Jalan yang Kita Pinta

Jalan yang Kita Pinta

Oleh: Ustadz Felix Siauw, Pengemban Dakwah

 

Minimal 17 kali dalam sehari kita meminta pada Allah dengan satu pinta, yang mungkin kita pun jarang sekali menyadari atau bahkan memahaminya dengan baik apa permintaan itu.

Demikian 17 kali kita mengucap “Ihdina Ash-Shiraath Al-Mustaqiim”. Tuhan kami, tunjuki kami, bimbing kami, tuntun kami, kepada jalan-Mu yang lurus, yang benar, yang istiqamah, yang Engkau ridha.

Terus-menerus kita meminta pada Allah jalan itu, selepas kita memuji-muji Allah di awal surah Fatihah. Inilah bentuk dari pertolongan yang kita nantikan dari Allah. Yakni hidayah dari-Nya.

Kita memohon Allah menunjuki kita hidayah, petunjuk, tuntunan dan bimbingan agar kita selamat menjadi Muslim, selamat saat di dunia, terlebih di akhirat kelak saat berjumpa Allah.

Dan Allah pun menunjukkan kepada kita jalan yang kita pinta, jalan yang 17 kali kita ulang dalam shalat. Sebab jalan ini bukan sembarang jalan, tidak pula orang yang sanggup menjalani jalan ini.

Lalu “Shiraatha alladziina an-‘amta ‘alaihim ghairi Al-Maghdubi ‘alaihim wa la Adh-Dhaaliin”. Inilah jalan yang kita pinta, jalan nikmat, jalan mereka penikmat bahagia yang telah ada sebelum kita.

Jalan siapa? Jalannya Nabi Muhammad, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Jalannya para ulama dan syuhada, jalannya para mushlih dan jalan para mukhlis.

Perhatikan dalam sejarah, adakah jalan yang mereka tempuh itu jalan yang mudah atau jalan yang tanpa halangan? Bahkan halangan itulah yang menjadikan mereka bernilai dan berarti, ujian iman.

Layaknya merak yang makin anggun saat diancam, atau gaharu yang semerbak saat dibakar, itulah jalan nikmat, “Shiraatha alladziina an-‘amta ‘alaihim”. Jalan yang Allah berikan nikmat pada mereka.

Inilah jalan dakwah yang engkau pinta pada Allah. Kadang ada di situ payah, letih, susah, saudara yang menyebalkan, orang tua yang tak memahami. Jangan putus asa, ini jalan yang engkau pinta.

Dan sebab itulah Allah memuliakan siapa saja yang terlibat dalam kerja dakwah ini, sekecil apapun bahkan sekadar membagi acara kajian, status dakwah, atau bahkan hanya hadir di majelis taklim.

Inilah jalan yang engkau pinta pada Allah 17 kali, nikmatilah, alhamdulilah.

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.