Pertamina Sebut Harga BBM Subsidi Paling Murah

Pertamina Sebut Harga BBM Subsidi Paling Murah
Jakarta, Obsessionnews- Pertamina menyebut harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti bensin premium dan solar di Indonesia paling murah dibandingkan negara-negara tetangga. "Kalau bicara harga BBM dunia, jujur saja, di Indonesia tidak mahal-mahal amat. Tapi kita sukanya membanding-bandingkan dengan Malaysia. Melihatnya yang murah terus," ujar Direktur Pemasaran PT Pertamina, Ahmad Bambang di Jakarta, seperti dilansir laman bumn.go.id, Rabu (30/3/2016). Baca juga:Harga BBM Turun Lagi pada 1 AprilHarga BBM Turun, Harga Sembako?Harga BBM Harus Diturunkan, Ini AlasannyaHarga Minyak Mentah Turun Berikut perbandingan harga BBM Gasoline per 21 Maret 2016 di beberapa negara tetangga Indonesia, sebagaimana data Pertamina: Vietnam: kisaran Rp 8.000-9.000/liter Kamboja: kisaran Rp 10.000-11.000/liter Laos: kisaran Rp 16.000/liter Filipina: kisaran Rp 10.000-11.000/liter Australia: kisaran Rp 12.000/liter Timor Leste: kisaran Rp 12.000/liter Singapura: kisaran Rp 18.000/liter Malaysia: kisaran Rp 4.000-5.000/liter Indonesia: kisaran Rp 7.050/liter Ahmad menambahkan, masyarakat juga kerap membuat perbandingan yang tidak apple to apple soal harga BBM. Harga BBM jenis avtur untuk pesawat misalnya, dibandingkan dengan Singapura. Tetapi giliran harga Pertamax, dibandingkan dengan Malaysia. Padahal kalau dibandingkan dengan Singapura juga, harga BBM sekelas Pertamax di sana jauh lebih mahal dibanding Indonesia. "Kenapa kalau bicara BBM, tidak dibandingkan dengan Singapura yang sangat mahal? Kenapa kalau Avtur dibandingkan dengan Singapura yang murah, bukan dengan Thailand yang mahal? Avtur dibandingkan dengan Singapura yang murah, tapi Pertamax tidak dibandingkan dengan Singapura, di sana mahalnya minta ampun," ucapnya. Sulit juga membandingkan harga BBM di antara satu negara dengan negara lainnya, sebab tiap negara punya sistem dan kebijakan yang berbeda-beda soal harga BBM. "Setiap negara punya cara. Kalau mau harga BBM Indonesia seperti Malaysia, ubah dulu sistem akuntansi negara ini supaya satu gentong antara subsidi dan penerimaan, bisa nggak?," tanya dia. Harga avtur di Singapura misalnya, bisa murah karena wilayahnya amat kecil, tidak membutuhkan biaya distribusi yang sangat besar karena terdiri dari berbagai pulau seperti Indonesia. Harga avtur di sana juga sengaja ditekan oleh pemerintahnya untuk menggenjot sektor jasa. Indonesia tidak mengejar hal itu. "Ada satu kebijakan negara dan proses. Singapura tidak ada biaya distribusi, pasti juga murah karena negaranya mengincar jasa internasional. Dia ada subsidi di sana. Dia kota jasa," tutupnya. (rez) @reza_indrayana