Perburuk Citra DPR, Setnov Didesak Mundur Secara Ksatria

Perburuk Citra DPR, Setnov Didesak Mundur Secara Ksatria
Ketua DPR RI Setya Novanto. (Foto: Twitter @sn_setyanovanto)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris menilai status tersangka yang disandang Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) memperburuk citra DPR dan Golkar, serta dirinya sendiri.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris.

Oleh karena itu Syamsuddin mendesak Setnov mundur secara ksatria agar tak semakin memperburuk citra DPR, Golkar, dan dirinya sendiri.

Meski terlambat, pak SetNov sebaiknya mundur secara ksatria agar tdk semakin memperburuk citra @DPR_RI, @Golkar5 & diri sendiri,” kicau Syamsuddin di akun Twitternya, @sy_haris, Selasa (14/11/2017).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah resmi mengumumkan status hukum Ketua DPR Setnov sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Dengan demikian Setnov untuk kedua kalinya ditetapkan sebagai tersangka. Sebelumnya Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari KPK beredar di kalangan wartawan. Saat itu Setnov belum diumumkan menjadi tersangka.

“Setelah melakukan gelar perkara, kami menetapkan tersangka atas nama tersangka SN, sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Setnov sebelumnya sempat ditetapkan sebagai tersangka pada 17 Juli 2017. Namun kemudian status tersangkanya itu gugur setelah permohonan praperadilannya dikabulkan oleh hakim Cepi Iskandar.

Kasus ini diduga mengakibatkan kerugian negara sekurang-kurangnya Rp 2,3 triliun dari total paket pengadaan senilai Rp 5,9 triliun.

Diketahui, dua dari tersangka e-KTP juga diumumkan sebagai tersangka pada hari Jumat. Yakni eks Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman, pada Jumat, 30 September 2016, dan politikus Partai Golkar Markus Nari pada Jumat, 2 Mei 2017. (arh)

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.