Pembunuhan di Kampung Rambutan Diduga Karena Asmara Homoseksual

Pembunuhan di Kampung Rambutan Diduga Karena Asmara Homoseksual
Jasad laki-laki yang ditemukan di Terminal Kampung Rambutan.

Jakarta, Obsessionnews.com – Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur sudah bisa mengidentifikasi korban pembunuhan di Terminal Kampung Rambutan. Korban bernama Imam Maulana. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara ia diduga dibunuh karena adanya motif asmara.

Polisi mengungkap tersangka pembunuhan Imam adalah pria berinisial BH. Keduanya diduga punya hubungan sesama jenis atau homoseksual. BH tega menghabisi Imam lantaran korban ditengarai sedang dekat dengan perempuan di Bandung, Jawa Barat.

“Diduga pelaku cemburu karena korban sedang dekat dengan seorang perempuan di Bandung,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Dari informasi yang didapat, tersangka BH dan korban memiliki hubungan homoseksual layaknya pasangan kekasih. Karena Imam dekat dengan perempuan, BH cemburu, dan berniat untuk melakukan balas dendam.

Petugas Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur menangkap BH di tempat cuci pakaian (loundry) Ruko Citra Garden Cibubur, Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (15/11) sekitar pukul 01.00 WIB.

Polisi juga menduga BH sebagai eksekutor yang membunuh dan membungkus jasad Imam, selanjutnya meletakkan di samping toilet Terminal Kampung Rambutan Jakarta Timur.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga dikagetkan dengan adanya penemuan jasad pria tidak dikenal yang terbungkus kain dan mengeluarkan bau busuk di samping toilet Terminal Bus Kampung Rambutan Jakarta Timur pada Selasa (14/11) sekitar pukul 15.45 WIB.

Selanjutnya, petugas kepolisian mengevakuasi jasad korban tersebut guna dilakukan proses identifikasi di Rumah Sakit Polri Kramatjati Jakarta Timur dan melakukan penyelidikan serta mengejar pelaku.(Albar)

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.