Nono Sampono Cek Kesiapan Mudik di Bandara Halim Perdanakusuma

Nono Sampono Cek Kesiapan Mudik di Bandara Halim Perdanakusuma
Jakarta, Obsessionnews.com - Cek kesiapan mudik via udara Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono menyambangi Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (22/6/2017). Turut hadir perwakilan Angkasa Pura, Abdul Rasyid. Bandara Halim dipilih untuk kunjungan karena tidak seperti Bandar Soekarno Hatta yang terintegrasi dengan bandara militer. Menurut Nono, permasalahan mudik adalah masalah nasional, oleh karena itu harus mengedepankan pelayanan. Senator dari Maluku tersebut mengatakan, pemerintah harus lebih serius agar tidak memberi persoalan, misalnya permasalahan haji dan mudik seperti saat ini. "Banyak titik-titik simpul tertentu perpindahan masa yang cukup besar melalui bandara pada saat tersebut melalui udara dan terjadwal setiap tahun. Pemerintah perlu perhatikan," kata Nono seperti dikutip dari siaran pers DPD RI, Jumat (23/6). DPD RI melihat permasalahan seperti ketersediaan armada dan faktor kesehatan pilot wajib menjadi prioritas bagi operator dan angkasa pura dalam menjamin keselamatan penerbangan. "Pertama permasalahan armada dan cek kesehatan pilot sebelum terbang, karena di situ faktor penting penunjang keselamatan. Pernah ada kasus pilot yang bermasalah sebelum terbang. Itu juga tidak boleh terjadi lagi," ucap Nono. Sebagai perwakilan Angkasa Pura Abdul Rasyid mengapresiasi kehadiran Nono, karena menurutnya dalam lebaran ini baru Nono yang meninjau ke bandara Halim. "Saya apresiasi kehadiran Pak Nono Sampono dan seluruh jajaran. Kebanggaan buat kami menerima pimpinan lembaga meninjau ke Halim Perdanakusuma," kata Rasyid. Rasyid menjelaskan, Bandara Halim mengoperasikan pesawat komersial Citilink dan Batik Air, serta penerbangan VVIP yang dilayani saat ini. Fasilitas-fasilitas yang dimiliki sudah cukup lengkap dalam pelayanan seperti main gate,working zone, kawasan komersial dan area parkir. "Peralatan-peralatan sudah standar bandara internasional. Dan pada tahun 2017 sudah 14.000 lebih penerbangan di Bandara Halim. Perkembangan dari 2016 sekitar 9% saat ini," ujarnya. Menurut Nono, bandara seperti Halim, Malang, dan Semarang memiliki dua fungsi. Dan ini tidak mudah seperti bandara komersial lainnya, karena harus melayani sipil komersial dan juga militer. "Sering ada hari-hari perayaan dalam Angkatan Udara dan bandara ini diperlukan dalam kegiatan kemiliteran dan urusan VVIP kenegaraan. Semoga manajemen bisa bekerja dengan baik sehingga tidak mengganggu penerbangan keduanya," tegas purnawirawan jenderal marinir itu. Nono berharap ke depan bandara juga menyediakan simpul moda transportasi lanjutan dari dan ke bandara. Angkutan tersebut menjadi penting selain masalah keamanan yang juga sangat penting. "Keamanan di Halim harus menjadi perhatian penting, karena ancaman bisa timbul kapan saja terutama saat-saat padat seperti ini. Jangan sampai lengah," tandasnya. Rasyid menjelaskan masalah keamanan Nandara Halim selain security internal ada juga dari Lanud, intelijen, militer. "Pengamanan bandara selain dari internal juga dibantu oleh militer dan intelijen, sehingga kekhawatiran akan hal-hal yang berupa ancaman yang bisa terjadi dapat ditanggulangi," ujarnya. (DPD/arh)