LGBT Itu Penyakit dan Bisa Menular

Jakarta, Obsessionnews– Asumsi bahwa Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) bukanlah penyakit terbantahkan. Beberapa ahli menegaskan, LGBT itu adalah penyakit dan bisa menular. Pandangan ini antara lain juga dikemukakan psikiater Dr dr Fidiansjah SpKj yang dengan tegas menyatakan pelaku LGBT memiliki gangguan jiwa. Karena merupakan salah satu bagian dari gangguan jiwa, penyakit ini pun juga bisa menular kepada orang lain. "Perilaku itu (LGBT) bisa menular. Penularannya bukan dalam karena virus, kuman. Bukan. Tapi yang disebut dengan teori perilaku, yaitu teori penularan dari konsep pembiasaan. Dia mengikuti satu pola, akan menjadi satu karakter, jadi kepribadian, jadi pembentuk kebiasaan, dan sebagainya, akhirnya menjadi penyakit. Menularnya dari konteks perubahan perilaku dan pembiasaan," katanya dalam diskusi di Indonesia Lawyer Club yang ditayangkan TV One, beberapa waktu lalu. Fidiansjah meyakini bahwa LGBT merupakan penyakit dan bisa menular karena termaktub dalam buku Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ). Menurutnya, di buku tersebut pada halaman 228 disebutkan, homoseksual dan biseksual termasuk dalam gangguan psikologis dan perilaku yang berhubungan dengan perkembangan dan orientasi seksual. "Ada di halaman 288, kemudian 280, dan 279. Persis kalimatnya ada. Ini masih sebuah gangguan. Gangguan jiwa. 'Gangguan psikologis dan perilaku yang berhubungan dengan perkembangan dan orientasi seksual adalah F66 X1 Homoseksualitas. F66 X2 Biseksualitas. Tertulis jelas. Kemudian yang dikaitkan dengan transeksualitas juga sama. Itu terdiagnosis di sini,'" lanjutnya. Menurutnya, diagnosis tersebut bukan berarti diskriminasi. Dia dan para psikiater lainnya menyatakan justru ingin membantu. "Diagnosis menjadi satu kesatuan. Ketika ada pemahaman spiritualitas dan religiulitas yang diapakai oleh sebuah komunitas, sebagai acuan yang tadi sudah dipakai. Maka itu menjadi sebuah penentu diagnosis. Dan (kami) melabelkan atau membuat sebuah diagnosis bukan berarti diskriminasi. Kami justru ingin membantu," jelasnya. Dr. dr. Fidiansjah, Sp.KJ merupakan Ketua seksi Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia Seksi Religi, Spritualitas dan Psikiatri. Dari segi pendidikan Fidiansjah seorang doktor dan psikolog dan sudah mumpuni di bidangnya. (Fath)




























