Jokowi Beri Gelar Pahlawan Nasional Kepada Empat Tokoh, ini Profilnya

Jokowi Beri Gelar Pahlawan Nasional Kepada Empat Tokoh, ini Profilnya
Pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lafran Pane.

Jakarta, Obsessionnews.com – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November, Presiden Joko Widodo (Jokowi) siang ini, Kamis (9/11/2017), memberikan tanda gelar pahlawan nasional kepada empat orang tokoh di Istana Negara. Mereka adalah orang-orang yang sudah memberikan jasa dan pengorbanan yang besar terhadap bangsa dan negara.

Sebenarnya ada banyak nama-nama yang diusulkan sebagai pahlawan nasional kepada pemerintah. Namun tahun ini Pemerintah hanya menyetujui empat orang tokoh. Pada tahun 2016 lalu pahlawan nasional berjumlah 169 orang, gelar terakhir diberikan Presiden Jokowi kepada tokoh Nahdlatul Ulama KH R  As’ad Syamsul Arifin.

Berikut profil singkat empat orang tokoh yang akan diberi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo.

1. Sultan Mahmud Riayat Syah

Ia adalah putra dari Tengku Abdul Jalil bin Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah (Sultan Johor-Riau ke-14) dengan Tengku Putih binti Opu Daeng Celak. Ia menjadi sultan selama 26 tahun (1761-1787 M). Sebagai pemimpin tertinggi Kerajaan Johor-Riau-Lingga dan Pahang, banyak kebijakannya yang strategis dan monumental, salah satunya melawan penjajah dalam perang di Teluk Riau dan Teluk Ketapang Melaka tahun 1784.

Mahmud Riayat Syah

Mahmud Riayat Syah

Ia juga mempererat kerajaan Riau-Lingga-Johor dan Pahang dengan beberapa kerajaan lainnya seperti Jambi, Mempawah, Indragiri, Asahan, Selangor, Kedah dan Trenggano. Pada masanya juga, Lingga dirintis menjadi pusat tamaddun Melayu, dan menggalakkan dunia tulis (mengarang) dalam kitab-kitab ajaran agama Islam dan bahasa Melayu. Tahun ini, Presiden Jokowi akan menobatkannya menjadi Pahlawan Nasional.

2. Tuan Guru Kiai Haji (TGKH) Muhammad Abdul Madjid

Tokoh ini lahir di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, 5 Agustus 1898. Sepulang belajar di Mekkah selama 13 tahun, ia mendirikan Pesantren Al-Mujahidin (1934), mendirikan Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) untuk putra (22/8/1937), dan mendirikan Madrasah Nahdlatul Banat Diniah Islamiyah (NBDI) untuk putri (21/3/1943). Keduanya adalah madrasah yang pertama di Pulau Lombok.

TGKH Muhammad Abdul Madjid

TGKH Muhammad Abdul Madjid

Presiden KH Abdurrahman Wahid menganugerahkan Piagam Tanda Kehormatan Bintang Maha Putra kepada tuan guru ini dalam posisinya sebagai pendiri Persyarikatan Nahdlatul Wathan Lompok Timur NTB, sebagai tokoh pejuang pembela kemerdekaan, serta mantan anggota MPRI RI 1997-1982. Pada tahun ini, ia akan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Jokowi.

3. Lafran Pane

Tokoh lahir di Sipirok Sumatera Utara, 5 Februari 1923. Pendidikan tingginya ia tempuh di Sekolah Tinggi Islam (sekarang jadi UII). Sebelum tamat, ia pindah ke Akademi Ilmu Politik yang selanjutnya menjadi UGM dan menjadi salah satu sarjana Ilmu Politik pertama di Indonesia, kemudian sejak 1 Desember 1966 menjadi Guru Besar mata kuliah Ilmu Tata Negara.

Selain mendirikan organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), walaupun tidak semenonjol yang lain, ia bagian dari elit pemuda “perintis kemerdekaan”. Tak heran, pada 13 Agustus 1970, ia diundang menghadiri pertemuan pemrakarsa kemerdekaan di Jalan Proklamasi 56, Jakarta. Turut mengundang Adam Malik, B.M. Diah, Kemal Idris, dan Sayuti Melik. Tahun ini, Presiden Jokowi akan menobatkannya sebagai Pahlawan Nasional.

4. Laksamana Malahayati

Ia merupakan salah satu di antara perempuan hebat dalam sejarah Indonesia. Kakeknya bernama Laksamana Muhammad Said Syah, putra dari Sultan Salahuddin Syah yang memerintah kerajaan Aceh (1530-1539). Ia membentuk armada yang terdiri dari para janda yang suaminya gugur di medan perang melawan Portugis dan gadis-gadis, dikenal dengan nama Inong Balee.

Laksamana Malahayati

Laksamana Malahayati.

Saat terjadi peperangan melawan Belanda (1599), sejumlah orang Belanda terbunuh, termasuk Cornelis de Houtman yang dibunuh oleh panglima armada Inong Balee, Malahayati. Tahun ini, Presiden Jokowi akan menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional. (Albar)

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.