Menhan: Bela Negara Penangkal Serangan Musuh

Menhan: Bela Negara Penangkal Serangan Musuh
Jakarta, Obsessionnews - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menilai, wawasan kebangsaan atau bela negara bangsa Indonesia harus terus dipertebal, dari hari ke hari. Sebab, ancaman dan serangan militer sekuat apa pun, bisa kalah, jika semua komponen bangsa kompak. "Sebenarnya gak perlu alutsista yang canggih untuk menaklukan serangan militer musuh. Buktinya, dengan cuma bermodal bambu runcing, keris dan tombak, rakyat bisa mengusir penjajah dari tanah air," ujar mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) itu saat bersilahturahmi dengan awak media massa di kantornya di Kemenhan, Jakarta, Selasa (26/5/2015). Baca juga: Menhan: Warga Rohingya Harus Diselematkan, Politik Belakangan Lebih lanjut Menhan merasa prihatin dengan masih terlalu rendahnya wawasan kebangsaan atau bela negara Indonesia dibandingkan warga negara lain di dunia. "Berdasarkan survei masalah wawasan kebangsaan yang dilakukan di 106 negara, Indonesia menempati urutan ke-95. Ini rendah sekali," katanya. Untuk bela negara, menurut dia, harus siap mati, siap mengorbankan diri untuk bangsa dan negara. "Bagaimana kalau jiwa kebangsaan ini tidak ada? Apakah bisa mengorbankan jiwanya? Hal ini menjadi perhatian Kementerian Pertahanan. Oleh sebab itu, saya sudah bicara dengan Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan, agar sejak Pendidikan Anak Usia Dini, bela negara diajarkan dan ditanamkan kuat-kuat. Ibarat pohon, akarnya sudah menancap kuat ke tanah" katanya. Baca Juga : Menhan Gelar Rapim Bahas Pertahanan Negara Ia mengatakan, waktu berlalu secara cepat, demikian juga perkembangan dunia pun semakin cepat di tengah era globalisasi saat ini. Tantangan baru dunia yang semakin terbuka, dikemukakannya, menyadarkan dan memberikan makna bahwa bangsa ini sudah ketinggalan jauh di dalam arus globalisasi. "Oleh karena itu, tidak mungkin kita berdiri di luar, tetapi juga tidak bijak kalau kita mengatakan seolah-olah globalisasi itu adalah sumber permasalahan dalam bernegara karena dalam kenyataannya banyak negara yang berhasil menciptakan kesejahteraan bagi rakyatnya melalui globalisasi," ujar mantan Pangdam Brawijaya. Dari aspek geopolitik dan geostrategi dalam posisi geografis, sumberdaya alam, dan jumlah serta kemampuan penduduk Indonesia penting di mata dunia dan menjadi ajang persaingan kepentingan serta perebutan pengaruh antarnegara besar secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi dan membahayakan segala aspek kehidupan.