Menperin Janji Pantau Ketat Gula Rafinasi

Menperin Janji Pantau Ketat Gula Rafinasi
Jakarta, Obsessionnews - Meski diakui gula rafinasi mampu menopang geliat industri makanan serta minuman nasional, namun seringkali merembes dan malah dikonsumsi masyarakat. Menghalaunya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin)berjanji memantau ketat produksi yang dikhususkan bagi pabrik. Pemantauan ketat tersebut, menurut Menperin Saleh Husin, guna menjamin pemisahan pasar gula kristal putih untuk konsumsi langsung dan gula rafinasi bagi industri. “Kementerian Perindustrian menelisik produksi gula rafinasi melalui verifikasi kontrak. Sedangkan audit distribusi yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan. Kami tidak mau gula rafinasi bobol ke luar industri,” kata Husin di pabrik gula rafinasi milik Sugar Labinta di Lampung, Sabtu (27/6). Di sisi lain, Menperin memberi apresiasi pada pabrik gula rafinasi yang memenuhi komitmen menyalurkan produk gula kristal rafinasinya ke industri makanan dan minuman. “Saya harus fair. Monitoring ketat harus dilakukan untuk menjamin gula rafinasi tidak merembes kemana-mana. Nah, jika ada perusahaan yang disiplin menyalurkan produknya sesuai ketentuan, hanya ke industri, ya harus diapresiasi,” kata Husin. Sekedar informasi, bahan baku gula rafinasi berupa raw sugar masih didapatkan dari impor. Upaya menguranginya, Menperin mendorong pengusaha memiliki kebun tebu sendiri. "Satu-satunya cara mengurangi impor raw sugar ya dengan memiliki kebun tebu sendiri," ujar Menteri. (Mahbub Junaidi)