Jokowi Bagikan Sepeda Saat Buka Puasa Bersama Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas

Jokowi Bagikan Sepeda Saat Buka Puasa Bersama Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas
Bogor, Obsessionnews.com - Acara buka puasa bersama Presiden Jokowi dengan kurang lebih seribu anak yatim dan penyandang disabilitas tiba-tiba riuh dengan teriakan peserta. Apa sebabnya? Saat Presiden Jokowi membagikan sepeda, peserta yang sebagian besar merupakan anak-anak itu saling berebut untuk menjawab soal yang diajukan Presiden. Mulanya acara buka puasa yang dibarengi dengan kuis bagi-bagi sepeda ini berjalan tertib. Namun seiring dengan makin serunya acara ini, ditambah dengan jumlah sepeda yang disediakan pihak istana sangat terbatas yakni, 15 buah saja membuat mereka harus saling berebutan. Anak-anak dan penyandang disabilitas yang berasal dari tiga kota, yakni Bogor, Bekasi dan Jakarta ada yang berajak dari tempat duduknya menuju tempat paling depan. Petugas Paspampres pun terpaksa 'turun tangan' untuk menertibkan suasana ini. "Alhamdulillah kita semua sore hari ini dapat bertemu dalam keadaan sehat walafiat diberikan kekuatan badan dan iman bisa hadir di Istana Bogor," ujar Jokowi sebelum memulai bagi-bagi sepeda di Istana Bogor, Selasa (28/6/2016). "Tak terasa kita sudah puasa selama 23 hari, kita puasa alhamdulillah dan pada minggu terakhir bulan Ramadhan ini mari kita pekuat ibadah kita, kita perkuat itikad kita dan semoga kita termasuk umat yang diberi Allah SWT untuk mendapatkan malam lailatulqadar, malam kemuliaan dan malam yang penuh kesejahteraan," lanjut Presiden. Setelah menyampaikan pidato pembukaan, Presiden Jokowi melanjutkan acara dengan membuka kuis tanya jawab berhadiah sepeda. Peserta yang dipanggil lebih dulu bernama Doni, warga Jatiasih, Bekasi. "Hafal Pancasila?, Coba sebutkan, kalau bisa saya beri sepeda, tapi kalau gak bisa jangan minta sepeda," celetuk Presiden dengan nada canda. Satu persatu dari 15 anak dipanggil ke depan berhasil menjawab tandangan Presiden. Meskipun ada juga yang tidak hafal nama-nama menteri. Dua pesera terakhir yang tidak bisa menjawab nama menteri akhirnya dipersilahkan kepada menanyakan nama menteri sendiri langsung kepada Mensesneg Pratikno dan Menko PMK Puan Maharani. "Baiklah anak-anak semuanya saya ingin berpesan terus belajar dan berdoa. Rajin belajar kita banyak ilmu, banyak berdoa akan pertebal iman kita," pesan presiden menutup acara tersebut. (Has)‎