Pengamat: LGBT Berbahaya, Harus Ditumpas!

Bandung, Obsessionnews - Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) merupakan terorisme budaya, sehingga harus segera dilarang dan diberikan fatwa haram oleh MUI. Demikian disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, DR Sahya Anggara, Jumat (12/2/2016). Menurut Sahya, masyarakat saat ini belum paham dengan LGBT, sehingga perlu diberikan pemahaman bahaya gerakan perusak akidah tersebut. Sahya mengungkapkan, gerakan LGBT sangat berbahaya bagi generasi muda saat ini dan beberapa tahun kedepan, terlebih mereka yang tidak mengerti dan langsung ikut-ikutaan gerakan tersebut. Ia mengajak semua komponen bangsa yang dimotori pemerintah melalui MUI untuk menghalau LGBT berkembang di Indonesia, sebelum banyak korban berjatuhan. "LGBT tidak hanya merusak tatanan sosial, budaya maupun norma agama yang sudah menyatakan hal tersebut haram," tandasnya. Dijelaskannya jangan sampai ada sejumlah komponen yang melegalkan LGBT, sehingga memutar balikan fakta yang benar menjadi salah dan yang salah menjadi benar, sehingga pemerintah harus cepat bertindak untuk menghentikannya. Sahya berharap, jangan sampai seperti kasus Gafatar yang sudah banyak korban, baru pemerintah turun tangan, karena LGBT merupakan masalah yang baru, maka pemerintah harus cepat menumpasnya. Terkait dengan permasalahan aktual yang kerapkali muncul ini Fisip UIN Sunan Gunung Djati Bandung melakukan kerjasama dengan 8 negara, untuk mengkaji berbagai permaslahan yang berkembang di dunia internasional seperti itu. Adapun sejumlah negara kerjasma tersebut yaitu Indonesia, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Australia, Filipina, Singapura dan Cina, sehingga sedikitnya 20 orang mahasiswa Fisip UIN Bandung yang diberangkatkan ke negara-negara tersebut mampu merespon permasalahan aktual yang dialami negara-negara tersebut, termasuk masalah LGBT, MEA dan Terorisme yang muncul saat ini. (Dudy Supriyadi)




























