Jalur Busway Sepanjang Penghapusan '3 in 1' Disterilisasi

Jakarta, Obsessionnews - Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Risyapudin mengakui sejak penghapusan jalur ‘3 in One’ terjadi lonjakkan tajam 24 hingga 26 persen kemacetan lalu lintas, misalkan jarak tempuh yang tadinya 10 menit, mungkin terjadi suatu penambahan yang mengakibatkan, diantaranya produktivitas, perekomonian, belum lagi bahan bakar, semuanya akan terganggu. Perpanjangan penghapusan jalur 3 in one ini perlu dikaji dan dicarikan solusi, yang melibatkan instlansi pemerintah, pihak swasta dan pihak trasnportasi, agar berkendaraan di jalan raya tidak terjebak oleh kemacetan. Salah satunya dengan mengoptimalkan transportasi angkutan massal. “Disini bagaimana meningkatkan modal transportasi angkutan massal, umum, yang mana hal itu bisa jadi daya tarik masyarakat. Kita minta adanya pemasangan separator jalur busaway, sehingga sterilasi dari pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat,” ujar Risyapudin di kantor Transjakarta, Cawang, Jakarta Timur, Senin (18/4/2016).
“Koridor 1 (Blok M – Kota) saya rasa sudah bisa untuk disterilisasi jalur busaway, karena memang armadanya sudah ditambah. Dari pihak Dishub sudah berkoordinasi dengan pihak Bina Marga untuk memasang traffic, separatornya akan dipasang, sehingga betul-betul sterilisasi bisa dilakukan secara optimal, untuk itu juga nanti anggota kami akan pro aktif melakukan penindakanpenindakan pada ruas jalur busaway,” tambahnya. Sementara, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan uji coba penghapusan 3 in 1 harus tetap dilakukan. Menurut dia, pasca penghapusan 3 in 1 jalanan protokol itu memang bertambah macet. Namun, beberapa jalan alternatif justru lancar. Diketahui, hari ini, Direktur Utama Transjakarta Budi Kaliwo bersama Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah, dan Dirlantas Polda Metro Jaya , resmi meluncurkan 600 unit bus single dan 51 bus gandeng baru dihalaman kantor Transjakarta, di Jakarta. (Popi Rahim)
“Koridor 1 (Blok M – Kota) saya rasa sudah bisa untuk disterilisasi jalur busaway, karena memang armadanya sudah ditambah. Dari pihak Dishub sudah berkoordinasi dengan pihak Bina Marga untuk memasang traffic, separatornya akan dipasang, sehingga betul-betul sterilisasi bisa dilakukan secara optimal, untuk itu juga nanti anggota kami akan pro aktif melakukan penindakanpenindakan pada ruas jalur busaway,” tambahnya. Sementara, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan uji coba penghapusan 3 in 1 harus tetap dilakukan. Menurut dia, pasca penghapusan 3 in 1 jalanan protokol itu memang bertambah macet. Namun, beberapa jalan alternatif justru lancar. Diketahui, hari ini, Direktur Utama Transjakarta Budi Kaliwo bersama Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah, dan Dirlantas Polda Metro Jaya , resmi meluncurkan 600 unit bus single dan 51 bus gandeng baru dihalaman kantor Transjakarta, di Jakarta. (Popi Rahim) 




























