Konflik Dirancang Untuk Sekarang

Konflik Dirancang Untuk Sekarang

Oleh: Fahmi M.S Kartari, Aktivis

 

Ini situasi gila sebetulnya! Bebas atau tidak bebasnya Ahok, pasca 9 Mei itu menjadi masa yang harus bergolak, begitu kelihatannya! Tapi menurut saya pergolakannya dipicu hanya dalam jangka waktu tertentu, tidak akan lama!

Artinya jika Ahok bebas, reaksi umat Islam akan langsung dibenturkan dengan pihak-pihak yang dibentuk oleh aparat, bisa antar ormas, preman atau dengan aparat itu sendiri. Tapi rencana itu tidak jadi terlaksana, Ahok ternyata divonis 2 tahun.

Lalu reaksi massa Ahokers yang berlanjut hingga hari ini, rekayasa pemindahan tahanan ke Brimob, rencana penangguhan tahanan, rencana banding, isu reaksi PBB, Uni Eropa,  dan pemerintah Belanda hingga kemungkinan Mendagri tetap menjadikan Ahok sebagai gubernur jika ada penangguhan tahanan, ini adalah satu rancangan situasi konflik dalam pola yang sama dengan keharusan Ahok-Djarot menang satu putaran (terbukti ketika putaran kedua mereka hancur), waktu yang harus singkat, dan harus diburu-buru, sebab bagaimana caranya biaya pemicu konflik ini bisa efisien tapi akibatnya bisa besar. Sasarannya? Reaksi Umat Islam untuk secara emosional ke dalam perangkap konflik (horisontal dan vertikal).

Kesal kan jika hukum mulai dipermainkan supaya Ahok bisa enak meski status tahanan? Sakit hati sekali melihat perlakuan istimewa kepolisian pada demonstran Ahokers dibanding ke umat Islam? Marah kan melihat dengan kasat mata presiden mencari cara agar meski tahanan tapi Ahok bisa “bebas”? Pasti banyak Umat yang ingin melakukan reaksi keras, ingin aksi lagi, ingin lempar jumroh, ingin lengserkan jokowi, atau mungkin menghendaki Ahok lebih buruk daripada ditahan!

Jangan masuk dulu dalam perangkap jaring raksasa, karena jika umat Islam masuk perangkap tersebut maka akan sekali hajar! Memang umat Islam akan melakukan perlawanan tapi akibatnya apa? Sepertinya inilah timing bagi kekacauan nasional yang dirancang kekuatan besar dalam negeri atau skala dunia!

Biarkan pancingan-pancingan emosional itu tetap disikapi pasif oleh umat Islam, terlebih belum adanya komando. Selama ini kubu-kubu penguasa dan aparat itu frustrasi untuk memancing umat Islam. Ya frustrasi karena memang ada yang dituju!

Bertahanlah sampai ada kepastian komando, jangan terpancing himbauan liar untuk bertempur, jangan terpancing berita chaos meskipun sudah faktual!

Saya yakin Allah sedang mengatur segalanya untuk keselamatan negeri ini! Kita lihat dan kita tunggu! (*)

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.