunggah Video Pasangan Sejoli di Tangerang

Polisi Buru Pengunggah Video Pasangan Sejoli di Tangerang
Pasangan sejoli yang dituduh berbuat mesum. (foto: beritaenam.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Polisi menyayangkan terjadinya kasus penganiayaan terhadap pasangan sejoli di Cikupa, Kabupaten Tangerang. Polisi menduga apa yang dilakukan terhadap dua sejoli itu adanya persekusi, yakni pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti.

Berita tentang pasangan sejoli di Tangerang itu menjadi trending topic di mesin pencari Google. Pantauan Obsessionnews.com di Google Trends wilayah Indonesia pada Rabu (15/11/2017) pukul 13.15 WIB berita ini ditelusuri lebih dari 20.000.

Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif mengatakan, pihaknya akan fokus ke yang besar bahwa telah terjadi penganiayaan dan persekusi, hal yang mungkin tidak bisa diterima. “Jangan sampai itu terjadi pada keluarga kita, seandainya itu terjadi pada keluarga kita, pasti kita juga tidak akan terima seperti itu,” kata Sabilul.

Dia menegaskan, tindakan warga dengan menganiaya pasangan sejoli itu tidak dibenarkan dan terancam hukuman pidana. Sementara soal apakah pasangan itu berbuat mesum atau pacaran merupakan hak yang bersangkutan dan terikat dengan norma etika.

“Jadi yang dilakukan menggerebek lalu diarak seperti itu tentunya tidak lazim dilakukan. Soal masalah dia melakukan mesum atau pacaran itu adalah hak yang bersangkutan yang tentunya itu norma-norma etika yang bisa disampaikan, tapi tidak ada aturan hukumnya,” jelasnya.

Akibat tindakan warga tersebut, M gadis yatim piatu itu menjadi trauma. Sabilul pun memastikan jajarannya akan menindak tegas pihak yang melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap pasangan sejoli itu.

“Korban memang sangat trauma dengan kejadian ini, dia sangat bersyukur ini ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian dan ini langkah proaktif dari kepolisian untuk memastikan tidak ada orang yang dapat melakukan tindakan kesewenang-wenangan, salah satunya persekusi,” kata Sabilul.

Dalam kasus ini sudah enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus viral pasangan sejoli ditelanjangi di Cikupa, Kabupaten Tangerang. Mereka berinisial G, T, A, I, S, dan N. Enam tersangka itu memiliki peran masing-masing. Di antaranya orang yang melakukan penggerebekan dan memobilisasi massa

Sementara itu, polisi masih memburu perekam, pengunggah, dan penyebar video pengarakan dan penganiayaan pasangan sejoli itu. “Selanjutnya langkah lain tentunya kami sudah sosialisasi ke beberapa media. Ada empat akun yang langsung ditutup dan ada beberapa akun lain yang saat ini kami laksanakan cyber patrol,” kata Sabilul.

Kepolisian akan menelusuri perekam sekaligus pengunggah video pertama ke media sosial. Menurut dia, video tersebut tidak dilayak dipertontonkan dan disebarluaskan ke khalayak.

Sabilul berpesan kepada pihak yang menerima kiriman video tersebut untuk tidak ikut menyebarluaskan dan langsung menghapusnya.

Dia menjelaskan, bagi pelaku perekaman, pengunggahan, dam penyebaran video bisa dijerat Undang-Undang No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Seperti diketahui, R dan MA menjadi korban penganiayaan sekelompok orang karena dituduh berbuat mesum di sebuah rumah kontrakan di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Kronologi peristiwa yang terjadi pada Sabtu (11/11) malam itu berawal dari MA yang minta dibawakan makanan oleh R.

Sekitar pukul 22.00 WIB, R tiba di kontrakan MA untuk mengantarkan makanan. Pasang sejoli itu pun masuk ke dalam kontrakan untuk menyantap makan malam bersama. Lalu Ketua RT berinisial T menggedor pintu kontrakan MA, yang pintunya tidak tertutup rapat. Saat itu T datang bersama dua orang lainnya berinisial G dan NA.

Setelah menggedor pintu dan masuk  kontrakan, ketiga orang itu memaksa R dan MA mengakui mereka telah berbuat mesum. Pasangan sejoli itu dipaksa untuk mengaku berbuat mesum dan sempat tiga orang inisial G, T dan A memaksa laki-laki untuk mengaku dan sempat mencekik.

R dan MA tak mau mengaku. Akibatnya, pasangan kekasih itu diarak oleh massa ke depan sebuah ruko yang berjarak sekitar 200 meter dari kontrakannya.

Dari enam tersangka itu, mereka terancam dijerat Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan junctoPasal 335 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (Poy)

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.