Paket Ekonomi Jilid III, Jokowi Harus Jelaskan Sebab Penurunan

Semarang, Obsessionnews – Gejolak perekenomian Indonesia kembali berguncang seiring keluarnya paket ekonomi jilid III bikinan pemerintahan Joko Widodo. Entah sebuah kebetulan atau tidak, tawaran paket tersebut tidak memberi opsi penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium. Padahal, premium selaku BBM “Kelas Bawah” masih banyak dibutuhkan masyarakat, terutama di pelosok daerah. Lantas, apakah sebenarnya langkah Jokowi sudah dibilang tepat? Pengamat Ekonomi asal Universitas Diponegoro, Prof. FX Sugiyanto, berujar paket ekonomi jilid III semestinya pemerintah menjelaskan perijinan biaya untuk setiap jenis BBM yang diturunkan ataupun tetap. Seperti diketahui harga BBM “Kelas Atas” seperti Avtur, Pertamax dan Pertalite turun efektif sejak 1 Oktober 2015 lalu. Sedangkan Premium masih berada di harga normal tanpa penurunan. “Sehingga masyarakat tahu, apakah BBM Premium dan yang lain-lain itu layak tidak diturunkan. Ini yang menurut saya itu tidak fair,” ujar dia saat dihubungi obsessionnews, Sabtu (10/10/2015). Tindakan pemerintah yang tidak merinci alasan kenapa Premium tidak ikut diturunkan patut disayangkan. Walaupun, ia menilai perubahan harga bahan bakar sebenarnya mampu mendorong perekenomian Indonesia secara global. “Ini yang tidak dilakukan menteri ESDM. Mestinya itu dilakukan,” imbuhnya. Lebih lanjut, dengan adanya penurunan harga BBM selain Premium dinilai lebih condong untuk keperluan produksi. Premium banyak digunakan sebagai konsumsi masyarakat. Seharusnya, kebijakan tersebut diiringi dengan penurunan tarif transportasi publik. Sehingga, konsumsi masyarakat terhadap kendaraan pribadi dapat berkurang. Begitu juga, harga barang-barang sepantasnya ikut turun karena solar kebanyakan digunakan untuk keperluan industri. “Tetapi ini tidak mencerminkan kondisi Indonesia (secara umum),” tambah dia. Meski begitu, ia menyarankan agar pemerintah tidak berkutat mendorong industri saja, namun pemerintah menghemat pengeluaran belanja negara. Ia juga meminta supaya Jokowi menekankan edukasi kepada masyarakat. “Menjelaskan seperti apa prosesnya,” tandasnya. (Yusuf IH)





























