Laode Masihu Kamaluddin, Hasrat Mulia Si ‘Pribadi Zig Zag’

Laode Masihu Kamaluddin, Hasrat Mulia Si ‘Pribadi Zig Zag’
Prof. Dr. H. Laode Masihu Kamaluddin, M.Sc, M.Eng

“Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.”

Sederet kalimat mutiara dari Presiden RI ke-1, Soekarno, menjadi modal bagi Laode Masihu Kamaluddin untuk mengejar impiannya. Usai menamatkan sekolah menengah atasnya, ia pun tak perlu berpikir lama untuk menentukan arah tujuannya dan memantapkan hasrat mulianya untuk berderma bagi umat, bangsa, dan negara.

Jejaknya meniti masa depan dimulai di Kota Kembang. Di Universitas Padjadjaran Bandung, Masihu mengais ilmu di Jurusan Kimia, Fakultas MIPA. Lulus di tahun 1979, Masihu pun melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi.

Tak tanggung-tanggung, ia terbang ke Negeri Paman Sam untuk menyelesaikan pendidikan magister dan doktoralnya. Tepatnya, di Iowa State University, Amerika Serikat, Masihu menggondol gelar Master of Engineering (M.Eng) di bidang Industrial and Manufacturing System Engineering dan Master of Science (M.Sc) di bidang Internasional Development Studies. Sementara gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) diraihnya di bidang Industrial Technology, di universitas yang sama.

Puncaknya, penghargaan tertinggi di bidang akademik diraih lelaki kelahiran Wakatobi, 17 Agustus 1949, ini pada 21 Mei 2005. Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) mengukuhkan Masihu sebagai Guru Besar (Profesor) di Bidang Ekonomi Maritim.

 

Pakar di Bidang Maritim

Ya, di Negeri Kepulauan ini memang tak banyak pakar di bidang maritim. Maka tak heran jika pemikiran Prof. Masihu sangat dibutuhkan untuk kemajuan dunia kemaritiman di tanah air.

Saking diakui kepakarannya, nama Prof. Masihu sudah sangat identik dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia. Ia bahkan termasuk salah seorang penggagas berdirinya kementerian yang kini dipimpin Susi Pudjiastuti tersebut.

Sejak awal, Prof. Masihu mengusulkan pentingnya pengembangan wisata bahari, mengingat besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Selain itu, ia juga mengusulkan agar pemerintah memiliki concern tinggi terhadap kemajuan perikanan, transportasi, dan pengembangan pelabuhan.

“Saya sejak dulu percaya bahwa Indonesia ini memiliki sektor maritim yang luar biasa. Maritim kita punya prospek unggulan, apalagi jika melihat posisi geografis Indonesia sebagai negara kelautan,” ujarnya penuh keyakinan.

Pemikiran tentang kemaritiman, antara lain, dituangkan Prof. Masihu ke dalam dua masterpiece-nya, yakni buku berjudul “Pembangunan Wilayah Tertinggal Melalui Konsep Belt Ekonomi Maritim Berbasis Pulau-Pulau Kecil dan Kota Pantai” serta “Format Indonesia Baru-Reorientasi Strategi dan Kebijakan Pembangunan Nasional Serta Arah Pembangunan Daerah.”

 

Pribadi Zig Zag dan Multitalenta

Nyatanya, Profesor Masihu adalah sosok multitalenta. Kiprah CEO International Eco Rescue Ltd., Perusahaan Global yang berpusat di Santa Fe New Mexico, New York dan London, ini tak hanya di dunia kemaritiman, melainkan di banyak sektor. Penerima Satyalancana Karya Satya 20 Tahun dari Presiden RI (7 Juni 2000) ini memang sosok ‘tak mau diam’ dan selalu menjadi inspirator bagi orang-orang di sekitarnya.

Bahkan oleh kawan-kawannya, Prof. Masihu dijuluki “Pribadi Zig Zag”. Sebutan itu muncul karena Prof. Masihu memiliki segudang kemampuan dengan seabrek aktivitas yang dilakoninya.

Dunia akademis yang begitu dekat dengannya mengantarkan Prof. Masihu menduduki banyak jabatan. Penerima anugerah Satyalancana Karya Sistha dari Panglima TNI (16 Juli 1998) ini di antaranya pernah menjabat sebagai Ketua Forum Rektor Indonesia di tahun 2013 dan kini menjadi Rektor Universitas Lakidende, Unaaha, Sulawesi Tenggara untuk masa amanah 2015 – 2019.

