Jalan Jaksa Tinggal Kenangan, Pendapatan Warga Berkurang

Jalan Jaksa Tinggal Kenangan, Pendapatan Warga Berkurang
Dulu trotar Jalan Jaksa, Jakarta Pusat, dipadati penjual aneka makanan, kini sepi.

Dulu Jalan Jaksa, Jakarta Pusat, dijadikan tempat hangout bagi masyarakat lokal maupun turis mancanegara. Apalagi di kala malam. Berbagai jenis hiburan dan aneka kuliner dijajakan di tempat itu.

Letaknya strategis, yakni dekat kantor Gubernur DKI Jakarta. Suasana menjadi indah saat menyantap hidangan sambil mendengarkan musik dan bercengkerama bersama teman, pasangan, ataupun keluarga.

Kini Jalan Jaksa yang dikenal dengan sebutan Balinya Jakarta ini hanya tinggal kenangan. Tak banyak lagi turis lokal maupun mancanegara yang singgah di lokasi itu.

Nampaknya ini dari kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI  yang melarang pedagang kaki lima berjualan di sepanjang trotoar.

Seorang warga setempat, Ning, semula berjualan buku bermacam bahasa. Ia terpaksa menutup usahanya itu  karena sepinya turis. Dan ia beralih menjual gorengan pisang coklat yang kadang-kadang tak menguntungkan.

“Saya tutup saja bukunya, karena target pembeli dari turis mancanegara,” ucap Ning.

Ning merupakan salah satu warga yang kecewa dengan kondisi Jalan Jaksa sekarang ini karena pendapatannya berkurang. Masih banyak masyarakat lainnya yang mengeluhkan hal tersebut. (Icha)

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.