Pengembangan Candi Borobudur Targetkan 2 Juta Wisman

Magelang, Obsessionnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta kepada menteri dan pejabat terkait untuk menyiapkan pengembangan Candi Borobudur sebagai salah satu kawasan wisata yang berstandar internasional. Permintaan itu disampaikan Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas di Magelang, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (29/1/2016). Presiden meninjau Candi Borobudur dengan di dampingi sejumlah Menteri Kabinet Kerja, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubowo X. Usai meninjau Presiden langsung menggelar rapat terbatas membahas Rencana Pengembangan Destinasi Pariwisata Borobudur dan Badan Pengelola Kawasan Pariwisata Borobudur. "Untuk itu saya minta pengembangan Borobudur ini disiapkan dengan baik, terintegrasi antar kementerian dengan provinsi dan baik itu berkaitan dengan aksesibilitas, terintegrasi dengan kawasan wisata yang lain," kata Jokowi. Jokowi mengatakan sebagai maha karya dunia dan sebagai situs warisan budaya, Candi Borobudur harus terus dilestarikan, dan jadi destinasi bermanfaat bagi masyarakat. Dalam data yang diterima Presiden Jokowi pada 2014 jumlah wisatawan yang datang ke Candi Borobudur sebesar 250 ribu orang, dan wisatawan nusantara kurang lebih 2,2 juta orang. Kesiapan infrastruktur dan promosi juga bagian penting yang ditekankan oleh Presiden Jokowi serta masalah pengelolaan. Dengan demikian pengembangan Candi Borobudur ini diharapkan bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dari mancanegara khususnya yang berasal dari Malaysia, Taiwan, Inggris, Hongkong, Brunei Darussalam dan dari China. "Tadi saya tanya setahun sudah ada tapi baru sekali yang saya minta setiap minggu harus selalu ada. Saya kira kalau diurut kabupaten se-Jateng dan DIY sudah lebih dari cukup," katanya. Tidak heran Jokowi melihat hal ini sebagai potensi pasar masih sangat terbuka untuk terus dikembangkan. Setelah pengembangan Candi ini pemerintah menargetkan jumlah kunjungan wisman sebanyak 2 juta dan wisatawan lokal sebanyak 5 juta orang. "Ini memang harus diperberes lagi manajemennya seperti apa, mesti saya belum mendengar tapi saya sayup-sayup dengar disini ada 4 manajemen yang terlibat. Kalau kapal nahkodanya 4 nah ini biasanya memutuskannya bingung," lanjut Presiden. Hadir dalam Ratas kali ini, diantara, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menpan RB Yuddy Chrisnandi, Menpar Arief Yahya, Menkominfo Rudiantara, Seskab Pramono Anung, Sesneg Pratikno dan Menlu Retno Marsudi serta Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. Hadir pula Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menkop UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, serta Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli. (Has)





























