Kapal Perang dan Alutsista Indonesia Tak Kalah Dari Negara Lain

Kapal Perang dan Alutsista Indonesia Tak Kalah Dari Negara Lain
Padang, Obsessionnews - Kapal perang berikut alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang dimiliki TNI AL tidak kalah dengan milik negara lain. Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan hal itu inspeksi kapal perang dalam rangka Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2016 di Pelabuhan Teluk Bayur Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) "Pandangan Presiden RI saya lihat ternyata kita tidak kalah dengan negara lain," kata Gatot Nurmantyo usai peresmian Monumen Merpati Perdamaian, di Kota Padang, Sumbar, Selasa (12/4). Selama lima hari, angkatan laut dari 35 negara melaksanakan latihan perang di perairan Sumbar. Pusat latihan yang diadakan di Padang dan Kabupaten Kepulauan Mentawai berasal dari negara sahabat dari Samudera Fasifik dan Samudera Hindia. 35 negara yang ikut latihan perang seperti USA, Kanada, Mexico, Cina, Korea Selatan, Jepang, England, Perancis, Rusia, Australia, Chile, Netherland, Kolumbia, Selandia Baru, Kuwait, Qatar, Pakistan, Peru, Philipine, Saudi Arabia, Bangladesh, Brunei Darussalam, Cambodia, India, Laos, Myanmar, Papua Nugini, Singapore, Srilangka, Thailand, Malaysia, Timor Leste, Vietnam dan tuan rumah Indonesia Gatot Nurmantyo mengatakan, kagiatan MNEK 2016 sangat luar biasa dan menjadi ajang kehormatan bagi Indonesia. Melihat kesiapan yang ditunjukkan, Indonesia siap menjadi poros maritim dunia. "Poros maritim itu sudah perintah presiden dan kebijakan pemerintah. Harus siap. Buktinya kegiatan MNEK ini," ujarnya. Sementara itu Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi mengatakan, selama kegiatan MNEK 2016 berlangsung, TNI AL mengerahkan 29 kapal perang, dua pesawat CN 212, satu pesawat CN-295, dan dua helikopter jenis Helly Bell 412. Jumlah itu belum termasuk 20 kapal perang dari 15 negara sahabat di kawasan Samudera Fasifik dan Samudera Hindia. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)