Jika Ahok Bebas, Dapat Memantik Emosi Umat Islam

Jika Ahok Bebas, Dapat Memantik Emosi Umat Islam
Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. (Foto: Edwin B/Obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Persidangan dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) masih terus bergulir.

Berbagai macam prediksi masyarakat yang beredar, bahwa Ahok bakal bebas dari jeratan hukumnya yang menjadikan dia sebagai terdakwa kasus penistaan agama tersebut.

Namun, kalau memang prediksi itu terjadi, akan menyulut emosi ketersinggungan umat Islam untuk kembali melakukan aksi gelombang yang sangat besar.

Pengamat politik Global Future Institute.

“Prediksi saya akan justru memantik kembali apa yang terjadi dengan 411 dan 212,” ujar pengamat politik Global Future Institute (GFI), Hendrajit, ketika dihubungi Obsessionnews.com, Kamis (5/1/2017).

Menurutnya, kalau memang cara pertimbangannya itu ingin menentramkan keadaan umat Islam dan menjaga stabilitas politik, maka seharusnya terlepas fakta titik-titik celah hukum yang memang memperkuat gugatan adanya penistaan agama, ya nyatakan Ahok secara hukum bersalah.

“Paling tidak ketersinggungan umat Islam yang diprediksikan dalam gelombang besar  411 dan 212 ya bisa ternetralisir atau terlayani, karena ini sifatnya psikologis,” ungkapnya.

Tapi, kalau tidak dinyatakan bersalah, itu dapat mengundang gelombang emosi umat yang sebagian besar tersinggung. “Karena itu tidak ada unsur politik,” katanya.

Hendarjit menambahkan, kalau Ahok dibebaskan, justru ini yang dikawatirkan akan memantik kemarahan umat yang justru dapat berkembang menjadi ke arah politik.

“Sebenarnya ini persoalan murni hukum dan persoalan yang sebetulnya bukan SARA , yaitu persoalan ketidakpekaan spiritual seorang pemimpin yang namanya Ahok, yang kebetulan nonmuslim, yang akhirnya menjadi persoalan hukum,” pungkasnya. (Purnomo)

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.