KUHAP Bolehkan Helmy Tolak Otopsi Jenazah Anaknya

Jakarta, Obsessionnews - Desakan penyidik Polda Metro Jaya agar Alfian Helmy Hasjim mengizinkan makam anaknya, Allya Sika Nadya, dibongkar untuk diotopsi tidak diteruskan. Berdasarkan KUHAP, keluarga berhak menolak dan keterangan saksi ahli dokter atau visum sudah cukup kuat. Di dalam KUHAP terdapat pasal-pasal yang berkaitan dengan kewajiban dokter, untuk membantu peradilan, yaitu dalam bentuk keterangan ahli, pendapat orang ahli, ahli kedokteran kehakiman, dokter, dan surat keterangan dari seorang ahli yang memuat pendapat berdasarkan keahliannya mengenai sesuatu keadaan yang diminta secara resmi dari padanya. Tugas seorang dokter dalam membantu pengusutan tindak pidana terhadap kesehatan dan nyawa manusia ialah pembuatan visum et repertum, sehingga harus objektif tentang apa yang dilihat dan ditemukan dan secara logis, kemudian mengambil kesimpulan. Dengan demikian visum et repertum merupakan kesaksian tertulis. Keterangan ahli berupa visum et repertum akan menjadi sangat penting dalam pembuktian, sehingga visum et repertum akan menjadi alat bukti yang sah, karena berdasarkan sumpah atas permintaan yang berwajib untuk kepentingan peradilan. Walaupun dalam pengerjaanya visum et repertum terkadang mempunyai beberapa hambatan. Namun, pembuktian terhadap unsur tindak pidana dari hasil pemeriksaan yang termuat dalam visum et repertum, dapat menentukan langkah yang diambil pihak kepolisian dalam mengusut suatu kasus. Visum menjadi alat bukti yang sah sesuai dengan Pasal 184 ayat (1) jo pasal 187 huruf C. Jadi jika sudah ada keterangan pemeriksaan dari luar jenazah Siska atau visum oleh dokter, tidak perlu lagi pemeriksaan luar lewat otopsi. Menurut DR dr Luthfi Gatam, SPOT, dokter ahli tulang atau ortopedi dari RS Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan,keterangan dirinya saat diperiksa di Mapolda Metro Jaya, sudah cukup lengkap. Apalagi juga dilampirkan rekaman medis terhadap Siska setelah diterapi di Chiropractic First yang menyebabkan kejang-kejang dan masuk ICU hingga meninggal dunia di RSPI. Bisa dipastikan, lanjutnya, Siska meninggal akibat pendarahan di otak, setelah lehernya diterapi di klinik tersebut. Dokter Luthfi mengaku siap jika dibutuhkan lagi keterangannya oleh penyidik, dan juga siap jadi saksi di pengadilan kelak. Luthfi juga mempunyai rekaman medis Siska ketika menjalani pengobatan tulang belakang di RSPI. Dokter Fahreza Aditia yang menangani Siska, saat masuk IGD RSPI, juga sudah dimintai keterangan oleh penyidik. Yang sudah memberikan keterangan penyebab pasti kematian Siska akibat pecahnya pembuluh darah di otak setelah diterapi. Obsessionnews.com juga memiliki dokumen lengkap rekam medis Siska dari RSPI, yang menyimpulkan bahwa pecahnya pembuluh darah di otak Siska. Setelah menjalani terapi atau digoyang-goyangkannya leher oleh dr Randall, sampai bunyi krek krek. Siska diduga menjadi korban malpraktik di Chiropractic First The Spine & Nerve Clinic Cabang Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2015) malam. Di klinik chiropractic asing tersebut Siska ditangani dr Randall Cafferty, seorang warga negara Amerika Serikat. Sepulang dari klinik asing tersebut ia mengeluh kesakitan di bagian leher. Jumat (7/8) dini hari orang tuanya membawa Siska ke Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Dokter menyimpulkan telah terjadi pembuluh darah yang pecah di bagian leher Siska. Pukul 04.45 WIB Siska meninggal dunia. Berita kasus malpraktik yang menyebabkan kematian Allya Siska Nadya dalam beberapa hari terakhir ini menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Kasus ini pertama kali diberitakan di situs berita Obsessionnews.com, Senin, 4 Januari 2016, pukul 17.43 WIB, dengan judul Allya Siska, Gadis Cantik Wafat Setelah Terapi, kemudian diikuti media-media lainnya. Seiring kasus Siska, Obsessionnews.com ingin menjaring pendapat Anda sebagai pembaca. Masihkah Anda memilih chiropractic sebagai alternatif pengobatan? Kami persilakan Anda untuk berpartisipasi dalam polling ini. [dyamar_poll id="3"](rez)Baca juga:Allya Siska, Gadis Cantik Wafat Setelah TerapiBayar Pengobatan 17 Juta, Siska Malah MeninggalSalah Terapi di Chiropractic, Nyawa Adikku Melayang 6 JamSiska dan Dunia SosmedKasus Malpraktik Siska, IDI Belum Dipanggil PoldaAnggota DPR ini Nyaris Jadi Korban Tewas Mirip SiskaKasus Siska, DPR Sarankan Pihak Korban Gugat Dinas PariwisataTernyata, Siska Tidak Pernah Mau Merepotkan OrangtuaMeninggalnya Siska Mengagetkan Teman-temannyaKasus Siska, Kejanggalan Klinik First Chiropractic TerbongkarBelajar dari Kasus Siska, Hati-hati Memilih Tempat Berobat!Izin Klinik Kesehatan Masih Amburadul, Nyawa Siska Melayang‘Pembunuh’ Siska Diduga Kabur, Polisi Sudah Proses HukumTerapis ‘Pembunuh’ Siska Tersangkut Kasus Malpraktik di ASAkhirnya, Ketahuan Klinik Siska Meninggal Tak Punya IzinMetode Chiropractic Ternyata Sudah Makan Korban Sejak Lama





