Di bidang pemerintahan, dosen di berbagai perguruan tinggi itu juga pernah menjadi asisten menteri hingga menjadi Staf Khusus Wakil Presiden RI. Ia bahkan juga pernah menjadi anggota MPR RI periode 1993-1997 dan 1999-2004, kemudian menjadi anggota DPR RI periode 1997-1999.

Concern Prof. Masihu di sektor lingkungan dan masyarakat juga membawanya pada ragam aktivitas lainnya. Di antaranya menjadi perintis dan pendiri Borneo Tropical Rainforest Foundation (BTRF) Indonesia, yaitu suatu yayasan nirlaba (NGO), dimana ia sekarang didaulat menjadi Direktur Regional BTRF Internasional yang berkedudukan di Swiss Geneva.

Sementara untuk turut memajukan sumber daya manusia di kampung halamannya, penerima Persatuan Wartawan Indonesia Award (2012, bidang Pendidikan) ini mendirikan Yayasan Global SDM Kendari.

 

Berderma Bagi Umat, Bangsa, dan Negara

Harus diakui, seabrek aktivitas tersebut merupakan hasil dari tekad membaja Prof. Masihu. Sejak masih muda, dirinya sudah bertekad mendermakan dirinya di dunia aktivis yang peduli pada kepentingan umat.

Saat mahasiswa, ia sudah dikenal sebagai sosok aktivis yang malang melintang di dunia kampus. Darah aktivisnya mulai tampak saat ia didapuk sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Kimia, kemudian Ketua Senat Mahasiswa Fakultas MIPA, dan akhirnya menjadi Ketua Dewan Mahasiswa Unpad pada 1972-1973. Pun demikian kala kuliah di Iowa State University Amerika Serikat. “Pribadi Zig Zag” itu menjadi Ketua Persatuan Mahasiswa Indonesia se-Amerika Serikat 1985-1991.

Sementara di organisasi ekstra kampus, Prof. Masihu bergelut di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dimulai dari ketua komisariat, Ketua Umum HMI Cabang Bandung sampai dengan Ketua Bidang Luar Negeri PB HMI di tahun 1978. Dan sekarang ia masih tercatat sebagai Ketua Majelis Pakar Korps Alumni HMI (KAHMI) Nasional periode 2012-2017.

Kini, meski banyak bidang dan beragam aktivitas telah digelutinya, namun hasrat untuk berderma bagi umat, bangsa, dan negara tak pernah padam. Sejak muda hingga saat ini, hasrat itu masih terus terpancang. Beragam upaya telah dilakukannya, terutama bagi tanah kelahirannya di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Prof. Masihu lebih meyakini bahwa majunya suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dari bangsa tersebut. Untuk itu, salah satu bentuk keseriusannya dalam membangun SDM adalah ketika beliau bersama Gubernur Sultra, Nur Alam SE menggagas kerja sama restorasi beasiswa “Cerdas Sultraku” pada tahun 2011.

Kini, ia juga sedang menggarap kerja sama pemerintah kabupaten Konawe Raya (Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, dan Kolaka Timur) perihal beasiswa agroindustri di Universitas Lakidende.

Prof Masihu juga kerap kali diundang sebagai pembicara atau narasumber di berbagai seminar, ceramah, diskusi dan simposium, baik di dalam maupun di luar negeri. Salah satunya adalah pada gelaran Asia Media Summit 2012 di Bangkok, yang terhimpun lebih dari 600 penentu kebijakan Industry Broadcasting di Asia, Amerika, Eropa dan Timur Tengah, Prof Masihu menjadi satu-satunya pembicara mewakili Indonesia.

Jiwa Leadership yang dimiliki kerap kali melahirkan ide kreatif dan menjadi inspirasi oleh banyak orang. Karena alasan itu pula membuat Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) melamarnya menjadi rektor di kampus yang bergengsi di Semarang tersebut.

Bahkan nama Prof. Masihu sempat diabadikan di sebuah gedung sekolah “Ann Thompson Academy”, di Icheon Korea Selatan dengan statement yang membanggakan umat Islam dan bangsa Indonesia, “LAODE HALL: Dedicated to Dr. Laode M. Kamaluddin, who has shared a great dream for Asian Leadership in the world”.

Meniliki catatan di atas, pemikiran dan kiprah Prof. Masihu tentu saja tak perlu diragukan. Kendati demikian, sorot matanya masih tajam untuk segera kembali berbuat bagi kepentingan publik.

“Bukan apa-apa. Sebagai muslim saya hanya ingin melaksanakan salah satu hadits Nabi Muhammad Saw., khairunnaas anfa’uhum linnaas. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia,” tandasnya. (Imam Fathurrohman)

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.