Pelatih Chile Anggap VAR Pengaruhi Mental Anak Asuhnya

Pelatih Chile Anggap VAR Pengaruhi Mental Anak Asuhnya
Juan Antonio Pizzi mengeluhkan penggunaan VAR saat laga melawan Kamerun di Piala Konfederasi FIFA Fase grup di Otkrytiye Arena, Moskwa, Minggu (18/6/2017) waktu setempat atau Senin (19/6) dini hari WIB (foto: espncdn.com)

Pelatih timnas Chile, Juan Antonio Pizzi, mengeluhkan penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) saat laga melawan Kamerun di Piala Konfederasi FIFA Fase grup di Otkrytiye Arena, Moskwa, Minggu (18/6/2017) waktu setempat atau Senin (19/6) dini hari WIB.

Meski timnas Chile berhasil mengalahkan timnas Kamerun dengan dua gol tanpa balas, pria berusia 49 ini menganggap penggunaan VAR mempengaruhi mental anak-anak asuhnya.

Pasalnya, gol pertama yang berhasil diciptakan oleh Eduardo Vargas di menit ke-45 dianulir oleh VAR, karena ia dianggap berada dalam posisi offside.

Kebutuan baru berhasil dipecahkan Alexis Sanchez di menit ke-81 setelah memanfaatkan umpan yang diberikan oleh Vidal.

Hal lain yang tidak kalah membingungkan adalah ketika sang pelatih justru menilai gol yang dibuat dimasa injury time oleh Vargas akan dianulir karena berada dalam posisi offside, gol tersebut ternyata dianggap sah oleh teknologi VAR tersebut.

“Pada akhir babak pertama, seharusnya kami unggul 1-0. Tapi, 20 menit kemudian kami masih imbang. Pemain kami dibuat kecewa dengan keputusan dari VAR,” ujarnya seperti dilansir Soccerway baru-baru ini.

“Benar, teknologi itu membuat kami stres. Kami masih menunggu dan melihat bagaimana teknologi ini dikembangkan,”

Meski akhirnya mengakhiri pertandingan dengan keunggulan dua gol, pelatih timnas Chile tersebut tetap mngeluhkan penggunaan VAR tersebut.

“Satu-satunya komentar negatif adalah karena hal tersebut mempengaruhi psikis pemain di tengah laga. Meski itu keputusan yang benar, para pemain akan merasakan dampaknya,” tandasnya. (Indah)

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.