Jurus As If LBP Versi Bahasa Kamera

Jurus As If LBP Versi Bahasa Kamera
Djoko Edhi Abdurrahman.

Oleh: Djoko Edhi Abdurrahman, Mantan Anggota Komisi Hukum DPR, Wasek LPBH PBNU

 

LBP bikin pengalihan perhatian. Pindah ke UKI. Pengalihannya, mengubah masalah menjadi as if (seolah-olah). Luar biasa LBP. Saya baca undangan Fakultas Hukum UKI, LBP pembicara tunggal.

Padahal kalau menuvernya sukses, diumpak dewe. Lihai, lihai, lihai.

Akrobatnya mencabut moratorium pulau reklamasi, adalah manuver yang sangat sedikit peluang bakal ia menangkan. Dan ternyata manuver LBP gagal berat. Diubahnya gagal berat itu sebagai kegagalan madzhab. Ini namanya mengubah masalah menjadi as if. Teori membagi resiko.

Awal manuver itu, LBP mencabut moratorium Pulau Reklamasi, membypass kekuasaan Gubernur Anies Sandi. Ia tak mengira Anies Sandi bakal melawan dengan sangat keras pula. Emang siape luh. Pulau reklamasi itu menurut hukum adalah dekonsentasi. Bukan konsentrasi. Tak bisa diganggu gugat.

(Aduh gak konsen, penyiar RCTI Olivia, cantik sekali lagi siar kawinan Anak Presiden yang sangat wahh mewah, ngalahin fiesta Ticoon).

Jawaban keras Anies dikemukakan dalam pidato pembukaan yang langsung menyebut “pribumi”. Sedang LBP beserta Pulau Reklamasinya “bukan bumiputera”. LBP sudah diberi poorvinansiring, menyerang lebih dulu. Sudah kebanyakan poornya. Masanya dibalas.

Ada dua krusial yang jadi serangan balik. Pertama, stop Pulau Reklamasi. Kedua, tutup Alexis.

Yang saya ikuti dengan baik, potongan fragmen dipanggilnya Sandi oleh LBP. Sandi lalu menghadap boss besar, Prabowo Subianto dan Anies.

Ringkas fragmen ini (bisa jadi scene 30), Prabowo dan Anies menyuruh Sandi memenuhi panggilan LBP. Ia menghadap LBP (hunting locationnya di Maritim Office Minister, sarang mafia).

Inzetspan. LBP ngamuk besar. Di storyboardnya, roman King of King Ticoon. Raja Diraja Taipan Pulau Reklamasi dengan atribut Kristennya UKI dilingkari naga tumang, seperti setting Pendekar Pulau Es nya Asmaraman Kho Ping Hoo.

Menyembahlah Sandi ke LBP, the rill presidente.

LBP amuk besar. Sandi dituduh mengganggu The King of King of Ticoon, kubu Naga Nomor 5.

LBP cuci maki cukimai Sandi kayal bedinde. Dan ancam mau dipenjarakan.

Sandi pulang, lapor big boss Prabowo Subianto, lengkap dengan detail gusarnya King Of King Of Ticoon.

Prabowo balas gusar. Ia adalah pendekar kangouw ABRI dan LBP bukan apa-apa di ABRI.

Sandi ditanya, “Ente berani melawan LBP yang mau penjarakan?”

Dijawab oleh Sandi, “Saya melawan. Saya siap masuk penjara”.

Bukan main Sandi. Aku senang scene ini. Ini baru namanya orang kuat! Kelasnya jelas, hatinya lebih keras daripada baja. Berpartner dengan Anies pula, aktivis yang lahir dari HMi MPO. Jadilah sebuah kuat.

Esoknya bersama Anies, Sandi mengumumkan, “Reklamasi sudah final. Stop!” kata Sandi ke pers. Ha ha ha, salah pilih jurus LBP. Salah.mangsa pula.

Hening Jakarta. Saya berharap LBP digotong ke Rumah Sakit Premierre karena serangan jantung. Tapi tak terjadi. Iman Kristen LBP asli dari Laguboti yang melindungi dia dari shock berat.

Esoknya lagi, Anies mengumumkan, Alexis ditutup karena izinnya tak diperpanjang. Serangan berturut-turut. Tanpa jeda. Gempar dunia kangouw hingga dunia perek dan meth gonjang ganjing. Tito Karnavian yang baru pulang dari New York juga kaget. “Baru tahu saya ada prostitusi di Alexis”, katanya saking eksklusifnya persundalan cungkwak itu. 104 orang daging impor, tanpa sertifikat jaminan bebas HIV.

Sekali lagi LBP kuat, tak jua ia kena serangan jantung. Cuma Jessica, mantan pramusaji Alexis yang ngerumpi panjang lebar mengenai tokoh-tokoh publik yang ia servis di Peduli Negara 1 (PN1) yang dipimpin Hatta Taliwang itu.

Very creative. Jessica masuk PN1 dan jadi bintang. Parasnya yang cantik segera mengingatkan room couple coitus dan nyedot sabu, trip mdma, meth dan viagra di Alexis.

Angin keras di Pulau Reklamasi tak urung menerpa Presiden. Buru-buru Jokowi mengelak, membantah, “Saya tak pernah mengeluarkan izin Pulau Reklamasi, baik selama jadi gubernur DKI maupun setelah jadi presiden,” katanya.

Tak bertahan lama bantahan Jokowi. Sudirman Said, mantan Menteri ESDM, mantan menterinya Jokowi menyanggah di seminar di MPR. “Ada dua Pergub yang terbit dan ditandatangan Pak Jokowi. Itu membuka jalan pembangunan Pulau Reklamasi. Di Pergub ini dipakai istilah pulau, sebelumnya istilahnya pantai. Pulau dan Pantai itu berbeda”, kata Sudirman Said, Ketua Tim Transisi Anies Sandi. Duh, bertambah daftar dusta Presiden Kecebong. Yang terakhir beredar tandatangan Jokowi di peta Pulau Reklamasi. I sign what i dont read!

Perang sudah berkobar. Dan, LBP sadar bakal kalah. Maka LBP ajak untuk melawan Anies Sandi. Seru (fragmen lanjut di skenario 2. Tunggu ya. (***)

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.