Nilawati Djuanda, Direktur PT Industri Telekomunikasi Indonesia: Berdedikasi dengan Hati

Nilawati Djuanda, Direktur PT Industri Telekomunikasi Indonesia: Berdedikasi dengan Hati
Nilawati Djuanda. (Foto-foto: Fikar Azmi/Women's Obsession)

Menekuni tugas dengan penuh totalitas dan dengan perasaan enjoy merupakan salah satu langkah untuk mendedikasikan upaya yang terbaik. Semangat itu pula yang ditebarkannya kepada tim disertai dengan nilai integritas dan penanaman nilai-nilai pribadi yang berkarakter.

Berteman sejuknya udara Bandung di kala senja, Nilawati Djuanda berbagi perjalanan baktinya yang menginjak tahun kedua di PT INTI (Persero). Karier Nila di dunia telekomunikasi sudah 31 tahun lamanya. Berbekal pengalaman tersebut, dia memacu diri agar PT INTI (Persero) leading di industri telekomunikasi dan bisa kembali menjadi prime mover di industri dalam negeri.

Akuntan Lulusan Universitas Padjadjaran dan Magister Management Sekolah Tinggi Management Bandung ini meyakini bahwa setiap kemajuan membutuhkan proses dan komitmen bersama dari stake holder, termasuk pemerintah maupun pelaku industri. Selaku direktur keuangan, perempuan kelahiran 29 September 1960 ini bertugas menetapkan konsep dan arah strategi serta kebijakan pengelolaan fungsi keuangan, human capital management, sistem teknologi informasi, dan procurement.

Salah satu tantangan tugasnya adalah menyiapkan resources (keuangan dan sumber daya manusia) dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang sangat dinamis, business life cycle yang kian memendek, persaingan yang begitu ketat, dan ekosistem bisnis yang belum mendukung.

Nila berperan besar dalam melakukan percepatan pembangunan penggelaran kabel serat optik sampai ke rumah-rumah (Fiber To The Home/ FTTH) dan gedung-gedung, yang bertujuan untuk perluasan konektivitas teknologi komunikasi data pita lebar dengan skema bisnis Trade in Trade Off (TITO) melalui perbaikan manajemen proyek dan pemberdayaan sumber daya internal. Pencapaian tersebut baik pula pada percepatan pembangunan National Broadband Network.

Guna meraih pencapaian terbaik lainnya di tahun mendatang, Nila merencanakan transformasi di segala aspek, di antaranya melakukan restrukturisasi bisnis melalui penguatan kapabilitas internal terutama  keuangan dan SDM dan melalui partnership. Untuk bisa leading di industri, tahun depan, PT INTI (Persero) menargetkan peningkatan market share dua hingga tiga kali lipat serta  memperkuat struktur keuangan dan tingkat kesehatan perusahaan (profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas).

Strategi maupun target yang dicanangkan tak akan berarti tanpa tim yang solid di samping Nila. “Kerja keras dan cerdas dari tim yang solid dan berintegritas tinggi adalah modal utama kami. Ketika berinteraksi dengan mereka, saya melakukannya dengan pendekatan yang lebih humanis. Untuk gaya memimpin adakalanya saya memilih gaya birokratif, direktif, ataupun fully delegatif, sangat situasional. Komunikasi dan koordinasi adalah pondasi kami menuju tujuan yang sama,” tegas peraih Satya Lencana Pembangunan di tahun 2015.

Perempuan yang mengidolakan kedua orang tuanya ini menambahkan, “Pendekatan saya kepada tim juga menyentuh aspek emosional maupun spiritual. Komunikasi informal sering dirasakan lebih efektif, Di sela-sela, kegiatan Senam Kebugaran Jasmani (SKJ), saya mendengarkan curahan hati teman teman yang tidak bisa terungkap ketika dalam kondisi kerja formal. Pendekatan secara personal penting untuk membangun suasana enjoy dalam menjalankan tugas. Saat mereka merampungkan pekerjaan dengan enjoy, maka ouput dan kinerja yang dihasilkan menjadi optimal,” ungkapnya.

Sebagai perempuan yang aktif berkarya, dia menuturkan tidak ada perbedaan perlakuan berdasarkan gender. Semuanya dilihat berdasarkan kinerja dan prestasi. “Wanita sudah diberikan kesempatan dan dipercaya berkarya seluas-luasnya. Alhamdulillah, keluarga selalu mendukung. Sebagai perempuan, saya menyadari multi peran yang melekat dalam diri. Oleh karena itu, saya harus pandai memposisikan diri, ketika menjadi ibu, istri, sahabat, maupun pimpinan,” tandas ibu tiga anak ini.

Di kala senggangnya, selain bekumpul dengan keluarga, dia melepas penat dengan travelling mengunjungi keindahan alam terbuka. Untuk menjaga kebugarannya, Nila rajin berenang dan jalan sehat. Dia pun aktif di CFO (Chief Financial Oficer ) BUMN forum  dan pengurus FHCI ( Forum Human Capital Indonesia). “Secara berkala, saya juga ikut mengajar di sekolah dasar yang berdekatan dengan kantor. Apapun bentuknya, kita selalu berkontribusi untuk generasi penerus,” tambah  perempuan yang gemar menyantap mi kocok Bandung ini seraya tersenyum. (Women’s Obsession/Silvy Riana Putri)

Artikel versi cetak ini dapat dibaca di  Majalah Women’s Obsession edisi Desember 2016

 

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.